Manuver PLN Berkelit dari Pensiun Dini PLTU Batu Bara

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) pada akhirnya memilih cara lain untuk tetap dapat berkontribusi dalam upaya mengejar target NZE, tanpa harus memaksakan pensiun dini PLTU batu bara.

Stepanus I Nyoman A. Wahyudi

9 Okt 2023 - 13.04
A-
A+
Manuver PLN Berkelit dari Pensiun Dini PLTU Batu Bara

Kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Jati B di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Dalam RUPTL PLN terbaru nantinya penambahan pembangkit listrik berbasis EBT direncanakan mencapai 60 gigawatt (GW) atau 75 persen dari total penambahan pembangkit listrik sampai dengan 2040, tanpa ada PLTU batu bara baru. Bisnis-Dok. PLN

Bisnis, JAKARTA — Percepatan rencana penghentian operasi alias pensiun dini pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara menjadi salah satu program transisi energi yang diharapkan dapat mempercepat pencapaian target nol emisi karbon (net zero emission/NZE).

Hanya saja, untuk memadamkan PLTU batu bara juga tidak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu waktu dan investasi yang tidak sedikit untuk bisa memadamkan pembangkit batu bara yang selama ini telah menjadi bahan bakar utama untuk menghasilkan listrik nasional.

Di sisi lain, komitmen pendanaan dari program transisi energi lewat kemitraan Just Energy Transition Partnership (JETP) yang diharapkan dapat membiayai rencana pensiun dini PLTU batu bara, hingga kini juga masih belum jelas.

Kendati Indonesia disebut-sebut telah siap menjalankan berbagai program percepatan transisi energi, bahkan pemerintah telah menyiapkan sejumlah PLTU yang akan disetop operasionalnya melalui pendanaan tersebut, nyatanya komitmen pendanaan itu tak kunjung cair.

Editor: Ibeth Nurbaiti
Anda belum memiliki akses untuk melihat konten

Untuk melanjutkannya, silahkan Login Di Sini

Kembali ke Atas
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.