Membayar Penantian Panjang Jemaah Haji Indonesia

Tahun ini, Raja Salman memutuskan jemaah yang dapat berhaji adalah mereka yang berusia di bawah 65 tahun atau sebelum 30 Juni 1957. Selain itu, peserta juga diwajibkan telah menerima vaksinasi lengkap.

Rayful Mudassir
May 9, 2022 - 12:56 PM
A-
A+
Membayar Penantian Panjang Jemaah Haji Indonesia

Bisnis, JAKARTA - Ikhwan Is semringah. Kebahagiaan jelas terlihat dari raut wajahnya. Setelah menunggu selama 11 tahun sejak 2011, akhirnya dia mendapat panggilan untuk berangkat haji ke Mekah, Arab Saudi. 

“Alhamdulillah tahun ini akhirnya dapat giliran ke Baitullah. Meskipun Arab Saudi memangkas kuota jemaah haji sebesar 50 persen, kami masuk dalam 50 persen itu,” ceritanya kepada Bisnis, Senin (9/5/2022). 

Ikhwan bersama istrinya, Rasnidar adalah dua dari hanya tiga orang di Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh yang berkesempatan menunaikan rukun Islam kelima pada tahun ini.

Sejatinya, tujuh orang mendapat jatah berangkat tahun ini dari Kecamatan Meureubo. Namun, aturan terbaru dari Kerajaan Arab Saudi membuat empat orang lainnya tidak memenuhi ketentuan untuk terbang ke Masjidil Haram.

Tahun ini, Raja Salman memutuskan jemaah yang dapat berhaji adalah mereka yang berusia di bawah 65 tahun atau sebelum 30 Juni 1957. Selain itu, peserta juga telah mendapatkan vaksinasi lengkap. Namun, empat calon jemaah di kecamatan itu telah berusia di atas 65 tahun.

Ketentuan ini berbeda dengan regulasi sebelum pandemi. Jemaah berusia berapapun tetap dipersilakan untuk menunaikan haji. Asalkan, mereka dinyatakan mampu untuk menjalankan ibadah haji. 

Memang, Kementerian Haji Arab Saudi mulai membuka kesempatan bagi umat Islam untuk menjalankan ibadah haji tahun ini. Keputusan ini diambil setelah dua tahun sebelumnya haji dilaksanakan secara terbatas. 


Pelaksanaan ibadah haji 2020./Bloomberg



Bahkan di Indonesia, pemerintah memutuskan untuk menunda pelaksanaan haji pada 2020 akibat meluasnya pandemi Covid-19. Tahun lalu, Saudi hanya mengizinkan 477 orang jemaah ke Baitullah. Haji pada masa itupun dilaksanakan dengan sangat ketat. 

Sementara itu pada tahun ini, Arab Saudi lebih melunak. Indonesia mendapatkan kuota haji reguler sebesar 92.825 jemaah dan 7.226 jemaah haji khusus serta kuota petugas 1.901 orang. Alhasil total kuota haji Indonesia adalah 100.051 orang.

Jumlah ini sekitar setengah dari kuota haji saat sebelum pandemi. Pada 2019, RI mendapatkan kuota haji 221.000 jemaah. Jumlah ini sama dengan kuota 2020 menjadi 221.000 orang. Namun pada tahun itu, pemerintah memutuskan untuk menunda haji akibat meluasnya penyebaran Covid-19.

Persiapan

Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama kini terus mempersiapkan layanan bagi jemaah haji. Proses finalisasi dikebut, khususnya setelah adanya kepastian jumlah kuota jemaah Indonesia.

Dirjen PHU Hilman Latief mengatakan bahwa waktu yang tersedia untuk finalisasi penyiapan layanan tidak banyak. Pemerintah Arab Saudi baru mengumumkan kepastian kuota pada pertengahan April 2022. Sedangkan jemaah kloter pertama akan diberangkatkan pada 4 Juni 2022. 

Kementerian mempersiapkan sejumlah layanan bagi para calon jemaah haji baik saat di dalam negeri maupun ketika berada di Arab Saudi. Di dalam negeri, jemaah akan menerima sejumlah layanan seperti pemberkasan, hingga layanan keberangkatan dan kepulangan di asrama haji. 

Tahapan ini dimulai dengan pembahasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) bersama Komisi VIII DPR hingga terbit Keputusan Presiden. Selanjutnya, Ditjen PHU mengidentifikasi jemaah berhak berangkat sesuai dengan jumlah kuota yang telah ditetapkan Arab Saudi. 

“Daftar nama 92.825 jemaah haji reguler yang berhak berangkat tahun ini sudah ada. Saya sudah terbitkan Surat Keputusan dan sejak kemarin sudah diumumkan dan didistribusikan ke Kanwil Kemenag Provinsi se Indonesia,” terang Hilman, Senin (9/5/2022).

Jemaah yang telah ditetapkan berkah berangkat diminta segera melakukan konfirmasi keberangkatan ke bank tempat jemaah mendaftar. 

Direktur Layanan Haji Dalam Negeri Saiful Mujab menambahkan, pihaknya saat ini tengah memfinalisasi proses kontrak kerja sama dengan maskapai yang akan memberangkatkan dan memulangkan jemaah haji Indonesia. Ada dua maskapai yang dipilih Kemenag, yaitu Garuda Indonesia dan Saudia Airlines. 

Jemaah haji reguler rencananya akan terbagi dalam 241 kloter dan diperkirakan bakal diberangkatkan dalam 236 penerbangan baik menunggangi Garuda maupun Saudia Airlines. 

“Proses koordinasi intensif dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan, Gugus Tugas Pencegahan Covid-19, dan Pemerintah Daerah juga terus dilakukan dalam proses persiapan penyelenggaraan haji tahun ini,” jelasnya.


Panitia telah melakukan proses sterilisasi asrama yang akan digunakan untuk lokus pemberangkatan jemaah.

Nantinya, terdapat sejumlah layanan yang disiapkan untuk jemaah, antara lain fasilitas penginapan selama 1 x 24 jam, pemeriksaan akhir kesehatan, pemberian gelang identitas, pemberian paspor, pemberian living cost (uang saku), serta pemantapan manasik haji.

Di sisi lain, selama di Arab Saudi, jemaah bakal mendapatkan layanan berupa akomodasi, konsumsi, dan transportasi. 

Direktur Layanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid menyebut bahwa layanan akomodasi disiapkan dengan mengacu pada standar kualitas hotel, jarak ke Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah, wilayah, harga, serta kemudahan akses transportasi bus shalawat khusus di Makkah, dan distribusi katering.

"Di Makkah, hotel jemaah rencananya dibagi dalam lima wilayah: Mahbas Jin, Syisyah, Raudhah, Jarwal dan Misfalah. Penempatan jemaah haji di Makkah dilakukan dengan sistem zonasi berdasarkan asal embarkasi sesuai Keputusan Dirjen PHU Nomor 140 Tahun 2022,” jelasnya. 

Lebih lanjut saat di Madinah, jemaah akan menginap di hotel wilayah Markaziyah atau kawasan terdekat dari Masjid Nabawi. Hotel jemaah dibagi dalam tiga wilayah yaitu Syimaliyah, Janubiyah, dan Gharbiyah. 

Adapun terkait dengan konsumsi jemaah haji tahun ini akan mendapat layanan makan sebanyak maksimal 119 kali. Jumlah ini terdiri atas 75 kali layanan konsumsi di Makkah, 27 kali di Madinah, 16 kali di Arafah-Mina-Muzdalifah atau Armuzna. Termasuk satu paket snack di Muzdalifah, dan satu kali makan di bandara Jeddah.


Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas beserta jajaran saat menerima audiensi Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia Syekh Essam bin Abed Al-Taqafi di Jakarta, Kamis (10/3/2022)./Antara



"Artinya, bisa dikatakan jemaah full mendapatkan makan selama tiga kali per hari selama di Arab Saudi. Jemaah juga akan mendapatkan paket kelengkapan konsumsi selama di Makkah, Madinah dan Armuzna berupa kopi, teh, gula, saus sambal, kecap, sendok, dan gelas kaca," tuturnya. 

Pelunasan

Sebelum kabar kuota haji keluar dari Arab Saudi, Kementerian Agama telah menetapkan biaya haji 2022 secara rata-rata mencapai Rp39,8 juta per jemaah. Biaya ini berbeda di tiap embarkasi atau daerah. 

Embarkasi Aceh misalnya, pemerintah telah menetapkan biaya perjalanan haji tahun ini sebesar Rp35,6 juta per jemaah. Ikhwan Is, calon jemaah yang akan berangkat haji juga mesti menambah biaya haji. Meskipun dia telah melunasinya pada 2020. 

Ikhwan dan istri sebenarnya mendapat kesempatan berangkat pada 2020. Dia juga telah melunasi biaya keberangkatan haji saat itu sebesar Rp31,8 juta lebih. Namun setelah hajinya tertunda, Ikhwan harus menambah biaya lagi hingga mencapai ketentuan yang ditetapkan pemerintah pada 2022. 

Pun demikian, Ikhwan tetap bersedia menambah biaya demi mendapatkan kesempatan untuk menunaikan rukun Islam terakhir bagi umat Islam tersebut. “Alhamdulillah cukup bahagia diberangkatkan. Dua tahun menunggu [sejak 2020] bukan waktu yang singkat. Alhamdulillah tahun ini mendapat kesempatan berangkat haji,” tuturnya. 

Editor: Rayful Mudassir
company-logo

Lanjutkan Membaca

Membayar Penantian Panjang Jemaah Haji Indonesia

Dengan paket langganan dibawah ini :

Tidak memerlukan komitmen. Batalkan kapan saja.

Penawaran terbatas. Ini adalah penawaran untuk Langganan Akses Digital Dasar. Metode pembayaran Anda secara otomatis akan ditagih di muka setiap empat minggu. Anda akan dikenai tarif penawaran perkenalan setiap empat minggu untuk periode perkenalan selama satu tahun, dan setelah itu akan dikenakan tarif standar setiap empat minggu hingga Anda membatalkan. Semua langganan diperpanjang secara otomatis. Anda bisa membatalkannya kapan saja. Pembatalan mulai berlaku pada awal siklus penagihan Anda berikutnya. Langganan Akses Digital Dasar tidak termasuk edisi. Pembatasan dan pajak lain mungkin berlaku. Penawaran dan harga dapat berubah tanpa pemberitahuan.

Copyright © Bisnis Indonesia Butuh Bantuan ?FAQ