Free

Masih Jauh Cakupan Pipa Air Minum Indonesia

Meski telah 78 merdeka, cakupan perpipaan air minum di Indonesia baru mencapai 19,47%.

Alifian Asmaaysi

1 Feb 2024 - 21.28
A-
A+
Masih Jauh Cakupan Pipa Air Minum Indonesia

Air minum dalam kemasan

Bisnis, JAKARTA – Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) mengungkap kondisi pelayanan air minum di Indonesia masih memerlukan banyak perhatian. Cakupan perpipaan saat ini masih rendah, jauh dari target rencana jangka menengah. 

Ketua Umum Pusat Perpamsi, Lalu Ahmad Zaini mengatakan meski telah 78 merdeka, cakupan perpipaan air minum di Indonesia baru mencapai 19,47%.

Baca juga: Ikut Aktif Mengawasi Peredaran Beras SPHP di Masyarakat

Sementara itu, saat ini cakupan saluran perpipaan untuk kebutuhan sanitasi RI tercatat baru mencapai 7 juta sambungan rumah atau sebesar 10,16%.

Padahal, apabila mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2030 pemerintah menargetkan sambungan perpipaan air dan sanitasi RI dapat mencapai 30%.

Artinya, tambah Zaini, dalam kurun waktu 6 tahun mendatang pemerintahan baru harus menaruh perhatian serius dalam membangun saluran perpipaan air dan sanitasi tersebut.


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kompleks Jakabaring Sport City (JSC) di Kota Palembang, Sumatra Selatan./Dok. PUPR

"Mau siapapun yang terpilih, PR-nya adalah mewujudkan target yang ditargetkan dalam RPJMN [yang masih kurang] sebesar 10%," kata Zaini dalam agenda Dialog Terbatas Program Air Minum dan Sanitasi Capres dan Cawapres 2024, Kamis (1/2/2024).

Perpamsi memproyeksi untuk melengkapi 10% saluran perpipaan air dan sanitasi tersebut, biaya yang dibutuhkan tidaklah sedikit atau mencapai Rp300 triliun.

Baca juga: Cakupan Pipa Air Minum RI Capai 19,47%, Jauh Dari Target

Dengan demikian, hingga 2030 mendatang, pemerintah setidaknya perlu untuk mengalokasikan dana sebesar Rp50 triliun setiap tahunnya demi mencapai target tersebut.

"Kalau kita kira-kira untuk 10% itu paling sedikit butuh anggaran Rp300 triliun, artinya paling tidak setiap tahun akan mengalokasikan Rp50 triliun. Itu jika kita ingin mewujudkan RPJMN, apalagi kita mewujudkan indonesia maju tahun 2045 mencapai 100%, makin sulit lagi itu tercapai," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.