Free

Manajer Investasi dan Emiten Nakal Kena Denda Rp3,6 Miliar

Sepanjang 2024, OJK telah mengenakan sanksi administratif atas pemeriksaan kasus di pasar modal kepada 55 pihak.

Rizqi Rajendra

14 Mei 2024 - 18.58
A-
A+
Manajer Investasi dan Emiten Nakal Kena Denda Rp3,6 Miliar

Bisnis, JAKARTA – Beberapa manajer investasi dan emiten terkena sanksi administratif berupa denda senilai Rp3,6 miliar. Itu karena mereka terbukti melakukan pelanggaran di pasar modal.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Inarno Djajadi mengatakan bahwa sanksi administratif diberikan pada April 2024.

"OJK telah mengenakan sanksi administratif berupa denda sebesar Rp3,6 miliar dan/atau perintah tertulis kepada tiga manajer investasi dan satu emiten atas kasus pelanggaran di bidang pasar modal," ujar Inarno dalam Konferensi Pers RDK Bulanan, Senin (13/5/2024).

Baca juga: Volume Penjualan Menurun, Begini Rekomendasi Saham Adaro Energy (ADRO)

Kendati demikian, Inarno tidak menjelaskan secara rinci terkait nama emiten maupun manajer investasi yang dijatuhkan sanksi berupa denda tersebut.

Adapun, sepanjang 2024, OJK telah mengenakan sanksi administratif atas pemeriksaan kasus di pasar modal kepada 55 pihak. Semuanya terdiri dari sanksi administratif berupa denda sebesar Rp22,37 miliar, 14 perintah tertulis, 1 pencabutan izin orang perseorangan, dan 2 peringatan tertulis.

Selain itu, OJK juga mengenakan sanksi administratif berupa denda atas keterlambatan dengan nilai sebesar Rp33,82 miliar kepada 328 pelaku jasa keuangan di pasar modal dan 56 peringatan tertulis atas keterlambatan penyampaian laporan.

 

 

"Serta mengenakan 2 sanksi administratif berupa peringatan tertulis atas selain keterlambatan," pungkas Inarno.

Menilik laman resmi OJK, ada beberapa manajer investasi yang dikenakan denda hingga Mei 2024. Misalnya, pada Februari 2024, PT Emco Asset Management didenda sebesar Rp3,35 miliar, serta perintah tertulis untuk pembayaran utang kepada nasabah dan pembubaran beberapa produk reksa dana.

Baca juga: OJK Denda Rp3,6 Miliar Manajer Investasi dan Emiten Nakal

Selain itu, OJK juga mengenakan sanksi administratif berupa pencabutan izin usaha PT Paytren Aset Manajemen, karena tidak memiliki kantor maupun pegawai.

Beberapa kantor akuntan publik (KAP) pun dikenakan sanksi administratif berupa pembekuan, yakni KAP Anderson dan Rekan, Akuntan Publik (AP) Anderson Subri, dan AP Madelih Kurniawan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.