Free

Mau Beli Rumah? Kenali Perbedaan KPR Rumah Subsidi dan Nonsubsidi

KPR subsidi dan nonsubsidi memiliki sejumlah perbedaan mendasar. Kenali perbedaan di antara keduanya sebelum memutuskan pilihan yang tepat untuk Anda.

Redaksi

Apr 23, 2024 - 6:18 PM
A-
A+
Mau Beli Rumah? Kenali Perbedaan KPR Rumah Subsidi dan Nonsubsidi

Bisnis, JAKARTA — Kredit Pemilikan Rumah (KPR) merupakan salah satu skema alternatif untuk membeli rumah. Penting bagi calon pembeli untuk memahami skema KPR ini, agar dapat menentukan pilihan pembayaran yang paling cocok.

Perlu diketahui, KPR memiliki 2 jenis yaitu KPR subsidi dan nonsubsidi. Mudahnya KPR subsidi merupakan jenis KPR yang disediakan oleh pemerintah untuk membantu masyarakat memiliki rumah.

Terdapat perbedaan antara KPR subsidi dan nonsubsidi. Berikut kami rangkum beberapa perbedaannya.

 

Definisi

Pengertian KPR subsidi adalah kredit pemilikan rumah yang mendapat bantuan pemerintah berupa keringanan biaya untuk uang muka ataupun suku bunga. Fasilitas ini ditujukan khusus untuk kelompok masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Sementara itu, KPR nonsubsidi tidak mendapat bantuan pemerintah, dan ditujukan untuk semua kalangan termasuk masyarakat berpenghasilan rendah, menengah, dan menengah ke atas. KPR nonsubsidi dilaksanakan oleh bank umum kepada masyarakat.

 

Syarat Pengajuan

Syarat pengajuan antara KPR subsidi dan nonsubsidi menjadi perbedaan pertama. Pasalnya, KPR subsidi merupakan program bantuan pemerintah, sehingga syarat & kualifikasinya lebih ketat daripada KPR nonsubsidi.

Untuk lebih lengkapnya, di bawah ini rincian syarat pengajuan KPR subsidi dan nonsubsidi:



KPR subsidi:

1. Warga Negara Indonesia (WNI) dan berdomisili di wilayah Indonesia

2. Usia minimal 21 tahun atau telah menikah

3. Masa kerja atau telah memiliki usaha selama minimal 1 tahun

4. Belum pernah memiliki rumah pribadi

5. Belum pernah mendapat subsidi kepemilikan rumah dari pemerintah

6. Berpenghasilan maksimum Rp4.000.000 untuk rumah sejahtera tapak dan Rp7.000.000 untuk rumah sejahtera susun

7. Mempunyai NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)

8. Mempunyai SPT (Surat Pemberitahuan)

9. Mempunyai PPH (Pajak Penghasilan)

10. Ketika kredit telah lunas, usia maksimum karyawan adalah 60 tahun dan 65 tahun bagi tenaga profesional

 

KPR Nonsubsidi:

1. Warga Negara Indonesia (WNI) dan berdomisili di wilayah Indonesia

2. Berusia minimal 18 tahun atau telah menikah

3. Berstatus karyawan, pengusaha, atau profesional

4. Untuk karyawan, wajib memiliki masa kerja minimal 1 tahun dan telah berpengalaman kerja minimal 2 tahun

5. Untuk pengusaha dan profesional, minimal telah menggeluti bidangnya selama 2 tahun

6. Ketika kredit telah lunas, usia maksimum karyawan yakni 55 tahun dan 65 tahun bagi pengusaha atau profesional.


 

Harga 

KPR bersubsidi mendapat bantuan pembiayaan khusus dari pemerintah, sehingga harga rumah subsidi menjadi lebih terjangkau apabila dibandingkan dengan KPR non subsidi.

Harga rumah KPR subsidi pemerintah rata-rata berkisar antara Rp100 juta hingga Rp300 juta. Sementara itu, harga rumah KPR nonsubsidi bervariasi dan lebih mahal, umumnya berada di atas angka Rp300 juta.

 

Jenis Suku Bunga

Perbedaan KPR subsidi dan nonsubsidi yang selanjutnya terletak pada jenis suku bunganya. KPR nonsubsidi terdiri dari 2 jenis suku bunga, yakni bunga tetap (fixed/flat rate) dan bunga mengambang (floating rate).

Bunga tetap adalah jenis bunga yang tidak mengalami perubahan dari awal kredit hingga pelunasan. Artinya, meskipun saldo pinjaman Anda telah berkurang, maka jumlah cicilan yang perlu dibayar akan tetap sama.

Adapun, bunga mengambang adalah jenis suku bunga yang mengikuti perkembangan tingkat bunga pasar uang. Sehingga jumlah cicilan pun akan berubah-ubah.

Apabila suku bunga di pasaran melonjak, maka jumlah kredit Anda secara otomatis akan bertambah. Sebaliknya, jika bunga di pasar uang tengah mengalami penurunan, kredit atau cicilan pun juga ikut menurun.

Sementara itu, KPR subsidi hanya menerapkan satu suku bunga saja yakni bunga tetap sebesar 5%.

 

Tipe Rumah

Ukuran atau tipe rumah KPR subsidi dan nonsubsidi tentu berbeda. Rumah KPR subsidi memiliki luas maksimal 36 m persegi (tipe 36), sedangkan luas rumah KPR nonsubsidi bisa lebih dari 36 m persegi.

 

Fasilitas

Fasilitas rumah KPR nonsubsidi juga tentu berbeda dengan yang dimiliki oleh KPR subsidi. Rumah nonsubsidi umumnya lebih lengkap dari rumah bersubsidi yang hanya dilengkapi dengan kamar tidur, kamar mandi, dan ruang tamu.

 

Lokasi Rumah

Lokasi rumah subsidi rata-rata jauh dari pusat kota, karena tujuan utama pembangunan tersebut yakni untuk mengembangkan kota baru. Sementara itu, rumah KPR nonsubsidi umumnya berlokasi strategis di pusat kota dekat dengan fasilitas umum.

 

Masa Renovasi Rumah

Rumah bersubsidi menerapkan peraturan di mana hunian tersebut baru dapat direnovasi setelah 2 tahun pertama. Berbeda dengan KPR nonsubsidi, yang dapat leluasa direnovasi tanpa ketentuan waktu minimal maupun maksimal.


(Reporter: Muhammad Fauzan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Emanuel Berkah Caesario

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.