Menangguk Untung Berlipat dari Kulit Ketupat

Setelah 2 tahun Lebaran para penjual ketupat harus mengalami kisah pilu akibat pandemi. Saat ini para pengayam ketupat ini bisa menjual 500 hingga 1.000 buah kulit ketupat per hari.

Yanita Petriella

30 Apr 2022 - 19.59
A-
A+
Menangguk Untung Berlipat dari Kulit Ketupat

Para pengrajin ketupak di Pasar Angso Duo Jambi, Sabtu (30/4). Bisnis - Suselo Jati

Bisnis, JAMBI - Lebaran sebentar lagi. Salah satu yang identik selalu ada saat momen Hari Raya Idul Fitri yakni ketupat. 

Tentunya, Lebaran ini menjadi momen untuk meraup cuan dengan menjual kulit ketupat.

Sebab, tak bisa dipungkiri jika tak semua orang bisa atau punya waktu cukup untuk membuatnya sendiri di rumah dari daun kelapa yang dianyam.

Salah satunya adalah di depan Pasar Angso Duo yang tak lain adalah pasar terbesar di Kota Jambi.

Tentu saja, mereka sehari-harinya bukan berprofesi sebagai penjual kulit ketupat. Mereka hanya memanfaatkan momentum Lebaran untuk menambah pundi-pundi rupiah.

Mansur, pria yang sehari-harinya bekerja sebagai pedagang sayuran di Pasar Angso Duo, memilih banting setir menjadi penjual kulit ketupat menjelang Lebaran. 

Alasannya sederhana, pendapatannya dari berjualan ketupat jauh lebih besar dari berjualan sayur setiap harinya. 

“Dadakan saja, biasanya beberapa hari sebelum Lebaran kita jualan sampai sehari sebelum Lebaran. Biasanya jualan sayur, sementara pindah dahulu karena lumayan jual ini [kulit ketupat],” ujarnya ketika ditemui oleh Tim Jelajah Lebaran 2022 Bisnis Indonesia.

Bermodal dengan keahlian menganyam, Mansur membutuhkan waktu kurang dari lima menit untuk membuat satu buah ketupat.

Satu ikat kulit ketupat yang dijualnya terdiri dari 10 buah dengan harga yang ditawarkan seluruhnya Rp10.000. Artinya per buah ketupatnya dihargai sebesar Rp1.000.

Dalam sehari, setidaknya Mansur bisa menjual 500 kulit ketupat yang dibuatnya. Namun, dalam dua hari terakhir ini jumlah kulit ketupat yang berhasil dijualnya melonjak hingga 1.000 buah.

“Kalau sekarang-sekarang sudah 1.000 kulit ketupat. Besok atau sudah dekat-dekat Lebaran ini makin banyak yang beli. Pengalaman yang lalu-lalu makin dekat Lebaran bisa 2.000 buah,” katanya. 

Di Lebaran tahun lalu dan tahun sebelumnya saat pandemi melanda dan masih ada pembatasan kegiatan, Mansur hanya bisa menjual paling banyak 300 kulit ketupat setiap harinya.

“Gara-gara corona cuma bisa jual sehari 300 saja. Sepi yang beli, paling parah selama saya jualan kulit ketupat selama 15 tahun,” katanya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Yanti, perempuan yang berjualan kulit ketupat tepat di sebelah Mansur juga menyebut pendapatannya tahun ini meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan Lebadan tahun lalu.

“Jauh Bang, sekarang naiknya dari tahun lalu bisa dua kali lipat. Sekarang jual 1.000  [buah] sehari bisa, tahun lalu sama 2020 wah jual 300 itu payah sekali,” katanya.

Sehari-harinya, Yanti berprofesi sebagai penjual sayur. Menurutnya, pendapatan dari berjualan kulit ketupat yang dia anyam sendiri jauh lebih besar dibandingkan dengan pendapatannya berjualan sayur.

“Modalnya hanya daun kelapa, kita anyam, jual. Untungnya juga lumayan kan kalau itu. Tetapi ya tidak bisa lah kita jual kulit ketupat setiap hari, siapa juga mau beli kalau bukan Lebaran, sepi kalau bukan Lebaran,” ujarnya.

Guna memantau kelancaran dan kesiapan infrastruktur saat arus mudik, Bisnis Indonesia kembali menggelar Jelajah Lebaran 2022 setelah absen pada 2020 dan 2021. Jelajah Lebaran 2022 Bisnis Indonesia dilaksanakan pada Rabu (27/4/2022) hingga Rabu (4/5/2022) dengan perjalanan melalui dua rute. 

Pertama, untuk rute Jawa—Bali dilaksanakan dengan menyusuri jalan tol Trans-Jawa dan dilanjutkan menyisir jalur pantai utara (Pantura) menuju Banyuwangi dan dilanjutkan penyeberangan ke Bali. Kedua, untuk rute Sumatra  melalui jalan tol Trans-Sumatra dari Lampung hingga Dumai, Riau. (Rezha Hadyan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Yanita Petriella

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.