Masalah Utama Transaksi via ATM, Kartu Kredit, dan Debit Anjlok

Terungkap penyebab atau biang kerok transaksi perbankan via ATM, kartu kredit, dan debit malah jeblok.

Fahmi Ahmad Burhan

26 Des 2023 - 14.39
A-
A+
Masalah Utama Transaksi via ATM, Kartu Kredit, dan Debit Anjlok

Pengunjung kafe melakukan pembayaran menggunakan QRIS. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi perbankan menggunakan kartu ATM, kartu debit, dan kartu kredit mengalami tren penyusutan pada 2023. Kondisi tersebut berbeda dengan kinerja transaksi digital perbankan yang tumbuh kian pesat pada 2023.

Berdasarkan data BI, nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, kartu debit, dan kartu kredit mencapai Rp662,39 triliun, turun sebesar 0,39% secara tahunan (year-on-year/YoY). 

Pada bulan sebelumnya atau Oktober 2023, BI juga mencatatkan penurunan nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, kartu debit, dan kartu kredit 3,53% YoY. Lalu, nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, kartu debet, dan kartu kredit pada September 2023 turun 4,94% YoY.

Padahal, per Desember 2022 nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, kartu debet, dan kartu kredit masih naik 16,85% YoY menjadi Rp664,9 triliun.

Baca juga: Merger BTN Syariah dan Muamalat Jadi Penantang Baru BSI (BRIS)

Seiring dengan tren turunnya transaksi kartu ATM, jumlah mesin ATM di bank juga kian susut. Berdasarkan data Surveillance Perbankan Indonesia yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pada paruh pertama 2023, bank umum konvensional di Indonesia memiliki 91.516 terminal perbankan ATM/CDM/CRM. 

Kemudian, terjadi penyusutan terminal perbankan ATM/CDM/CRM 256 unit dalam kurun waktu tiga bulan atau dibandingkan kuartal sebelumnya. Sementara dalam setahun, jumlah mesin ATM itu berkurang 2.934 unit.

Transaksi Digital Melesat 

Berbeda nasibnya dengan transaksi via kartu, transaksi digital perbankan di Indonesia tumbuh moncer. Berdasarkan data BI, pada November 2023, nilai transaksi digital banking tercatat mencapai Rp5.163,76 triliun atau tumbuh sebesar 13,21% YoY. Sementara, nilai transaksi uang elektronik meningkat 16,95% YoY menjadi Rp41,30 triliun.


Ilustrasi konsumen melakukan transaksi menggunakan kartu kredit/Freepik

Lalu, nominal transaksi QRIS tercatat tumbuh 157,43% YoY sehingga mencapai Rp24,90 triliun, dengan jumlah pengguna 45,03 juta dan jumlah merchant 30,12 juta yang sebagian besar merupakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital tetap kuat didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada beberapa waktu lalu. 

Sejumlah perbankan pun mencatatkan nilai transaksi digital yang pesat. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) misalnya mencatatkan nilai transaksi digital Rp874 triliun pada kuartal III/2023, tumbuh 53,6% YoY. Sementara, jumlah transaksi digital di BNI mencapai 738 juta, naik 75,3% YoY. 

Berbeda dengan volume transaksi di ATM di BNI yang tercatat menyusut 16,13% YoY menjadi 884 juta pada kuartal III/2023, dibandingkan dengan 1,05 miliar transaksi pada kuartal III/2022. 

Nilai transkasi ATM di BNI juga turun 6,81% YoY dari Rp514 triliun pada kuartal III/2022 menjadi Rp479 triliun pada kuartal III/2023.

Baca juga: Menguji Rapor Kinerja Industri Bank Tetap Hijau

SEVP Digital Business BNI Rian Eriana Kaslan mengatakan layanan digital di BNI memang melaju pesat. Salah satu katalisator dari pertumbuhan itu adalah peningkatan kinerja dan stabilitas aplikasi.

"Kami juga sedang mempersiapkan terobosan inovasi untuk memberikan solusi yang terbaik bagi nasabah kami dalam melakukan transaksi keuangan sehari-hari," ujarnya pada Bisnis bulan lalu. 

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) juga mencatatkan pertumbuhan nilai transaksi digital yang melesat 46% YoY mencapai Rp2.400 triliun. Lalu, volume transaksi digital mencapai 2 miliar, naik 46% YoY.

Senior Vice President Transaction Bank Retail Sales Group Bank Mandiri Thomas Wahyudi sebelumnya mengatakan tren penyusutan transaksi memakai kartu, termasuk di ATM itu memang terjadi seiring pesatnya digitalisasi.

"Tren [transaksi digital] ini juga cukup berkembang, terlihat dari pertumbuhan transaksi cardless yang relatif tinggi," ujarnya pada beberapa waktu lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.