Mayoritas Mata Uang Asia Tertekan, Rupiah Semakin Loyo

Indeks dolar AS terus menguat menjelang pengumuman kebijakan baru the Fed pada Kamis (4/11/2021) dini hari waktu Indonesia.

Annisa Kurniasari Saumi

3 Nov 2021 - 16.35
A-
A+
Mayoritas Mata Uang Asia Tertekan, Rupiah Semakin Loyo

Karyawati salah satu bank memperlihatkan uang rupiah dan dolar di Jakarta, Kamis (29/4/2021). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus melemah. Hal itu dipicu oleh rencana Federal Reserve mengumumkan kebijakan barunya pada Rabu (3/11/2021) waktu setempat.

Berdasarkan data Bloomberg yang diliris dari bisnis.com, mata uang Garuda ditutup melemah 62,5 poin atau 0,44 persen ke level Rp14.313 per dolar AS pada pukul 14.59 WIB. Selain mata uang Garuda, sejumlah mata uang Asia juga tertekan, seperti dolar Singapura yang turun 0,04 persen, won Korea Selatan yang melemah 0,59 persen, dan peso Filipina terkoreksi 0,38 persen.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau menguat 0,013 poin atau 0,01 persen ke level 94,103 pada pukul 14.55 WIB. Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi, mengatakan investor akan fokus pada keputusan terbaru The Federal Reserve AS.

"Investor akan menilai rencana bank sentral AS untuk memerangi kenaikan inflasi dan menenangkan kekhawatiran tentang pemulihan ekonomi dari Covid-19," ujar Ibrahim, Rabu (3/11/2021).

ia melanjutkan, the Fed akan menurunkan keputusannya di kemudian hari, yang diperkirakan akan mengungkapkan timeline pengurangan asetnya. Selain itu, Bank of England juga akan memberikan keputusannya pada Kamis.

Sementara di Jepang, pembuat kebijakan menegaskan komitmen Bank of Japan untuk target inflasi 2 persen. Dari dalam negeri, para ekonom terus melakukan identifikasi mengenai perkiraan pertumbuhan ekonomi di kuartal III/2021 yang kemungkinan masih cukup bagus.

Di sisi lain, gelombang Covid-19 yang terjadi di awal kuartal III/2021 mendorong kemungkinan terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi, seiring pengetatan mobilitas masyarakat di kuartal tersebut. Ekonomi Indonesia di kuartal III/2021 diperkirakan akan tumbuh 4,1 persen dengan kisaran 3,9 persen hingga 4,3 persen, setelah melonjak 7,07 persen pada triwulan sebelumnya.

Dengan sentimen tersebut, Ibrahim memproyeksi  mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif, tetapi ditutup melemah di rentang Rp14.290-Rp14.330 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Febrina Ratna Iskana

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.