Memintal Serat Devisa dari Pulau Terluar

Pengembangan serat Abaka di Kepulauan Talaud Sulawesi Utara sejauh ini terkendala sarana produksi pemintalan yang terbatas meski peluang ekspor terutama ke Jepang terbuka luas.

Rustam Agus
May 21, 2022 - 11:00 AM
A-
A+
Memintal Serat Devisa dari Pulau Terluar

Serat tanaman pisang Abaka menyimpan potensi devisa masa depan / Kementan

Bisnis, JAKARTA – Sebagai olahan tanaman endemik Kepulauan Talaud, serat Abaka menyimpan potensi devisa dari pulau terluar di kawasan timur Indonesia.

Karena itu pengembangan serat tanaman pisang Abaka (Musa Textilis) menjadi peluang besar sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi kawasan di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.

Sejauh ini kendalanya terkait sarana produksi yang minim meski pasar ekspor terutama Jepang sudah menunggu pasokannya sejak lama. Tantangan itulah yang kini menjadi fokus perhatian Kementerian Pertanian agar serat abaka segera bangkit.

"Sebagai salah satu pulau terluar pemerintah berharap muncul ekspor komoditas pertanian dari wilayah perbatasan. Kami mendukung penuh pengembangan serat Abaka di Kepulauan Talaud," kata Irjen Kementan, Jan S Maringka.

Namun kalangan petani setempat sangat membutuhkan mesin pemintal untuk disebar di beberapa titik kebun agar produksi serat Abaka bisa maksimal.


Karena itu sebagai tindak lanjut dari tantangan ini, Kementan akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk mencari solusi pemenuhan kebutuhan petani yang membudidayakan komoditas potensial tersebut.

"Sebenarnya harga mesin pemintal tersebut relatif murah, semoga bisa dipenuhi oleh Kementan," tutur Maringka.

Pihaknya optimistis, apabila pengembangan serat Abaka tersebut dioptimalisasi akan mendorong peningkatan kesejahteraan petani dan sumber pertumbuhan ekonomi kawasan.

Adapun Karantina Pertanian Manado diminta terus mengawal pengembangan serat Abaka agar dapat menjadi komoditas ekspor unggulan dari Kepulauan Talaud, Sulut.

"Saya sudah sampaikan juga ke Bupati Talaud dan Kepala Dinas Pertanian agar pengembangan serat Abaka ini menjadi prioritas pemerintah daerah," lanjut Maringka.

Pengembangan serat Abaka di Kabupaten Kepulauan Talaud / Antara

Kepala Karantina Pertanian Manado Donni Muksydayan Saragih berharap dukungan Kementan dapat segera terealisasi agar serat Abaka kembali dapat diekspor. "Sebab permintaan pasarnya sudah ada terutama dari Jepang," jelasnya.

Abaka adalah tanaman endemik yang tumbuh liar di Kabupaten Kepulauan Talaud dengan nama latin Musa textilis dan termasuk dalam famili Musaceae atau jenis pisang-pisangan.

Serat dari pelepahnya kuat dan dengan karakter tersebut dapat dijadikan komoditas ekspor sebagai bahan baku pembuatan tali tambang kapal, karpet, maupun berbagai barang suvenir, seperti tas, sandal, atau topi.

Saragih mengatakan pada tahun 2019 serat Abaka sudah pernah diekspor ke Inggris dan mulai masuk ke pasar Jepang pada tahun 2020.

Karena itu pihaknya optimistis apabila serat Abaka bisa diproduksi dalam skala besar baka menambah deretan komoditas potensial ekspor dari Kabupaten Kepulauan Talaud selain kelapa, kopra, cengkih, dan pala.

Serat Abaka siap dipasarkan / Kementan

Saat berdialog dengan para petani, Jan S Maringka berjanji mendukung penuh pengembangan serat pisang Abaka di Kabupaten Kepulauan Talaud sebagai salah satu strategi mendorong munculnya komoditas pertanian orientasi dari wilayah perbatasan.

Apalagi permintaan pasar ekspor sudah pernah dipenuhi dalam jumlah terbatas karena terkendala sarana produksi sehingga pengembangan serat Abaka berpotensi besar penghasil devisa utama masa depan.

"Ini sekaligus sebagai upaya untuk pemulihan ekonomi nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," demikian Maringka.

Pisang Abaka memang jenis tanaman endemik yang hanya tumbuh di Filipina, Ekuador, dan Sulut khususnya di Kepulauan Talaud. 

Kabupaten Kepulauan Talaud sendiri berjarak sekitar 271 mil dari kota Manado. Pada akhir 2013, jumlah penduduknya tercatat 84.747 jiwa yang menempati 16 pulau kecil dengan total luas daratan 1.371,40 kilometer persegi 

Petani mengolah serat Abaka / Antara

Pada mulanya masyarakat hanya memanfaatkan serat pisang abaka untuk tali-temali kapal nelayan tetapi seiring dengan perkembangan teknologi ternyata memiliki banyak produk turunan. 

Beberapa produk turunan serat pisang abaka antara lain tali kapal, kertas saring, kertas stensil, kertas rokok, kertas uang, masker, atau pakaian modis, tas, tempat tidur gantung dan masih banyak lagi. 

Kajian Bank Indonesia Perwakilan Sulut menemukan permintaan dunia terhadap serat pisang abaka mencapai 600.000 ton per tahun tetapi sejauh ini baru terpenuhi sekitar 15% atau hanya 90.000 ton per tahun yang dipasok dari Filipina sebanyak 80.000 ton dan Ekuador sebanyak 10.000 ton. 

Kajian Perwakilan BI Sulut menunjukkan serat pisang abaka dari Talaud merupakan salah satu yang terbaik di dunia.

Proses sederhana pemintalan serat Abaka / Bisnis

Pemkab Talaud juga mengembangkan pisang abaka di atas lahan seluas 5.000 ha dengan produktivitas  2-4,5 ton per ha. Ke depan, diproyeksikan produksi dapat mencapai 20.000 ton per tahun sehingga dapat memenuhi kebutuhan nasional dan global. 

Dalam perdagangan globa, abaka dikenal sebagai serat berkualitas tinggi jka diibandingkan dengan serat alam lainnya seperti jute, kenaf, sisal dan lainnya. Serat abaka memiliki keunggulan lebih kuat, panjang, lenting, lentur, tahan lembab, tahan air garam dan air tawar.

Atas keunggulan itu pula, serat abaka sering dimanfaatkan sebagai pembungkus kabel bawah laut, tali-temali kapal, kertas uang dan kertas khusus berkualitas tinggi yang termasuk dalam security papers lainnya, mimeograph, kantong teh celup, tisu, tekstil, geotekstil serta karpet dan bahan industri lain.

Editor: Rustam Agus
company-logo

Lanjutkan Membaca

Memintal Serat Devisa dari Pulau Terluar

Dengan paket langganan dibawah ini :

Tidak memerlukan komitmen. Batalkan kapan saja.

Penawaran terbatas. Ini adalah penawaran untuk Langganan Akses Digital Dasar. Metode pembayaran Anda secara otomatis akan ditagih di muka setiap empat minggu. Anda akan dikenai tarif penawaran perkenalan setiap empat minggu untuk periode perkenalan selama satu tahun, dan setelah itu akan dikenakan tarif standar setiap empat minggu hingga Anda membatalkan. Semua langganan diperpanjang secara otomatis. Anda bisa membatalkannya kapan saja. Pembatalan mulai berlaku pada awal siklus penagihan Anda berikutnya. Langganan Akses Digital Dasar tidak termasuk edisi. Pembatasan dan pajak lain mungkin berlaku. Penawaran dan harga dapat berubah tanpa pemberitahuan.

Copyright © Bisnis Indonesia Butuh Bantuan ?FAQ