Masa Depan Batu Bara dan Migas di Tengah Transisi Energi Hijau

Di dalam negeri, kilauan batu bara dapat dilihat dari meningkatnya harga batu bara acuan (HBA) yang mencatatkan rekor pada November mencapai US$215,01 per metrik ton. Krisis energi menjadi salah satu penyebab utama peningkatan signifikan pada HBA dalam negeri.

Rayful Mudassir

1 Jan 2022 - 12.00
A-
A+
Masa Depan Batu Bara dan Migas di Tengah Transisi Energi Hijau

Bisnis, JAKARTA — Tidak ada ramalan tahun ini menjadi masa paling membahagiakan bagi industri batu bara dan migas. Hal ini tecermin dari permintaan bahan bakar fosil itu yang turun sejak 2020 saat pandemi Covid-19 meluas di seluruh dunia. 

Kendati demikian, komoditas batu bara hingga gas bumi mencapai masa keemasan pada 2021 di tengah langkah dunia mulai meningkatkan bauran energi terbarukan sebagai penopang utama di masa depan.

Di Indonesia, penyebaran virus ikut melumpuhkan perekonomian. Akibatnya, industri ritel hingga manufaktur lesu. Bahkan, beberapa di antaranya terpaksa gulung tikar atau melakukan efisiensi seperti pengurangan tenaga kerja. Keadaan ini jelas berdampak pada menurunnya konsumsi listrik.  

Namun, kebangkitan ekonomi mulai terasa saat memasuki semester II/2021. Setelah dunia menggalakan vaksinasi Covid-19, aktivitas masyarakat maupun industri berangsur pulih. Permintaan bahan bakar pun mulai naik sehingga harga pun terangkat. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Lucky Leonard Leatemia
Anda belum memiliki akses untuk melihat konten

Untuk melanjutkannya, silahkan login terlebih dahulu

BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.