Manuver Gesit Vasanta Group Masif Bangun Proyek Properti Kakap

Selama 8 tahun, Vasanta aktif dalam mengarap sejumlah proyek yakni Vasanta Innopark, Saumata, Vasanta Ecotown, Shila at Sawangan, dan Mawatu Labuan Bajo. Sebagai pengembang yang masih berumur jagung di Indonesia, Vasanta berhasil bersaing dengan bersaing dengan para pengembang kelas kakap.

Yanita Petriella

23 Agt 2023 - 18.31
A-
A+
Manuver Gesit Vasanta Group Masif Bangun Proyek Properti Kakap

Kawasan pariwisata terpadu Mawatu Labuan Bajo. /dok Vasanta Group

Bisnis, JAKARTA – Peribahasa kecil-kecil cabai rawit mungkin bisa disematkan kepada pengembang properti Vasanta Group. Berdiri sejak tahun 2015, nama Vasanta Group menyeruak di tengah pengembang-pengembang besar. 

Selama 8 tahun di Indonesia, Vasanta aktif dalam mengarap sejumlah proyek. Adapun proyek yang tengah digarap yakni Vasanta Innopark, Saumata, Vasanta Ecotown, Shila at Sawangan, dan Mawatu Labuan Bajo. 

Vasanta Innopark merupakan proyek hunian di kawasan industri MM2100, Cikarang Barat, yang merupakan hasil dari kolaborasi anak usaha Mitsubishi Corporation asal Jepang PT Diamond Development Indonesia dengan total nilai investasi proyek sekitar Rp20 triliun. 

Vasanta Innopark ini terintegrasi dengan total luas keseluruhan mencapai 100 hektare dan menjadi central business district (CBD) pertama di Cikarang Barat. Pembangunan Vasanta Innopark dilakukan dalam beberapa tahap dimana tahap pertama di atas lahan seluas 12 hektare yang meliputi 17 menara yang dimulai sejak tahun 2018. Adapun 17 tower yang terdiri dari apartemen, apartemen servis, kondominium, pusat belanja, ruko, menara perkantoran, dan hotel bintang empat.  

Vasanta juga membangun apartemen Saumata di Alam Sutera yang bekerja sama dengan Lotte E&C dan PT Premier Qualitas Indonesia dengan nilai gross development value (GDV) Rp2 triliun. 

Selain memiliki proyek di koridor barat dan timur Jakarta, Vasanta Group juga melirik kawasan Selatan Jakarta yakni Sawangan Depok dengan menggarap proyek Vasanta Ecotown dan Shila at Sawangan. Vasanta Eco Town merupakan township modern dengan konsep mixed used development dengan luas lahan 102 hektare yang terdiri Shila at Sawangan, The Shoppes dan area komersial lain termasuk mal. Dalam pembangunan Shila at Sawangan ini, Vasanta Group berkolaborasi dengan Mitsubishi Corporation (MC), dengan anak Perusahaannya PT. Diamond Development Indonesia.

Vasanta Group melalui unit usahanya, PT Pakuan Tbk (UANG) kembali menggandeng Lotte Land Indonesia untuk berkolaborasi membangun proyek komersial dan residensial Vasanta Eco Town. Vasanta juga menggandeng Sanusa Medika dalam membangun rumah sakit (RS) internasional pertama di kawasan Eco Town Sawangan, Depok, Jawa Barat yang telah dimulai pembangunannya dan ditargetkan bisa beroperasi pada kuartal I tahun 2025. Sanusa Medika merupakan perusahaan joint venture yang didirikan pada 2020 antara perusahaan kesehatan Australia Aspen Medical dan Docta bekerja sama dengan BUMD Jawa Barat PT Jasa Sarana. 

Untuk melengkapi keberadaan Rumah Sakit Internasional Aspen Medical Hospital Depok, Vasanta Group dan Lotte Land Indonesia sedang mengembangkan sebuah distrik komersial bernama Sinsa District, yang akan berlokasi tepat di sebelah rumah sakit Aspen Medical Hospital Depok.

Dengan kehadiran rumah sakit Internasional dan pengembangan Sinsa District, kawasan Vasanta Eco Town Sawangan akan menjadi center of health tourism dalam menarik wisatawan yang mencari perawatan kesehatan dan pengalaman liburan. 

Baca Juga: Vasanta & Sanusa Garap Medical Tourism Pertama di Depok

Selain di kawasan Jabodetabek, Vasanta juga tengah ekspansi membangun proyek properti di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Di Labuan Bajo, Vasanta memiliki 2 proyek yakni Nawa Hotel dan kawasan resort dan komersial Mawatu.

Executive Director Vasanta Group Denny Asalim mengatakan perkembangan pariwisata beserta infrastruktur di kawasan Labuan Bajo dalam beberapa tahun terakhir sangat pesat. Terlebih Labuan Bajo masuk dalam kawasan destinasi super prioritas (DSP). Menurutnya, Labuan Bajo juga menawarkan destinasi wisata alam yang tak dimiliki oleh negara lain di Asia.

“Di Asia, tidak ada destinasi seperti Labuan Bajo, kalau seperti Bali ada di Phuket dan Pattaya Thailand. Apalagi di Labuan Bajo terdapat Komodo, seperti di China yang memiliki Panda. Ini yang membuat Labuan Bajo akan menjadi destinasi internasional,” ujarnya dikutip Rabu (23/8/2023). 

Hal inilah yang membuat Vasanta Group sejak tahun 2018 mulai melirik kawasan Labuan Bajo dan komitmen melakukan pembelian lahan di tahun 2020. Di Labuan Bajo, Vasanta Group memiliki landbank atau cadangan lahan seluas lebih dari 30 hektare. 

Dari lahan yang dimiliki tersebut, seluas 3 hektare tengah dibangun hotel bintang lima di kawasan Waecicu Labuan Bajo. Saat ini, progres pembangunan Nawa Hotel Labuan Bajo mencapai sebesar 70 persen dan ditargetkan dapat beroperasi pada Maret 2024. Vasanta membenamkan dana sebesar Rp500 miliar untuk pembangunan hotel dengan 129 kamar, ballroom, outdoor wedding, infinity pool, dan jetty atau dermaga yang menjorok ke laut. 


Proyek Mawatu

Selain itu, Vasanta juga akan membangun town center area bernama Mawatu di atas lahan seluas 12 hektare yang menawarkan kelengkapan aspek amenitas, aksesibilitas, dan atraksi. Proyek Mawatu di Batu Cermin Labuan Bajo, Vasanta membenamkan investasi senilai Rp800 miliar. Kehadiran Mawatu diyakini akan menjadi ikon wisata terpadu berkelas internasional di Labuan Bajo.

“Konsep pengembangan yang ingin kami wujudkan di proyek Mawatu secara keseluruhan tak hanya menawarkan destinasi wisata tapi juga membangun suatu kawasan hunian dan pusat bisnis. Para penghuni tak hanya menikmati liburan tapi mereka juga dapat bekerja dan bahkan membuka bisnisnya di Mawatu Labuan Bajo. Selama ini sangat sedikit atraksi yang bisa dilakukan di darat, sebagian besar destinasi ada di laut, ini yang membuat kami membangun Mawatu,” katanya. 

Proyek town center Mawatu ini akan dibangun dalam kurun waktu 6 tahun dan dilakukan dalam 2 tahap. Pada tahap pertama, pembangunan telah dimulai sejak akhir tahun lalu di atas lahan seluas 6 hektare. Vasanta akan membangun beach club, hotel dengan 130 kamar, commercial village, staff housing, jetty, dan pembuatan pantai untuk publik.  

Mawatu commercial village dipastikan akan menghadirkan semua tenant ternama berkelas internasional dan berdesain unik dan eksklusif untuk memenuhi kebutuhan merek ritel yang dapat melayani calon wisatawan kelas dunia di Labuan Bajo. Commercial village akan memenuhi ekspansi bisnis para tenant kuliner, fashion, hobbies, atraksi, aksesori, dan lain sebagainya. Area ini juga mengakomodir pelaku UMKM lokal yang menawarkan keunikan kerajinan tangan serta kekhasan Labuan Bajo.

Commercial village ini akan memiliki 230 unit ruko dimana 70 persen disewakan sebagai recurring income perusahaan, sedangkan 30 persen yang dijual. Pembangunan commercial village ini akan dilakukan serah terima pada Juni tahun 2024 sehingga bisa dilakukan grand opening serentak pada Agustus tahun depan. 

“Hingga saat ini untuk yang disewakan sudah terserap 80 persen, sedangkan yang dijual terdapat sisa 9 unit. Kami ingin punya reccuring income ke depannya kuat. Untuk beach club saat ini lagi dibangun dan beroperasi di tahun depan. Memang tenant yang sudah masuk di kami ini sebagian besar dari Bali seperti Cafe Kitsune, LYD Group, Gourmet Garage Service Station, Brunch Club Balidan Lemongrass. Ini mereka sudah merasakan bagaimana Bali booming. Mereka yakin dengan Labuan Bajo yang saat ini sedang take off,” ucapnya. 

Selain commercial village, Vasanta juga akan membangun hotel sebanyak 130 kamar di Mawatu. Hotel ini berada di area pink rock bernuansa tropis dengan klasifikasi bintang lima yang nantinya akan dioperatori jaringan hotel internasional. Pembangunan hotel akan dimulai pada bulan November tahun ini dan dapat operasi pada akhir tahun 2024. 

Baca Juga: Vasanta Group Kebut Penyelesaian Kawasan Mawatu Labuan Bajo

Kemudian di tahap kedua, Vasanta juga berencana membangun vila sebanyak 71 unit menghadap ke laut dan hotel terapung di atas laut dengan dikelilingi hutan mangrove. Namun demikian, pihaknya belum tahu kapan pembangunan tahap kedua ini mulai dilakukan. 

“Saat ini kami masih menyelesaikan masterplan untuk tahap kedua dan fokus kami untuk menyelesaikan tahap pertama terlebih dahulu. Kami ingin kawasan Mawatu ini ramai dikunjungi makanya komersial area, beach club, dan hotel kami kebut. Baru setelah itu memikirkan yang vila. Nanti vila ini kami perusahaan estate management kami yang kelola tetapi kepemilikannya pribadi. Kami belum jual yang vila ini karena kami tidak mau tergesa-gesa,” tuturnya. 

Denny meyakini Mawatu tak hanya dikenal sebagai kawasan destinasi wisata tetapi juga menyuguhkan investasi jangka panjang yang menjanjikan. Diharapkan, hadirnya pengembangan kawasan Mawatu di Labuan Bajo akan menarik minat investor lokal dan internasional. 

“Progres pembangunan kawasan sedang kami lakukan di tahun ini dan ditargetkan selesai tahun 2024 tahap pertama Mawatu mendefinisikan ulang destinasi mewah di Asia Tenggara yang mampu melayani konsumen berjiwa bebas dan kreatif yang membutuhkan hunian, hiburan nonstop, dan lokasi impian yang eksotis. Saat ini penjualan unit ruko yang dikembangkan ditargetkan terjual habis tahun 2024 tentunya kami akan mengoptimalkan target pembangunan,” terangnya.

Selain proyek di Labuan Bajo, Vasanta Group juga tengah menyiapkan proyek township anyar di Bandung Jawa Barat, Daan Mogot Distribution Center seluas 2,5 hektare, kawasan industri di Jawa Barat, dan hotel bintang empat di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Adapun untuk pembangunan hotel di IKN, Vasanta menargetkan dapat dimulai pada September tahun ini sehingga bisa beroperasi tepat di 17 Agustus 2024. Hotel tersebut akan berdiri di atas lahan seluas 7.000 meter persegi. 

“Hotel di IKN akan memiliki 5 lantai, ini memang tidak bisa tinggi karena dikontrol ketat oleh pemerintah. Hotel ini merupakan hotel bisnis yang mengakomodasi ASN (Aparatur Sipil Negara) dan lainnya di IKN,” ujar Denny. 

Sebagai pengembang yang masih berumur jagung di Indonesia, Vasanta berhasil bersaing dengan para pengembang kelas kakap. Pada Mei lalu, Vasanta menjadi salah satu pengembang muda yang memperoleh predikat 10 developer terbaik dalam BCI Asia Awards 2023. Adapun kesepuluh pengembang itu yakni PT Agung Podomoro Land Tbk, Agung Sedayu Group, PT Alam Sutera Realty Tbk, PT Ciputra Development Tbk, Lippo Group, PT Pakuwon Jati Tbk, PT Paramount Enterprise International, Sinar Mas Land, PT Summarecon Agung Tbk, dan Vasanta Group. 

Denny menuturkan terdapat sejumlah prinsip yang dilakukan Vasanta yakni kolaborasi, inovasi, gesit, dan visi. 

“Kami terus berkolaborasi agar proyek tersebut bisa cepat selesai. Tentu dalam mencari lokasi, kami melihat opportunity, peluang, kami jarang bermain di kawasan yang sudah ramai. Kami memang bukan developer besar, karyawan kami hanya 300an orang tapi kami selalu mencari peluang dan terus berinovasi,” katanya. (Harian Noris Saputra)

Editor: Yanita Petriella

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.