MAS Group Gandeng Pengembang Asing asal Jepang Bangun Perumahan di Serang Banten

Properti sektor perumahan akan tetap menjadi primadona di 2024 karena kebutuhan perumahan masih besar sekali dengan kekurangan (backlog) rumah mencapai 12,7 juta unit, serta adanya tambahan kebutuhan dari end-user sebanyak 800.000 unit setiap tahunnya,

Yanita Petriella

28 Feb 2024 - 14.02
A-
A+
MAS Group Gandeng Pengembang Asing asal Jepang Bangun Perumahan di Serang Banten

ilustrasi bangun rumah. /istimewa

Bisnis, JAKARTA – Pasca pemilihan umum (Pemilu) 2024 yang berjalan aman dan lancar diharapkan menjadi momentum bagi pelaku industri properti untuk melanjutkan rencana bisnis yang sempat tertahan karena wait and see menunggu situasi politik pasca pemilu. 

Direktur Mega Agung Sembada (MAS Group) Suwandi Tio mengatakan sejauh ini kondisi politik dan makro ekonomi nasional cukup baik dan secara umum sektor properti di 2024 berjalan stabil, akan tumbuh dikisaran 7% sampai 10%. 

Sebelumnya, industri properti di tahun sebelumnya  juga bergerak positif walau kondisinya pascapandemi dan ada ketidakpastian ekonomi global yang sedikit banyak mengganggu industri properti.

Menurut data Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sektor properti yang mencakup perumahan, kawasan industri dan perkantoran sepanjang 2023 berada di peringkat keempat sektor dengan realisasi investasi terbesar di Indonesia. 

Artinya, investor atau pun pengembang baik di dalam negeri maupun asing masih melihat industri properti di Tanah Air cukup prospektif.

MAS Group menangkap prospek pasar properti yang tetap terus meningkat trend-nya di tengah kendala yang ada dan dijadikan momentum untuk bergerak. Hal itu dilakukan dengan menggandeng pengembang asing Fujiken Co Ltd membangun hunian perumahan Seion@Serang, Banten.

Baca Juga: Membaca Arah Prospek Pertumbuhan Bisnis Properti Residensial Usai Pemilu

Kerjasama dengan Fujiken ini untuk yang kedua kalinya, sebelumnya MAS Group telah berkolaborasi di Serang mengembangkan perumahan Seion@Serang, Banten. 

“Properti sektor perumahan akan tetap menjadi primadona di 2024 karena kebutuhan perumahan masih besar sekali dengan kekurangan (backlog) rumah mencapai 12,7 juta unit, serta adanya tambahan kebutuhan dari end-user sebanyak 800.000 unit setiap tahunnya,” ujarnya, Rabu (28/2/2024). 

Kerjasama dengan pengembang Jepang ini akan memberikan knowledge bagi MAS Group terkait etos kerja, teknologi dan lainnya yang juga akan meningkatkan nilai produk yang akan kita kembangkan bersama Fujiken. Kerjasama ini melahirkan produk baru di dalam kawasan Kota Sutera, Pasar Kemis Tangerang yang memiliki luas 250 hektare. 

“Produk kerjasama ini berkonsep klaster di dalam Kota Sutera. Luasnya 5,5 hektare dengan jumlah rumah sebanyak 400-an unit dengan harga mulai dari Rp700 jutaan,” katanya. 

MAS Group optimis dengan produk baru ini karena kita sudah mengembangkan Kota Sutera sejak beberapa tahun lalu. 

“MAS Group di tahun ini juga akan mengembangkan beberapa proyek baru lainnya seperti di Cilegon yaitu perumahan Britania dan Aerum Parc di Bogor, keduanya merupakan rumah dengan harga di bawah Rp1 miliar,” ucapnya. 

Sementara itu, President Director Fujiken Co Ltd Hisashi Maki menuturkan adanya kebutuhan rumah yang cukup tinggi. Indonesia sebagai negara berkembang berbeda dengan yang lainnya karena memiliki potensi geografis cukup luas. 

“Selain itu ada kesamaan visi dan konsep produk dengan MAS Group yang menjadi keyakinan kami bekerjasama,” tuturnya.

Maki menuturkan Fujiken sudah ada proyek di Vietnam namun peluangnya tak sebesar di Indonesia. Oleh karena itu, pihaknya kembali lagi ke Indonesia dan bekerja sama lagi dengan MAS Group di Tangerang. 

“Kami puas dengan kerjasama sebelumnya di proyek Seion@Serang,” ujarnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.