Malaysia Diminta Segera Realisasikan Komitmen Investasi di IKN Nusantara

Indonesia telah menerima 11 Letter of Intent (LoI) atau surat ketertarikan investasi dari 10 investor Malaysia untuk berpartisipasi dalam proyek IKN.

Akbar Evandio

7 Feb 2024 - 14.02
A-
A+
Malaysia Diminta Segera Realisasikan Komitmen Investasi di IKN Nusantara

Presiden Jokowi di titik nol IKN Nusantara

Bisnis, JAKARTA – Pemerintah terus menagih 11 komitmen investasi Malaysia di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur. 

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi mendorong Malaysia untuk segera mengimplementasikan komitmen investasi dari para investor Malaysia dalam pembangunan IKN. Indonesia telah menerima 11 Letter of Intent (LoI) atau surat ketertarikan investasi dari 10 investor Malaysia untuk berpartisipasi dalam proyek IKN.

Dalam pertemuan bilateralnya dengan Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad bin Hasan, Indonesia meminta komitmen dari Malaysia untuk segera merealisasikan investasi dari 11 LoI yang disaksikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim belum lama ini.

“Paling terakhir [komitmen investasi] adalah saat Pak Anwar Ibrahim berkunjung ke Indonesia, itu ada 11 LoI untuk kerja sama dalam membangun IKN. Tadi waktu bilateral, saya juga sampaikan perlu segera 11 LoI ini dalam bentuk investasi untuk segera diimplementasikan untuk IKN,” ujarnya dikutip Rabu (7/2/2024). 

Baca Juga: Seribu Jurus Pemerintah Tarik Minat Investor Asing Tanam Modal di IKN Nusantara


Untuk diketahui, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim menyaksikan serah terima 11 LoI dari 10 investor Malaysia untuk berpartisipasi dalam pembangunan IKN pada Senin (9/1/2023) di Istana Kepresidenan Bogor.

Kala itu, LoI tersebut diserahkan oleh Menteri Perindustrian dan Perdagangan Internasional Malaysia Tengku Zafrul bin Tengku Abdul Aziz kepada Kepala Otorita IKN Bambang Suswantono.

“Saya menyambut baik minat para investor Malaysia dalam pembangunan ibu kota negara baru, Nusantara. Sebelas letter of intent (LoI) telah ditandatangani oleh sektor swasta Malaysia dan diserahkan kepada Otoritas IKN yang bergerak di bidang elektronik, kesehatan, pengelolaan limbah, konstruksi, dan properti,” kata Jokowi dalam pernyataan pers bersama dengan PM Anwar Ibrahim.

Selain itu, kedua negara juga menyepakati delapan memorandum saling pengertian, yaitu di bidang perkapalan, pembiayaan ekspor-impor, energi hijau, pengembangan industri baterai, dan lain-lain. Berikut delapan memorandum saling pengertian antara Indonesia dan Malaysia tersebut: saling pengertian antara ASIC Offshore & Marine Sdn Bhd dan PT Dok Perkapalan Kodja Bahari, memorandum saling pengertian antara Export-Import Bank of Malaysia Berhad dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia.

Kemudian, memorandum kolaborasi antara FGV Holdings dan PT Perkebunan Nusantara Indonesia, memorandum saling pengertian antara Citaglobal Berhad dan Indonesia Battery Corporation, memorandum saling pengertian antara AWC Berhad dan PT GKM, dan memorandum saling pengertian AWC Berhad dan PT Bintang Timur Investama.  

Selanjutnya, memorandum saling pengertian AIROD Sdn Bhd dan PT Dirgantara Indonesia dan memorandum saling pengertian antara SIRIM Berhad dan Badan Riset dan Inovasi Nasional Indonesia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Yanita Petriella

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.