Menakar Asa Saham Sektor Properti yang Tak Kunjung Bangkit

Sektor properti masih belum menjadi pilihan yang banyak diminati pelaku pasar tahun ini, tecermin dari kinerja indeksnya yang merah. Namun, analis masih memasang rating overweight kepada saham-saham emiten properti lantaran sektor ini mulai mengalami perbaikan, meskipun belum bisa pulih maksimal.

Emanuel Berkah Caesario
Aug 6, 2022 - 5:13 AM
A-
A+
Menakar Asa Saham Sektor Properti yang Tak Kunjung Bangkit

Ilustrasi investasi properti. Sumber: Canva

Bisnis, JAKARTA — Kinerja indeks sektor properti dan real estate belum lepas dari jerat pelemahan sepanjang tahun ini, apalagi di tengah ancaman kenaikan suku bunga yang berpotensi makin mengerek biaya KPR. Namun, sejumlah analis masih menjagokan saham sektor ini.

Jika menengok data Bursa Efek Indonesia, indeks IDX Sector Properties & Real Estate masih terkoreksi 9,96 persen year-to-date (YtD) hingga akhir pekan ini, Jumat (5/8). Kinerja indeks ini hanya lebih baik dibanding IDX Sextor Technology yang turun 10,23 persen YtD.

Kinerja indeks ini jelas jauh tertinggal dibanding IHSG yang sudah kembali ke level 7.000-an dan mencetak return 7,65 persen YtD. Pelaku pasar sepertinya belum kunjung menaruh minat pada sektor ini, meski ekonomi Indonesia terlihat tengah melaju.

Biasanya, ketika Indonesia sedang menikmati booming harga komoditas, kinerja sektor properti pun turut terdongkrak. Hal ini karena ada perputaran uang yang lebih besar di masyarakat, sehingga kemampuan untuk membeli barang bernilai tinggi seperti hunian pun meningkat.

Editor: Emanuel Berkah Caesario
company-logo

Lanjutkan Membaca

Menakar Asa Saham Sektor Properti yang Tak Kunjung Bangkit

Dengan paket langganan dibawah ini :

Tidak memerlukan komitmen. Batalkan kapan saja.

Penawaran terbatas. Ini adalah penawaran untuk Langganan Akses Digital Dasar. Metode pembayaran Anda secara otomatis akan ditagih di muka setiap empat minggu. Anda akan dikenai tarif penawaran perkenalan setiap empat minggu untuk periode perkenalan selama satu tahun, dan setelah itu akan dikenakan tarif standar setiap empat minggu hingga Anda membatalkan. Semua langganan diperpanjang secara otomatis. Anda bisa membatalkannya kapan saja. Pembatalan mulai berlaku pada awal siklus penagihan Anda berikutnya. Langganan Akses Digital Dasar tidak termasuk edisi. Pembatasan dan pajak lain mungkin berlaku. Penawaran dan harga dapat berubah tanpa pemberitahuan.

Copyright © Bisnis Indonesia Butuh Bantuan ?FAQ