Magnet Emiten Logam Makin Kuat

Melesatnya harga logam dunia menjadikan kinerja keuangan emiten logam di dalam negeri juga bakal turut terkerek. Hal ini menjadikan saham sektor ini pun makin menarik untuk dilirik investor.

Emanuel Berkah Caesario
May 22, 2022 - 11:57 AM
A-
A+
Magnet Emiten Logam Makin Kuat

Articulated dump truck mengangkut material pada pengerukan lapisan atas di pertambangan nikel PT. Vale Indonesia di Soroako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Kamis (28/3/2019)./ANTARA-Basri Marzuki

Bisnis, JAKARTA — Harga logam industri masih mengalami kenaikan di tengah ketegangan geopolitik Rusia dan Ukraina, serta kasus Covid-19 yang masih menghantam China. Hal ini bakal menyumbang keuntungan untuk emiten terkait.

Mengutip data Bloomberg, Minggu (22/5) harga emas spot masih bertahan di zona hijau, naik 0,25 persen ke US$1.846 per troy ons. Adapun, harga emas Comex naik 0,03 persen ke US$1.848,40 per troy ons.

Selain itu, harga tembaga di pasar LME untuk kontrak 3 bulan naik 0,07 persen ke US$9.422 per ton. Harga aluminium LME juga naik 1,36 persen ke US$2.946 per metrik ton, harga timah LME naik 1,27 persen ke US$34.665 per ton, dan harga nikel naik 6,49 persen ke US$27.900 per ton.

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, mengatakan saat ini industri tambang logam industri masih mengalami kenaikan permintaan, terutama terhadap nikel. Di sisi lain dari sisi produksi masih cenderung ada penurunan.

“Belum lagi ditambah dengan adanya faktor geopolitik Rusia vs Ukraine, dampaknya terasa pada rantai pasokan. Ditambah lagi pemerintah serius menggarap industri nikel, permintaan nikel global akan meningkat sementara produksinya terbatas. Jadi, trennya masih naik untuk emiten yang punya logam tersebut,” ujarnya kepada Bisnis saat dihubungi, Minggu (22/5).

Nafan mengatakan, emiten yang punya proyek logam tahun ini masih akan merasakan keuntungan dari kenaikan harga, terutama bagi yang punya proyek nikel seperti PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) dan PT Vale Indonesia Tbk. (INCO).

Sebagai informasi, ANTM melanjutkan proyek penghiliran produk tambang. Terkait dengan penghiliran nikel untuk baterai listrik, ANTM bekerja sama dengan PT Industri Baterai Indonesia (IBC) dan PT Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co. Ltd telah menandatangani kerangka kesepakatan terkait inisiatif pengembangan proyek baterai kendaraan listrik terintegrasi. ANTM dan IBC juga menandatangani perjanjian serupa dengan LG Energy Solution.

Pekerja mengeluarkan biji nikel dari tanur dalam proses furnace di smelter PT. Vale Indonesia di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Sabtu (30/3/2019)./ANTARA-Basri Marzuki

Selain itu, INCO saat ini tengah menyelesaikan proses due diligence untuk proyek smelter nikel di Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara. Proyek tersebut digarap bersama perusahaan asal China, Zhejiang Huayou Cobalt Company Limited (Huayou).

Dengan sentimen yang ada, Nafan mengatakan bahwa saham emiten seperti ANTM dan INCO masih layak dikoleksi. Adapun, target harga untuk saham ANTM berada di Rp3.200 dan INCO di Rp7.400.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, mengatakan bahwa kenaikan harga komoditas sepanjang kuartal I/2022 dipicu adanya invasi Rusia ke Ukraina. Menurutnya, hal ini menjadi poin positif bagi emiten-emiten tambang logam untuk memanfaatkan momentum tersebut.

"Selain itu, pemulihan ekonomi yang telah terjadi di hampir semua negara tujuan ekspor kita. Ini menjadi sebuah perhatian penting, bahwa permintaan bertambah dan konsisten," kata Nico, Minggu (22/5).

Menurutnya, hal ini menjadi salah satu daya ungkit kinerja emiten-emiten tambang logam di tiga bulan pertama 2022.

Meski demikian, Nico mengingatkan kenaikan harga komoditas tambang logam tidak akan berlangsung dalam waktu yang lama. Pasalnya, komoditas barang logam biasanya akan terpengaruh oleh kebijakan pemerintah yang dapat berubah, dan sentimen global yang juga berubah.

"Bicara komoditas pasti juga bicara kebijakan. Ini sejauh mana kebijakan menopang sentimen tersebut," tuturnya.

Adapun Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan saham-saham komoditas tambang logam masih dapat naik terbatas secara jangka pendek. Akan tetapi, karena perang Rusia-Ukraina masih belum berhenti dengan permintaan yang masih tinggi, menurutnya terdapat potensi ekspansi dalam sektor ini.

"Ini menjadi sebuah perhatian, apakah sentimen positif bisa diperpanjang atau tidak, tergantung situasi kondisi yang ada di pasarnya juga. Karena kalau kita perhatikan saat ini, harga-harga komoditas tidak setinggi kemarin," ujarnya.

Menurutnya, beberapa saham di komoditas tambang logam masih menarik seperti ANTM, INCO, PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA), PT Bukit Asam Tbk. (PTBA), dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG).

Sementara itu, NH Korindo Sekuritas Indonesia (NHKSI) secara khusus menyoroti ANTM dan mempertahankan rating buy dengan target harga di Rp3.450.

“NHKSI Research merekomendasikan buy dengan target harga di Rp3.450, berdasarkan forward EV/EBITDA sebesar 12,4x. Saat ini, ANTM diperdagangkan pada level 9,8x EV/EBITDA. Kami melihat sejumlah penggerak utama, seperti ASP [harga jual rata-rata] dan volume penjualan yang relatif tetap tinggi, serta efisiensi bahan bakar dan pengiriman,” tulis analis NHKSI.

Di sisi lain, NH Korindo menyebutkan risiko untuk saham ANTM di antaranya fluktuasi nilai tukar rupiah dan harga minyak dunia, sebagai risiko utama.

Adapun, Antam berencana meningkatkan produksi logam emas, seiring dengan dimulainya fase pascatambang pada tambang emas Cibaliung, yang dikelola oleh entitas anak usaha, PT Cibaliung Sumberdaya pada 2022.


Perusahaan menargetkan produksi emas konsolidasian 2022 sebesar 911 kg (29.289 troy oz) yang berasal dari tambang emas Pongkor. Sementara itu, target penjualan emas pada 2022 berada pada tingkat yang optimal sebesar 28.011 kg (900.574 troy oz) dengan memprioritaskan perluasan basis pelanggan di dalam negeri.

Selanjutnya, pada 2022, target produksi logam perak direncanakan sebesar 6.643 kg (213.577 troy oz) dengan target penjualan mencapai 8.643 kg (277.878 troy oz).

Untuk komoditas bijih bauksit, pada 2022, ANTM menargetkan volume produksi sebesar 1,80 juta wmt sesuai dengan tingkat kebutuhan bauksit pabrik CGA Tayan dan proyeksi penjualan bijih bauksit kepada pelanggan pihak ketiga (penjualan ekspor dan domestik). Target produksi ini tumbuh sekitar 8 persen dibandingkan volume produksi 2021 sebesar 1,67 juta wmt.

Terkait penjualan bijih bauksit tahun 2022, perusahaan menargetkan tingkat penjualan sebesar 1,44 juta wmt, cenderung stabil dibandingkan capaian penjualan tahun 2021 sebesar 1,42 juta wmt.

“Melihat kembali capaian kinerja produksi dan penjualan produk CGA pada tahun 2021, perusahaan memiliki keyakinan bahwa operasi pabrik CGA akan semakin membaik menuju tingkat yang lebih optimal serta outlook positif tingkat pertumbuhan penyerapan produk alumina,” jelas manajemen perseroan.


ANTM melalui entitas anak, PT ICA, menargetkan pertumbuhan tingkat produksi dan penjualan produk CGA pada tahun 2022 mencapai masing-masing sebesar 126.000 ton, melalui fokus dalam pengembangan basis pelanggan di dalam negeri serta meningkatkan peluang ekspor terutama ke pasar Asia Timur, Asia Selatan, Asia Barat dan kawasan ASEAN.

Target operasional yang dicanangkan oleh Perusahaan pada 2022 bersifat dinamis dan terbuka untuk menyesuaikan tingkat penyerapan pasar dan harga komoditas di pasar global di tengah tren perkembangan ekonomi global di masa new normal pandemi Covid-19.

(Reporter: Mutiara Nabila, Annisa Saumi)

Editor: Emanuel Berkah Caesario
company-logo

Lanjutkan Membaca

Magnet Emiten Logam Makin Kuat

Dengan paket langganan dibawah ini :

Tidak memerlukan komitmen. Batalkan kapan saja.

Penawaran terbatas. Ini adalah penawaran untuk Langganan Akses Digital Dasar. Metode pembayaran Anda secara otomatis akan ditagih di muka setiap empat minggu. Anda akan dikenai tarif penawaran perkenalan setiap empat minggu untuk periode perkenalan selama satu tahun, dan setelah itu akan dikenakan tarif standar setiap empat minggu hingga Anda membatalkan. Semua langganan diperpanjang secara otomatis. Anda bisa membatalkannya kapan saja. Pembatalan mulai berlaku pada awal siklus penagihan Anda berikutnya. Langganan Akses Digital Dasar tidak termasuk edisi. Pembatasan dan pajak lain mungkin berlaku. Penawaran dan harga dapat berubah tanpa pemberitahuan.

Copyright © Bisnis Indonesia Butuh Bantuan ?FAQ