Free

Memahami Tantangan dan Peluang ‘Live Commerce’

Popularitas ‘live commerce’ terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Meski begitu, terdapat tantangan dan peluang atas kegiatan belanja daring yang digabung dengan siaran langsung ini.

Redaksi

17 Apr 2024 - 13.07
A-
A+
Memahami Tantangan dan Peluang ‘Live Commerce’

Warganet sedang menyaksikan live commerce. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis, JAKARTA – Live commerce menggabungkan kegiatan belanja online dengan siaran langsung atau live streaming. Dengan begitu, pembeli dan penjual dapat berinteraksi secara langsung.

Live commerce pertama kali diperkenalkan di China pada pertengahan dekade 2010. Meningkatnya popularitas live commerce didorong oleh minat masyarakat di Asia terhadap budaya influencer serta live streaming.

Di sisi lain, perkembangan live commerce di mayoritas negara barat cenderung lebih lambat. Hal ini disebabkan oleh adanya kebiasaan atau budaya yang berbeda dengan segmen masyarakat di Asia. 

Baca juga: TikTok Kembangkan Iklan Produk melalui Influencer AI

Beberapa platform e-commerce konvensional yang telah terjun dalam penggunaan live commerce yakni di antaranya Amazon dan Alibaba. Selain itu, ada juga platform media sosial seperti TikTok dan Youtube yang juga ikut meramaikan industri baru ini.

Live commerce memberikan peluang yang tidak dimiliki oleh e-commerce umumnya. Dia menyediakan wadah interaksi secara real time kepada pembeli dan penjual. Melalui siaran secara daring, pembeli dapat menyaksikan demonstrasi barang secara langsung, bertanya kepada penjual, serta mendapatkan imbal balik secara langsung.

Terdapat transparansi serta jaminan produk yang lebih tinggi di live commerce. Tidak sedikit pembeli skeptis terhadap kualitas produk yang mereka beli di e-commerce konvensional. Live commerce memberikan peluang bagi pembeli untuk melihat produk yang ditawarkan secara langsung.



Melalui live commerce, peluang bagi penjual untuk membangun komunitas yang stabil jauh lebih besar dibandingkan e-commerce konvensional.

Terdapat kekuatan spontanitas yang besar di platform live commerce. Hal ini dapat dimanfaatkan untuk menarik perhatian konsumen misalnya melalui penawaran-penawaran terbatas.

Live commerce memberikan ruang baru bagi influencer yang mampu meningkatkan popularitas serta reputasinya untuk meningkatkan angka penjualan.

Baca juga: Prospek Cerah Pertumbuhan Dagang-el

Namun, live commerce juga memiliki beberapa tantangan tersendiri. Praktik ini dapat terganggu oleh gangguan teknis karena penggunaan internet. Hampir semua platform live commerce masih berada di tahap perkembangan awal, sehingga masih banyak aspek yang perlu ditingkatkan

Penjual yang melakukan live streaming barangkali tidak mampu berkomunikasi dengan jelas kepada seluruh pembeli. Hal ini dapat terjadi ketika penjual harus merespon beberapa pembeli sekaligus di waktu yang bersamaan.

Live commerce sangat rawan dengan pencurian data terutama informasi pribadi yang dimiliki oleh pembeli dan penjual. (Muhammad Nishfi Azriel) 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.