Menangkap Peluang Ciamik Budidaya Ikan Endemik

Peluang budidaya ikan hias, khususnya jenis endemik, itu sungguh menarik. Selain hobi mengoleksi ikan hias yang populer di Indonesia, peluang ekspor komoditas ini pun terbuka lebar.

Fatkhul Maskur

7 Des 2021 - 07.26
A-
A+
Menangkap Peluang Ciamik Budidaya Ikan Endemik

Ikan juara dinilai dari bentuk, warna, dan gaya renang. - Foto KKP

Bisnis, JAKARTA - Peluang budidaya ikan hias, khususnya jenis endemik, itu sungguh menarik. Selain hobi mengoleksi ikan hias yang populer di Indonesia, peluang ekspor komoditas ini pun terbuka lebar.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong peningkatan bisnis ikan hias di Tanah Air. Terlebih di masa pandemi, ikan hias semakin diminati lantaran mampu memberikan manfaat positif, seperti mengurangi stres, menghilangkan jenuh, dan therapeutic. 

"Mengoleksi ikan hias sudah lama menjadi hobi yang populer di Indonesia. Kondisi ini dapat dijadikan peluang bisnis yang menjanjikan," kata Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Artati Widiarti saat membuka webinar bertajuk Bincang Santai Ikan Hias Arwana, Minggu (5/12/2021).

Selama 2020, nilai ekspor ikan hias jenis Arwana Super Red ke China mencapai US$3,09 juta, diikuti oleh Taiwan US$205.300 dan Singapura US$25.800. Kemudian nilai ekspor Arwana Jardini ke pasar China mencapai US$34,9 ribu, diikuti oleh Malaysia US$30.300 dan Singapura US$14.800. 

Potensi ekspor ikan hias Indonesia, utamanya ikan endemik, itu sangat tinggi. Ikan endemik memiliki daya saing tinggi karena tidak dimiliki oleh negara lain. "Beberapa jenis ikan hias endemik Indonesia, antara lain Arwana, Botia, Belida, Tiger Fish, Sepat Mutiara, Sae, Red Rainbow dan Balashark.

KKP, kata Artati, juga telah mengeluarkan kebijakan untuk menjembatani antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan ikan Arwana. Bahkan, Ditjen PDSPKP juga telah menetapkan regulasi dalam mendukung ekspor ikan hias arwana melalui perumusan SNI Ikan Hias Arwana (SNI 7736:2011 dan 7736:2017).

“Regulasi ini ditujukan untuk menjaga kelestarian di alam, mengatur manfaat ekonomi untuk setiap tingkatan stakeholder secara optimal (mulai dari penangkap/ pengumpul, suplier dan eksportir),” terang Artati.

Ketua Penyelenggara 1st Junior Exhibition dari Club Indonesian Arowana (CIA) Frans Angga berterimakasih atas dukungan pemerintah terhadap industri ikan hias, khususnya arwana. Dukungan tersebut di antaranya melalui kontes yang digelar di Raiser Ikan Hias, Cibinong, Bogor selama 3 hari, 3-5 Desember 2021.

"Di sini tempatnya sangat memadai dari segi fasilitas sangat mendukung. Pengelola juga support, cocoklah tempatnya untuk memperkenalkan ke masyarakat arwana super red," ujar Frans.

Selain silaturahmi peserta kontes, kegiatan di Raiser Cibinong juga untuk mengedukasi masyarakat setempat. Terlebih kegiatan ini diikuti oleh 90 peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan 1 dari Jepang.

Penilaian ikan yang menjadi juara meliputi penampilan, warna, serta gaya renang. Pada kontes kali ini, kategori Baby Champion dimenangkan oleh pemilik Mizunoo Aquatic Feat Raffa Red, Young Champion pemilik Paul Christian, sedangkan kategori Unik dari pemilik Kramat Jati Red.

“Keuntungan utama dari ikan yang mengikuti kontes adalah peningkatan nilai jual antara 50%-100%. Dan untuk juara pada kontes ini dipastikan harga ikannya akan melonjak hingga ratusan juta rupiah,” tutupnya.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyebut pentingnya pameran ikan hias berskala internasional. Selain sebagai ajang promosi dan edukasi, pameran berskala besar akan melahirkan kegiatan ekonomi baru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Fatkhul Maskur

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.