Menanti Bergeliatnya Bursa CPO

Bappebti menilai wajar sepinya transaksi di hari pertama perdagangan Bursa CPO. Hal ini dikarenakan Bursa CPO memang merupakan produk baru di Tanah Air.

Pernita Hestin Untari

21 Okt 2023 - 14.49
A-
A+
Menanti Bergeliatnya Bursa CPO

PELUNCURAN BURSA CPO INDONESIA Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (tengah), Staf Khusus Mendag Bidang Perjanjian Perdagangan Internasional Bara Krishna Hasibuan (dari kiri), Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Suhanto, Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Didid Noordiatmoko, dan Direktur Utama Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Nursalam secara simbolis meluncurkan Bursa CPO Indonesia di Jakarta, Jumat (13/10/2023). Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dan Kementerian Perdagangan meresmikan Bursa Crude Palm Oil (CPO) Indonesia dengan Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) sebagai penyelenggara tunggal. Dengan peluncuran ini, Indonesia nantinya tidak lagi bergantung pada harga acuan dari Malaysia dan Rotterdam, Belanda. Bisnis/Himawan L. Nugraha

Bisnis, JAKARTA – Perdagangan bursa crude palm oil (CPO) Indonesia resmi dimulai pada hari, Jumat (20/10/2023). Pada hari debut tersebut, transkasi perdagangan reletif sepi. Bappebti menilai wajar landainnya transaksi di Bursa CPO pertama di Indonesia tersebut.

Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Didid Noordiatmoko mengatakan tak kaget jika transaksi di hari pertama sepi. Sebab, lanjut Didid, Bursa CPO memang merupakan produk baru di Tanah Air.

"Buat kami pada intinya adalah memastikan [Bursa CPO] untuk mulai. Sesi I hanya 4 lot atau sekitar 100 metrik ton pada sesi I. Itu memang sedikit sekali tapi menurut kami masih tetap bagus," jelasnya di Kantor ICDX, Jumat (20/10/2023). 

Baca juga: Mencari Celah di Aset Kripto yang Lagi Merah

Kondisi itu juga yang membuat Bappebti hingga saat ini belum menargetkan nilai transaksi CPO per harinya. Didid mengatakan, target utama Bappebti saat ini ialah membantu ICDX sebagai penyelenggara Bursa CPO untuk menghadirkan jenis-jenis kontrak yang lebih variatif ke depannya.

Sebagaimana diketahui, hingga saat ini hanya ada enam jenis kontrak penjualan CPO untuk setiap sesi perdagangan yang dibagi berdasarkan lokasi pengirimannya, yaitu tiga kontrak CPO Pelabuhan Belawan, Sumatra Utara dan tiga kontrak Pelabujan Dumai, Riau. 




"Bayangan saya nanti bisa nanti dari Balikpapan ke Surabaya. Yang jual dari Balikpapan, yang dapat itu dari Surabaya. Harapan saya itu bisa juga dilakukan nanti dan makin lama makin banyak bukan hanya Belawan dan Dumai saja," sambung Didid.

Sebelumnya, penyelenggara tunggal Bursa CPO RI, Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) menyampaikan terdapat 18 perusahaan sawit yang siap untuk berdagangan melalui Bursa CPO. 

Kendati demikian, hanya terdapat dua perusahaan sawit yang terlibat dalam perdagangan perdana CPO melalui bursa. Berdasarkan data ICDX, perdagangan perdana di Bursa CPO terjadi pada kontrak CPO bersertifikat ISPO.

Baca juga: Makin Mujur Emiten Sawit Kala Bursa CPO Meluncur

Terdapat 4 lot atau sekitar 100 metrik ton CPO yang ditransaksikan pada harga Rp11.305 per kg sepanjang sesi I perdagangan Bursa CPO. Nilai tersebut lebih rendah 9,45% dari harga awal yang ditetapkan oleh ICDX sebesar Rp12.485 per kg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.