Menakar Dampak Kenaikan PPN 1 Persen Terhadap Permintaan Hunian

Tahun 2022 menjadi tahun yang diharapkan sebagai tahun keberuntungan bagi sektor properti khususnya untuk residensial meski Pandemi Covid-19 masih melanda. Terlebih tahun ini pemerintah pun kembali memberikan stimulus PPN DTP sebesar 50 persen.

Yanita Petriella

26 Apr 2022 - 06.26
A-
A+
Menakar Dampak Kenaikan PPN 1 Persen Terhadap Permintaan Hunian

Ilustrasi Perumahan. /Dok. Bisnis

Bisnis, JAKARTA – Tahun 2022 menjadi tahun yang diharapkan sebagai tahun keberuntungan bagi sektor properti khususnya untuk residensial meski Pandemi Covid-19 masih melanda. Terlebih tahun ini pemerintah pun kembali memberikan stimulus Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang ditanggung pemerintah (DTP) sebesar 50 persen meski lebih kecil besaran diskonnya dari tahun lalu yang mencapai 100 persen.

Tahun lalu, para pengembang meraup cuan permintaan hunian terutama rumah tapak dari berkah pemberian stimulus PPN DTP. Namun demikian, harapan para pengembang sedikit sirna di tahun ini. 

Selain karena besaran insentif PPN DTP yang lebih kecil dari tahun lalu, per 1 April 2022, pemerintah pun menaikkan pajak PPN sebesar 1 persen menjadi 11 persen yang tentu berdampak pada properti. Kenaikan PPN 1 persen ini merupakan kebijakan dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP). Lalu bagaimana dampaknya pada permintaan residensial?

Ketua Umum Real Estat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida menuturkan kenaikan PPN 1 persen diprediksi akan berdampak pada permintaan properti. Kendati demikian, dampak tersebut akan baru dirasakan setelah September mendatang ketika stimulus PPN pemerintah itu selesai diberikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Yanita Petriella
company-logo

Lanjutkan Membaca

Menakar Dampak Kenaikan PPN 1 Persen Terhadap Permintaan Hunian

Dengan paket langganan dibawah ini :

Tidak memerlukan komitmen. Batalkan kapan saja.

Penawaran terbatas. Ini adalah penawaran untuk Langganan Akses Digital Dasar. Metode pembayaran Anda secara otomatis akan ditagih di muka setiap empat minggu. Anda akan dikenai tarif penawaran perkenalan setiap empat minggu untuk periode perkenalan selama satu tahun, dan setelah itu akan dikenakan tarif standar setiap empat minggu hingga Anda membatalkan. Semua langganan diperpanjang secara otomatis. Anda bisa membatalkannya kapan saja. Pembatalan mulai berlaku pada awal siklus penagihan Anda berikutnya. Langganan Akses Digital Dasar tidak termasuk edisi. Pembatasan dan pajak lain mungkin berlaku. Penawaran dan harga dapat berubah tanpa pemberitahuan.

Copyright © Bisnis Indonesia Butuh Bantuan ?FAQ
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.