Free

Menangkap Cuan Permintaan Pasar Refraktori

Pelaku industri refraktori alias material tahan api terus berbenah diri untuk meningkatkan kemampuan menangkap peluang pasar yang semakin membesar.

Kahfi & Ipak Ayu Hidayatullah N.

3 Mei 2024 - 19.50
A-
A+
Menangkap Cuan Permintaan Pasar Refraktori

Proses manufaktur BAT Refractories yang memproduksi refaktori atau material tahan api/Istimewa

Bisnis, JAKARTA – Prospek pasar refraktori semakin cerah dalam beberapa tahun ke depan seiring dengan meningkatnya permintaan dari berbagai sektor industri, seperti industri smelter, industri besi dan baja, industri petrokimia, hingga industri migas.

Refraktori adalah bahan tahan api yang digunakan pada berbagai tungku industri, smelter, kiln, reaktor, incinerator, dan sebagainya yang terkena suhu yang tinggi. Di Indonesia, berdasarkan penelitian dari 6wresearch.com, pasar refraktori pada 2021 telah bertumbuh signifikan 78,34%.

Berbagai proses manufaktur itu membutuhkan material tahan api sebagai pelapis peralatan produksi. Namun, kebutuhan material refraktori di pasar domestik yang meningkat itu masih didominasi produk impor, terutama dari China, Korea Selatan, Thailand, Australia, dan Jepang.

Hal itu tergambarkan dari nilai impor produk refraktori pada 2021 sebesar US$204,63 juta, sedangkan pada 2017 sebesar US$151,06 juta.

Direktur Utama PT Benteng Api Technic (BAT Refractories) Ridwan mengatakan bahwa potensi kebutuhan produk refraktori dan insulasi akan terus meningkat seiring dengan kebijakan pemerintah terkait pembatasan ekspor bahan baku mineral yang memacu munculnya berbagai industri smelter, seperti nickel smelter, alumina smelter, cooper smelter dan industri penunjang lainnya.

Pembangunan proyek IKN juga akan meningkatkan kebutuhan Besi dan Baja di Indonesia yang sangat besar sehingga akan meningkatkan kebutuhan Refraktori pada berbagai Industri pengolahan besi dan baja.

Melihat data-data itu, Ridwan menyatakan, permintaan produk refraktori dan insulasi di Indonesia ke depan akan semakin besar, sedangkan perusahaan lokal yang bergerak di bidang tersebut masih relatif sedikit.

"Sejalan dengan itu, BAT Refractories akan terus mengembangkan berbagai fasilitas dan berbagai sumber daya perusahaan untuk terus meningkatkan kapasitas, kualitas dan daya saing produk dan jasanya," kata Ridwan dalam keterangan resmi, dikutip pada Kamis (2/5/2024).

Dengan demikian, bisa mengambil alih pasar refraktori nasional yang masih didominasi oleh produk impor, dan lebih luas lagi untuk merambah ke pasar internasional.

Untuk diketahui, PT Benteng Api Technic adalah perusahaan lokal di industri refraktori yang didukung oleh fasilitas produksi dan peralatan uji laboratorium komplit dan memadai.

BAT Refractories mempunyai lini produksi fire brick / bata tahan api yang memproduksi berbagai jenis fire brick atau bata tahan api dengan kapasitas produksi sampai dengan 500 ton per bulan.

Lini Produksi Monolitic Refractory yang memproduksi berbagai jenis Bahan Tahan Api seperti semen castable dan gunning, plastic refractories, dan semen mortar tahan api dengan kapasitas per bulan sampai dengan 800 ton.

Selain itu PT Benteng Api Technic juga didukung tim rekayasa dan tim konstruksi yang berkompeten dan berpengalaman lebih dari 20 tahun dalam berbagai jenis pekerjaan refraktori dan insulasi tahan panas maupun dingin.


STRATEGIS

Kemenperin menyatakan bahwa industri refraktori merupakan salah satu sektor strategis karena produksinya untuk menopang kebutuhan berbagai manufaktur lainnya.

Produk industri refraktori umumnya digunakan sebagai pelapis untuk tungku, kiln, insinerator, dan reaktor tahan api pada industri semen, keramik, kaca, dan pengecoran logam.

Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian terus berupaya menguatkan rantai pasok untuk industri refraktori sehingga dapat berdaya saing, baik di kancah domestik maupun global.

Penguatan rantai pasok tersebut terutama untuk menjamin ketersediaan bahan baku serta energi yang berkesinambungan dan terjangkau sesuai amanat dalam Undang-Undang Nomor 3/2014 tentang Perindustrian.

Untuk itu pula, Kemenperin telah mendukung dibetuknya Asrindo (Asosiasi Refraktori dan Isolasi Indonesia) di Jakarta, 8 November 2019. Terdapat 30 perusahaan yang tergabung dalam Asrindo.

Pada 2021, Asrindo telah menandatangani nota kesepahaman dengan PT Indonesia Chemical Alumina untuk pasokan bahan baku lokal.

“Ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam upaya memasok bahan baku lokal. Diharapkan, upaya ini juga dapat menekan impor bahan baku refraktori dan menyukseskan program substitusi impor yang dicanangkan oleh pemerintah," kata Ketua Umum Asrindo Basuki Sudarsono.

Dia mengatakan produk jadi refraktori dibuat dari bahan baku dasar alumina dengan komposisi 95% impor dan hanya 5% yang menggunakan produk lokal. Sedangkan, produk refraktori bermerek global saat ini diimpor lebih dari 50% atau nilainya kurang lebih Rp2,2 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Fatkhul Maskur

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.