Manuver Emiten Sultan Subang (IPPE) di Bisnis Beras

Berbagai manuver disiapkan emiten milik Asep Sulaeman Sabanda alias Sultan Subang. Dalam hal ini PT Indo Pureco Pratama Tbk. (IPPE) dengan rencananya masuk ke bisnis beras nasional, sebagai salah satu langkah mendorong kinerja perseroan.

Asteria Desi Kartikasari

31 Jan 2023 - 20.34
A-
A+
Manuver Emiten Sultan Subang (IPPE) di Bisnis Beras

Bisnis, JAKARTA— Berbagai manuver disiapkan emiten milik Asep Sulaeman Sabanda alias Sultan Subang. Dalam hal ini PT Indo Pureco Pratama Tbk. (IPPE) dengan rencananya masuk ke bisnis beras nasional, sebagai salah satu langkah mendorong kinerja perseroan.

“Kami akan mulai masuk ke industri beras. Kami melihat potensi ini sangat luar biasa karena saya melihat dari secara global Indonesia tidak mengimpor beras dan sudah 10 bulan surplus. Ini tentu menarik minat kami untuk membangun bisnis di industri beras,” kata Direktur Utama Indo Pureco Pratama Syahmenan dalam paparan publik insidentil, Selasa (31/1/2023).

Meskipun dia tidak merinci lebih lanjut lini beras yang akan dijajalnya. Sejauh ini, Indo Pureco tercatat hanya memiliki alat produksi virgin coconut oil (VCO) dan crude coconut oil (CCO) yang tengah dalam tahap ekspansi.

Dia menjelaskan, dengan ekspansi pabrik tersebut akan menambah kapasitas produksi minyak kelapa alias CCO menjadi 2.500 ton per bulan. Jumlah tersebut setara dengan serapan kopra sebesar 5.000 ton per bulannya. Pabrik baru yang dibangun dengan dana hasil IPO tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada Maret 2023, sejalan dengan rencana IPPE untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan asal Jepang.

Istimewa

“Kami akan melakukan strategi kerja sama dengan perusahaan Jepang untuk masuk dalam industri bioavtur yang berbasis CCO,” kata dia.

Meskipun, lanjut Syahmenan, kerja sama tersebut masih berada dalam tahap penjajakan dan diharapkan bisa diimplementasikan di dua lokasi pemasok kopra, yakni di Sumatra untuk wilayah Barat dan Sulawesi Utara atau Halmahera untuk wilayah Indonesia bagian timur.

“Wilayah tersebut dipilih karena potensi besar dan semua produk kami akan 100 persen diekspor ke Jepang untuk dibuat bioavtur,” kata dia.

Baca Juga: 

Sementara dari sisi kinerja per September 2022, IPPE membukukan penjualan sebesar Rp43,87 miliar, naik 116,33 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2021 sebesar Rp20,28 miliar. Kenaikan penjualan disebabkan oleh pertumbuhan penjualan CCO sebesar 130,20 persen, VCO naik 42,85 persen, dan copra meal naik 21,72 persen secara tahunan.

Sementara itu, laba bersih tahun berjalan per September mencapai Rp6,04 miliar atau naik 205 persen dari Rp1,98 miliar per September 2021.

Sebagaimana diketahui, Asep Sulaeman Sabanda tercatat memiliki saham minoritas IPPE secara langsung sebesar 250,67 juta saham atau setara 5,45 persen per 31 Desember 2022. Dia juga menjadi pengendali IPPE lewat PT Lembur Sadaya Investama yang menguasai 1,62 miliar saham yang setara dengan 35,22 persen.

Asep Sulaeman Sabanda yang kerap disebut Sultan Subang itu belakangan menjadi sorotan karena performa saham-saham dalam portofolionya. Penurunan harga secara signifikan juga dialami oleh PT Bersama Zatta Jaya Tbk. (ZATA) yang juga berada di bawah kendalinya.

Harga saham ZATA yang sempat mencapai Rp120 pada awal Januari 2023, kini hanya dihargai Rp55 per lembar. Seperti IPPE yang harga sahamnya telah turun 60,41 persen dalam sebulan terakhir, perdagangan saham ZATA juga mengalami suspensi pada 31 Januari 2023 karena penurunan harga signifikan ini. (Iim Fathimah Timorria)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Asteria Desi Kartikasari

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.