Membidani Calon Pahlawan Ekonomi Desa dari Banyuwangi

YDBA meresmikan Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) di Banyuwangi untuk memperluas program pembinaan UMKM, Rabu (10/11/2021). Kehadiran lembaga cabang YDBA di daerah ini digadang dapat mendorong terciptanya pahlawan ekonomi desa. 

Fatkhul Maskur

11 Nov 2021 - 12.47
A-
A+
Membidani Calon Pahlawan Ekonomi Desa dari Banyuwangi

Kolaborasi antara YDBA dan Polbangtan Malang serta PT Nusa Tropical Indonesia menjadi kesempatan dalam mengembangkan kompetensi dan memperluas pasarnya. - Foto YDBA

Bisnis, JAKARTA – YDBA meresmikan Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) di Banyuwangi untuk memperluas program pembinaan UMKM, Rabu (10/11/2021). Kehadiran lembaga cabang YDBA di daerah ini digadang dapat mendorong terlahirnya pahlawan ekonomi desa. 

LPB mengemban misi peningkatan capacity building melalui berbagai program pembinaan, seperti pelatihan dan pendampingan yang komprehensif agar UMKM semakin mudah menghasilkan produk yang memenuhi standar quality, cost, and delivery (QCD) serta memperluas pasar baik secara offline maupun online. 

Hadir dalam peresmian secara hibrida tersebut, Staf Ahli Bidang Hubungan Antar-Lembaga, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Samsul Widodo; Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi Arif Setiawan; Head of Environment and SocialResponsibility Division PT Astra International Tbk. Diah Suran Febrianti; Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang, Setya Budhi Udrayana.; Direktur Operasional PT Nusa Tropical Indonesia Pekik Warnendya; dan Ketua Pengurus YDBA Sigit P. Kumala.

"Kami berharap LPB YDBA di Banyuwangi dapat mendorong terciptanya pahlawan ekonomi desa," ujar Samsul Widodo, seperti dikutip dalam siaran pers YDBA, Kamis (11/11/2021). 

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi yang hadir secara offline di Kantor LPB YDBA Banyuwangi memberikan apresiasi kepada YDBA yang telah mengangkat potensi UMKM di Banyuwangi yang ingin maju.

Dalam menjalankan program pembinaan di Banyuwangi, YDBA berkolaborasi bersama Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang sebagai expert yang membantu UMKM binaan mendapatkan ilmu baik teknis maupun nonteknis untuk mendukung kompetensi usahanya.

YDBA juga berkolaborasi dengan PT Nusa Tropical Indonesia yang berperan sebagai offtaker dalam memasarkan produk buah naga dari UMKM pertanian binaan YDBA di Banyuwangi. 

Program kolaborasi tersebut menjadi kesempatan baik yang dapat dioptimalkan UMKM binaan YDBA. Hal tersebut sejalan dengan pesan yang disampaikan Ketua Pengurus YDBA saat persemian LPB.

Sigit P. Kumala menyampaikan kolaborasi antara YDBA dan Polbangtan Malang serta PT Nusa Tropical Indonesia menjadi kesempatan bagi YDBA, dan UMKM Pertanian di Banyuwangi, dalam mengembangkan kompetensi dan memperluas pasarnya. 

"Kami berharap, semoga kolaborasi ini dapat mendorong para petani di Banyuwangi menjadi pahlawan dalam mengekspor produk unggulannya melalui PT Nusa Tropical Indonesia," ujarnya.

Disamping fokus dalam mengembangan UMKM pertanian, YDBA juga turut membina UMKM di bidang Bengkel Roda-4. Melalui LPB, kami berharap YDBA akan intens membina dan mengembangkan UMKM hingga UMKM tersebut dapat menerapkan standar pelayanan bengkel yang dibutuhkan para customer-nya.

Di Banyuwangi, saat ini YDBA membina 50 UMKM pertanian yang berada di Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu serta Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran  Kabupaten  Banyuwangi. YDBA juga membina 40 UMKM Bengkel Roda-4 yang mayoritas berada di wilayah Jember.

YDBA menjalankan program tanggung jawab sosial Astra dengan fokus pada pembinaan UMKM yang meliputi UMKM manufaktur, baik terkait value chain bisnis Astra, maupun yang tidak terkait, bengkel umum roda empat dan roda dua, perajin dan petani. Berlandaskan operating values-nya, yaitu compassionate, adaptive, responsible, dan excellent, YDBA memberikan pelatihan dan pendampingan kepada UMKM untuk naik kelas dan mencapai kemandiriannya.  

Pelatihan lebih efektif jika dilengkapi pendampingan di lapangan melalui 12 cabang YDBA yang disebut dengan LPB, yakni di Banyuwangi, Jawa Timur; Yogyakarta, DIY; Klaten, Solo, Tegal, Banyumas, Jawa Tengah; Tarikolot Jawa Barat; Sangatta, Paser, Bontang, Kalimantan Timur; Tapin dan Tabalong Kalimantan Selatan. YDBA juga memiliki proyek pengembangan jahe merah di Lebak, Banten.

Hingga Desember 2020, YDBA telah memberikan pembinaan kepada 11.695 UMKM, yang mana 942 merupakan UMKM manufaktur, 1.279 di bidang bengkel roda-2 dan roda-4, 3.325 di bidang kerajinan, 1.206 di bidang pertanian dan sekitar 4000-an adalah UMKM  bengkel mitra Honda dan AHASS serta UMKM binaan lembaga keuangan mikro (LKM) yang telah kami serahkan ke stakeholder / partner dalam pembinaannya. 

YDBA secara tidak langsung juga telah menciptakan 70.597 lapangan pekerjaan melalui UMKM yang difasilitasinya. 

Editor: Fatkhul Maskur

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.