Mempertegas Transaksi Gas Melon agar Tak Muncul Prilly Latuconsina Lain

Pemerintah tidak bisa memberikan sanksi bagi mereka yang mampu tetapi tetap membeli gas melon. Akan tetapi pencegahan tetap dilakukan.

Lukman Nur Hakim

18 Apr 2024 - 18.38
A-
A+
Mempertegas Transaksi Gas Melon agar Tak Muncul Prilly Latuconsina Lain

Petugas sedang menyusun gas melon untuk didistribusi. Bisnis/Arief Hermawan. P.

Bisnis, JAKARTA – Pemerintah akan memperketat transaksi jual-beli LPG 3 kilogram (kg) atau gas melon. Hal tersebut merespons selebriti Prilly Latuconsina setelah ketahuan menggunakan alat memasak yang dikhususkan untuk warga tak mampu tersebut.

Direktur Jenderal Migas Kementerian Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tutuka Ariadji mengatakan bahwa masyarakat yang mampu seharusnya merasa bahwa gas melon bukan hak mereka. 

"Ya kami menyampaikan kepada masyarakat janganlah seperti itu. [Gas 3 kg] itu adalah hak orang yang tidak mampu. Merasalah ini bukan haknya. Ini hak orang lain," kata Tutuka kepada wartawan, Rabu (17/4/2024).

Baca juga: Bersiasat Mengamankan Defisit Gas Pipa PGN dengan LNG Tangguh

Tutuka mengungkapkan bahwa pihaknya tidak akan memberikan sanksi bagi mereka yang mampu, tetapi masih menggunakan gas melon. 

Menurutnya, sanksi merupakan urusan dari aparat penegak hukum. Sebab, yang bisa dilakukan Kementerian ESDM hanya melakukan langkah preventif agar penyaluran gas melon tepat sasaran.



"Kalau sanksi mungkin tidak. Dengan sistem ini mungkin tidak bisa beli saja nanti. Kalau sanksi itu akan berat. Akan panjang kita di ESDM. Kan tangan aparat untuk menjatuhkan sanksi itu kan ya. Nanti kita minta bantuan aparat lain. Yang bisa dilakukan ESDM [hanya langkah] preventif [nanti jadi tidak bisa beli yang tidak berhak]," ujarnya.

Tutuka menuturkan bahwa pemerintah bakal membatasi mereka yang mampu agar tidak bisa membeli LPG 3 kg. Salah satu caranya lewat pengajuan revisi Peraturan Presiden (Pepres) No.104/2007. 

Baca juga: Prilly Latuconsina Kedapatan Gunakan LPG 3 Kg, ESDM Buka Suara

"Nanti akan ada desil beberapa yang boleh membeli. Kan kita sudah punya sistem. Kita sudah ada mendaftar 161 juta NIK itu. Nanti kalau dia membeli dan KTP-nya ternyata bukan dalam kelompok itu, tidak bisa," jelasnya.

Beberapa waktu lalu, sempat viral Prilly yang kedapatan menggunakan gas subsidi 3 kg. saat itu dia memasak menu untuk Idulfitri 1445 H. Warganet pun langsung heboh mengkritik artis tersebut lantaran gas melon seharusnya dipakai oleh mereka yang kurang mampu. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.