Masyarakat Mudik, Permintaan AMDK Naik

Pertumbuhan permintaan saat Ramadan dan Lebaran bisa tumbuh dua digit hingga 15 persen secara bulanan. Terlebih, pemerintah juga sudah mengizinkan masyarakat untuk kembali mudik pada tahun ini dengan sejumlah protokol kesehatan yang ketat.

Wike D. Herlinda

28 Apr 2022 - 14.30
A-
A+
Masyarakat Mudik, Permintaan AMDK Naik

Ilustrasi air minum dalam kemasan/istimewa

Bisnis, JAKARTA — Momentum mudik Lebaran 2022 menjadi angin segar bagi produksi dan penjualan minuman dalam kemasan. Kebiasaan pulang kampung dan bersilaturahmi di kalangan masyarakat Indonesia digadang-gadang mengerek permintaan terhadap industri air minum.

Ketua Umum Asosiasi Industri Air Minum Dalam Kemasan (Aspadin) Rachmat Hidayat mengatakan pertumbuhan permintaan saat Ramadan dan Lebaran bisa tumbuh dua digit hingga 15 persen secara bulanan. 

Terlebih, pemerintah juga sudah mengizinkan masyarakat untuk kembali mudik pada tahun ini dengan sejumlah protokol kesehatan yang ketat.

Pertumbuhan itu menjadi penggerak utama capaian sepanjang tahun. Secara tahunan, Rachmat membidik pertumbuhan 5 persen untuk 2022 dengan kewaspadaan pandemi yang belum sepenuhnya mereda.

"Puasa sampai lebaran itu booster dari pertumbuhan. Katakanlah kami punya target pertumbuhan 5 persen. Harapannya antara bulan Ramadan sampai Lebaran ini, bisa tumbuh double digit dibanding bulan sebelumnya," kata Rachmat saat dihubungi, belum lama ini. 

Volume produksi tahun ini ditaksir mencapai 32,41 miliar liter, tumbuh 5 persen dari capaian tahun lalu sekitar 30,87 miliar liter. 

Air minum dalam galon guna ulang (GGU) menjadi kontributor terbesar yakni 70 persen, sedangkan sisanya dikontribusikan oleh produk air minum botol dan gelas. 

Dengan proyeksi pertumbuhan tersebut, utilitas kapasitas produksi diperkirakan bisa konsisten di angka 80 persen.

Terkait tekanan lonjakan harga bahan baku, kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 11 persen, dan kenaikan harga BBM, industriawan sangat berhati-hati untuk menaikkan harga. Sejauh ini tekanan-tekanan tersebut berupaya diredam dengan berbagai efisiensi.

"Kami saat ini memang melakukan berbagai hal, termasuk menata ulang proses bisnis agar lebih optimum. Barulah kalau semua itu tetap belum menutup kenaikan biaya-biaya, tentu akan ada penyesuaian harga," jelasnya. (Reni Lestari)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Wike Dita Herlinda

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.