Free

Mazda Targetkan Seluruh Model Bertenaga Listrik 2030

Mazda Motor berencana menuntaskan elektrifikasi atas semua model kendaraannya pada 2030. Mencakup tiga fase strategi, pabrikan asal Hiroshima ini menggandeng sejumlah mitra dalam proyek pengembangan dan produksi unit penggerak listrik.

Fatkhul Maskur

24 Nov 2022 - 10.00
A-
A+
Mazda Targetkan Seluruh Model Bertenaga Listrik 2030

Bisnis, JAKARTA - Mazda Motor berencana menuntaskan elektrifikasi atas semua model kendaraannya pada 2030. Mencakup tiga fase strategi, pabrikan asal Hiroshima ini menggandeng sejumlah mitra dalam proyek pengembangan dan produksi unit penggerak listrik. 

Akira Marumoto, Representative Director, President and CEO Mazda Mazda Motor Corporation, mengatakan bahwa elektrifikasi adalah salah satu dari tiga inisiatif kunci dalam strategi jangka menengah 2030.

"Selama periode transisi ke EV hingga 2030, kami menggunakan pendekatan multi-solusi, termasuk mesin pembakaran internal, teknologi elektrifikasi, dan bahan bakar alternatif," katanya dalam Briefing on Mid-Term Management Plant Update and Management Policy up to 2030, Selasa (22/11/2022).

Mazda menargetkan model kendaraan listriknya mengontribusi 20%-40% terhadap penjualan globalnya pada 2030, mengingat kebijakan elektrifikasi masing-masing negara atau peraturan yang lebih ketat.

Di tengah kondisi yang semakin menantang, Mazda akan menggunakan pendekatan tiga fase elektrifikasi. "Kami akan maju selangkah demi selangkah dalam elektrifikasi model bersama perusahaan partner kami," katanya.

Fase 1

Pada fase pertama, Mazda akan sepenuhnya menggunakan aset teknologi yang dimilikinya, mencakup teknologi elektrifikasi yang beragam, untuk mewujudkan rencana meluncurkan produk yang atraktif, yang tentu saja diselaraskan dengan regulasi di pasar.

Seperti disampaikan sebelumnya, Mazda telah mengumpulkan aset teknologi elektrifikasi berdasarkan konsep Building Block. Mazda juga telah menuntaskan investasi pada Multisolution Scalable Architecture untuk produk mobil kecil maupun mobil besar.

Pada fase ini, dimulai dari CX-60, Mazda akan memperkenalkan CX-70, CX-80, dan CX-90 dengan teknologi PHEV dan mesin diesel dengan sistem hibrida ringan. Sebagai tambahan, Mazda juga akan mengembangkan teknologi BEV.

Fase 2

Pada fase kedua, Mazda berupaya menekan emisi CO2 dengan meningkatkan keekenomian bahan bakar. Berdasarkan teknologi yang dikuasainya, Mazda akan memperkenalkan teknologi hibrida baru, melanjutkan kemampuan teknologi multielektrifikasi.

Selaran dengan pengenalan kendaraan listrik di China, di mana elektrikasi maju pesat, Mazda juga akan meluncurkan mobil listrik secara global. Pada mobil ICE, Mazda akan mendorong efisiensi pada aplikasi teknologi ke arah penyempurnaan efisiensi termal dan kemungkinan menggunakan bahan bakar lestari.

Sebagai tambahan, melanjutkan elektrifikasi, Mazda menilai pentingnya membangun teknologi elektrifikasi di kawasan untuk melanjutkan keberadaan bersama dan kemakmuran bersama dengan pemasok lokal.

Lebih lanjut, untuk memperkenalkan pengembangan teknologi produksi yang efisien untuk unit penggerak listrik dan membangun kerangka produksi dan pasok untuk unit penggerak elektrifikasi, Mazda membangun perusahaan patungan dengan Ondo Corporationb, Hiroshima Aluminium Industry Co. Ltd., dan Hirotec Corporation.

"Kami akan memangkas lapisan rantai pasok dan pekerjaan untuk meningkatkan daya saing unit."

Selanjutnya, untuk mempertajam nilai kesenangan berkendara dalam era elektrifikasi, untuk membangun investers termasuk semikonduktor silicon carbide power, Mazda membuat kesepahaman patungan tiga pihak dengan Wohm Co. Ltd dan Imasen Electric Industrial Co. Ltd., dan menandatangan kesepahaman bersama Fukuta Elec.& Mach Co. Ltd untuk teknologi motor.

Motor, inverter dengan semikonduktor daya, dan gigi reduksi, unit penggerak listrik adalah bagian penting dari elektrifikasi kendaraan. "Kami akan melangkah maju dengan mengembangkan unit penggerak listrik masa depan."

■ Kerangka untuk Pengembangan dan Produksi Unit Penggerak Listrik


Adapun untuk baterai akan dipasok oleh perusahaan mitra sembari mendorong riset dan pengembangan atas teknologi baterai mutakhir yang diadopsi dari Green Innovation Fund Project pada fasilitas Mazda selama dua fase.

Saat ini, Mazda baru saja menyelesaikan kesepakatan dengan Envision AESC untuk pengadaan baterai pada produksi mobil listrik di Jepang.

Fase 3

Pada fase ketiga, ketiga Mazda masuk pada model sepenuhnya listrik baterai. Pada saat yang sama, pabrikan ini juga akan membuka kemungkinan investasi di industri baterai dengan mempertimbangkan dinamika lingkungan eksternal dan perkembangan basis keuangan internal.

Selama tiga fase, Mazda akan mengimplementasikan strategi elektrifikasi berbasis karakter lokal dan ketentuan lingkungan untuk membuat kontribusi atas penyelesaikan masalah sosial dan pemanasan global.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Fatkhul Maskur

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.