Mandala Finance (MFIN) Mengalami Efek Jangka Panjang Covid-19

Meskipun sudah mulai ada pemulihan dan kebangkitan usaha mikro, masih ada beberapa konsumen yang masih terpengaruh efek jangka panjang Covid-19.

Pernita Hestin Untari

24 Apr 2024 - 16.36
A-
A+
Mandala Finance (MFIN) Mengalami Efek Jangka Panjang Covid-19

Bisnis, JAKARTA — PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN) atau Mandala Finance mengalami penurunan laba yang cukup dalam pada 2023. Berdasarkan laporan keuangan perseroan, per 31 Desember 2023, laba yang dibukukan oleh Mandala Finance mencapai Rp422 miliar.

Angka tersebut turun 35,8% secara tahunan (year-on-year/YoY) apabila dibandingkan dengan laba pada 2022 yang mencapai Rp658 miliar. 

Managing Director Mandala Finance Christel Lesmana mengatakan hal tersebut merupakan efek jangka panjang pandemi Covid-19 yang mempengaruhi kemampuan bayar konsumen Mandala Finance.

Baca juga: Laba TLKM Tertekan di Kuartal Pertama 2024, Simak Rekomendasi Sahamnya

“Segmen konsumen kami fokus ke ritel,” kata Christel di Jakarta Selasa (23/4/2024).

Christel menjelaskan bahwa meskipun sudah mulai ada pemulihan dan kebangkitan usaha mikro, masih ada beberapa konsumen yang masih terpengaruh efek jangka panjang Covid-19. 

Lebih lanjut, dia pun menekankan pihaknya juga fokus melakukan rebalancing portofolio pembiayaan dengan menggunakan sebagian biaya operasional untuk memperbaiki kondisi tersebut.

Di tengah penurunan laba, Mandala Finance juga memutuskan untuk tidak membagikan dividen tahun buku 2023. Perseroan memperhitungkan keberlanjutan dari perseroan secara jangka panjang. 

Selain itu, keputusan pembagian dividen tersebut juga bertepatan dengan aksi korporasi perseroan yakni akuisisi oleh MUFG Group.

 

 

“Sehingga karena timeline tersebut, untuk tahun ini kami skip dulu pembagian dividen,” kata Christel.

Berbeda dari tahun sebelumnya, Mandala Finance membagikan dividen sebanyak Rp265 miliar dari laba tahun buku 2022 yang mencapai Rp658 miliar.  

Dari sisi pembiayaan, Mandala Finance mencatatkan pertumbuhan pembiayaan sebesar 5,76% YoY menjadi Rp5,5 triliun pada 2023. Pada 2022, perseroan mengantongi pembiayaan sebanyak Rp5,2 triliun.

Pembiayaan yang paling banyak disalurkan adalah pembiayaan untuk kebutuhan konsumen seperti pembiayaan kendaraan roda dua dan modal kerja untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). 

Baca juga: Mandala Finance (MFIN) Ungkap Biang Kerok Laba 2023 Turun 35,8%

Sementara pada kuartal I/2024, Mandala Finance mampu menyalurkan pembiayaan sebanyak Rp1,4 triliun. Penyaluran pembiayaan perseroan tumbuh positif sebanyak 18% YoY dibandingkan dengan pembiayaan pada kuartal I tahun sebelumnya.

Mandala Finance memastikan meskipun penyaluran pembiayaan meningkat, rasio non performing finance (NPF) masih terjaga di bawah rata-rata industri pembiayaan sekitar di bawah 2,55%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.