McDonald's Akuisisi Pemilik Waralaba di Israel

McDonald's memutuskan mengambil alih waralaba di Israel dari pemegang merek lokal Alonyal Limited. Alasan akuisisi tidak dijelaskan, meski brand ini menjadi pusat boikot setelah pecahnya perang Isreal-Hamas.

Aprianto Cahyo

7 Apr 2024 - 14.36
A-
A+
McDonald's Akuisisi Pemilik Waralaba di Israel

Bisnis, JAKARTA - McDonald's memutuskan mengambil alih waralaba  di Israel dari pemegang merek lokal Alonyal Limited. Alasan akuisisi tidak dijelaskan, meski brand ini menjadi pusat boikot setelah pecahnya perang Isreal-Hamas. 

Alonyal merupakan pengelola lokal dari McDonald's yang telah mengembangkan bisnis hingga 225 outlet dan mempekerjakatan 5.000 orang. 

CEO McDonald’s Chris Kempczinski mengatakan bahwa sebelumnya perusahaan telah mengalami dampak bisnis yang signifikan dari aksi boikot, terutama di pasar di Timur Tengah dan beberapa pasar di luar wilayah tersebut akibat konflik Israel-Hamas.

"Selama lebih dari 30 tahun, Alonyal Limited telah dengan bangga membawa Golden Arches (simbol McDonald’s) ke Israel dan melayani komunitas kami," kata CEO dan pemilik Alonyal Omri Padan dalam sebuah pernyataan.

McDonald's menambahkan bahwa mereka tetap berkomitmen terhadap pasar Israel dan untuk memastikan pengalaman karyawan dan pelanggan yang positif di pasar tersebut di masa mendatang.

Setelah penyelesaian transaksi dalam beberapa bulan mendatang, McDonald's akan memiliki gerai dan operasi Alonyal sambil mempertahankan karyawannya. Kedua perusahaan tidak mengungkapkan persyaratan transaksi.

Pada Februari, Kempczinski mengatakan bahwa perang telah memberikan dampak signifikan terhadap penjualan di negara-negara Timur Tengah dan negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim seperti Malaysia dan Indonesia.

"Selama konflik ini, perang ini, masih berlangsung... kami tidak berharap untuk melihat perbaikan yang signifikan dalam hal ini. Ini adalah tragedi kemanusiaan, apa yang sedang terjadi, dan saya rasa hal ini membebani merek-merek seperti kami,” kata Kempczinski.

Pertumbuhan penjualan untuk divisi jaringan restoran cepat saji di Timur Tengah, China, dan India selama kuartal IV/2024 hanya sebesar 0,7%, jauh di bawah ekspektasi pasar yang sebesar 5,5%.

Penurunan ini terjadi setelah para pelanggan di negara-negara mayoritas Muslim menyerukan boikot terhadap McDonald's sebagai tanggapan atas pengumuman Alonyal. Para pemegang waralaba di negara-negara termasuk Mesir, Yordania, dan Arab Saudi menjauhkan diri dari donasi dan secara kolektif menjanjikan bantuan jutaan dolar kepada warga Palestina di Gaza.

Sementara itu, CEO dan pemilik Alonyal, Omri Padan merupakan sosok yang dianggap berseberangan dengan orang Isrel, terutama para pemukim Israel di wilayah kependudukan Tepi Barat. Dalam laporan BBC, Padan menolak membangun gerai di wilayah tersebut karena tidak ingin mendekati wilayah kependudukan. 

Padan juga sempat menjadi anggota lembaga nirlaba Peace Now yang mendukung perdamaian dua negara dan menyerukan bahwa pemukiman di tanah yang diperebutkan adalah ilegal. 

Seorang ahli manajemen yang tidak ingin disebutkan identitasnya mengatakan mereka yang protes terhadap keputusan donasi makanan gratis untuk tentara Israel akan marah karena Padan bakal makin kaya setelah aksi akuisisi ini. 

"Saya mengerti. Mereka membeli kembali waralaba untuk mendapatkan kembali kendali tetapi saya tidak yakin mereka akan melakukannya," kata sumber tersebut. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Nindya Aldila

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.