Free

Memacu Produksi dan Ekspor Aluminium RI

Perkembangan ekspor aluminium ke Australia memang terus meningkat signifikan dari tahun ke tahun. Bahkan, saat Pandemi Covid, permintaan aluminium extrusion merek Alca Metals oleh pasar Australia terus meningkat secara konsisten.

Afiffah Rahmah Nurdifa

12 Mei 2024 - 14.11
A-
A+
Memacu Produksi dan Ekspor Aluminium RI

Ilustrasi aluminium

Bisnis, JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat pasar produksi Aluminium di Indonesia. Salah satunya dengan menggandeng United Emirated Arab (UEA). 

Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Didi Sumedi menuturkan pihaknya menyasar investor UEA agar masuk ke sektor hilirisasi terutama green aluminium. Nantinya proyek green aluminium ini akan digarap di Sumatra dan Sulawesi Barat sehingga Indonesia bisa menjadi leading market di dunia. 

“Harapan kami green aluminium bisa diproduksi di Indonesia. Saat ini memang masih penjajakan UEA dengan perusahaan swasta di Indonesia,” ujarnya dikutip Minggu (12/5/2024). 

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (Ilmate) Kementerian Perindustrian Taufiek Bawazier menuturkan hilirisasi aluminium memiliki potensi menjanjikan, kendati minat investasi dan ekspansi produksi dari smelter existing masih minim. 

Berdasarkan data Kemenperin, hingga saat ini, hanya terdapat dua industri smelter aluminium di Indonesia dengan kapasitas input sebanyak 1 juta ton. Sementara itu, Kemenperin menargetkan 1,5 juta-2 juta ton produksi aluminium pada 2025. 

Menurutnya,  potensi nilai tambah yang dihasilkan dari proses bauksit ke alumina hingga aluminium sangat tinggi sehingga investasi perlu digenjot. Hilirisasi aluminium juga penting untuk menyongsong energi terbarukan dan produk-produk aluminium yang banyak diserap untuk proyek panel sel surya dengan potensi peningkatan nilai tambah hingga 23,4 kali lipat. Terlebih, aluminium juga penting untuk produk hilir, terutama untuk kemasan makanan dan kebutuhan sehari-hari lainnya. 

Kita setahun hampir 1 juta ton produksi aluminium itu yang kita butuhkan,” katanya. 

Baca Juga: Penghiliran Aluminium Kurang Banyak


Bidik Pasar Australia

Sementara itu, PT. Alfo Citra Abadi (Alca Metals Indonesia) membidik peningkatan pasar ekspor aluminium di Australia. Hal itu dilakukan dengan menggandeng Capral Aluminium Australia sebagai upaya memperkuat pasar aluminium extrusion Australia. 

CEO Alca Metals Paidy Lukman mengatakan perkembangan ekspor aluminium ke Australia memang terus meningkat signifikan dari tahun ke tahun. Bahkan, saat Pandemi Covid, permintaan aluminium extrusion merek Alca Metals oleh pasar Australia terus meningkat secara konsisten. 

Sejak tahun 2006, Australia memang telah menjadi salah satu tujuan pasar ekspor aluminium Alca Metals. 

“Capral melihat potensi produk Alca Metals dan menawarkan untuk menumbuhkan bisnis bersama melalui kerjasama keagenan jangka panjang,” katanya. 

Sejak awal berdiri tahun 1939, Capral merupakan nama terakhir yang digunakan sebagai merek dagang, setelah melakukan dua kali pergantian nama dari British Aluminium Australia menjadi Alcan dan terakhir Capral. 

Menurutnya, kiprah Capral dalam penguasaan pasar aluminium terbilang cukup terkenal. Mereka telah menguasai pasar aluminium Australia pada lima segmen bisnis utama, yakni konstruksi, transportasi, solar panel, industri kapal, dan cool room.

Adapun dalam perdagangan bebas dunia, Capral dikenal sebagai produsen dan distributor aluminium terbesar yang tidak imun dari pengaruh ekspor produsen aluminium dari negara-negara saingan seperti Tiongkok dan Indonesia.

Karenanya, setelah melakukan berbagai survey, manajemen Capral pada tahun 2020 lalu memutuskan untuk menjadi agen produk aluminium extrusion merek Alca Metals. 

“Setelah beberapa tahun menjual produk Alca Metals dan melihat potensi besar, Capral akhirnya mengajukan diri sebagai agen tunggal aluminium extrusion Alca Metals untuk pasar di Negeri Kanguru itu,” katanya. 

Dia menilai dengan adanya kerjasama ini, aktivitas ekspor alumnium Alca Metals ke Australia tetap terjamin selama durasi masa kontrak meski situasi perekonomian dunia belum sepenuhnya stabil akibat dihantam berbagai krisis geopolitik. . 

Lalu, Capral selama ini dikenal menguasai pasar aluminium ekstrusi untuk sektor perkapalan di Australia, baik kapal besar, yacht, tongkang maupun ponton. 

“Ini artinya, pasar Alca Metals punya kesempatan untuk berkembang lebih besar lagi di Australia,” ucapnya. 

Selain itu, pasar aluminium untuk industri perkapalan memiliki persyaratan sangat ketat dan memerlukan pabrik yang telah familiar dengan pasar internasional dimana Alca Metals sendiri merupakan eksportir aluminium terbesar di Indonesia selama beberapa tahun dan telah sangat mengerti ekspektasi pasar ekspor. 

“Meskipun Alca Metals merupakan salah satu pemasok industri perkapalan di USA & Kanada, namun mampu menambah satu pipeline baru ke dalam portfolio customer kami yakni perkapalan di Australia Ini merupakan hal yang sangat positif untuk pertumbuhan Alca Metals,” tuturnya.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Yanita Petriella

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.