Menanti Debat Cawapres

Debat keempat menampilkan para calon wakil presiden (cawapres). Mereka bakal kembali beradu gagasan hingga menyerang lawan. Setidaknya itu yang terlihat pada agenda sebelumnya.

Jaffry Prabu Prakoso

19 Jan 2024 - 09.52
A-
A+
Menanti Debat Cawapres

Tiga calon wakil presiden tampil dalam balutan busana berbeda dalam debat kedua Pemilu 2024 yang berlangsung di Balai Sidang Jakarta Convention Center (JCCC), Jumat malam (22/12/2023). (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/rwa/pri.)

Bisnis, JAKARTA—Akhir pekan ini akan ada acara yang ditunggu-tunggu sebagian besar warga Indonesia, yaitu debat keempat Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Salah satu agenda kampanye Pilpres ini mengusung tema Pembangunan Berkelanjutan, Sumber Daya Alam, Lingkungan Hidup, Energi, Pangan, Agraria, Masyarakat Adat, dan Desa.

Debat keempat menampilkan para calon wakil presiden (cawapres). Mereka bakal kembali beradu gagasan hingga menyerang lawan. Setidaknya itu yang terlihat pada agenda sebelumnya.

Bagi sebagian pemilih, kemunculan Gibran Rakabuming Raka saat debat sangat dinanti. Publik akan melihat sejauh mana kemampuannya dalam menguasai panggung dan tema debat.

Apakah suara kritis bahwa dipilihnya putra Presiden Joko Widodo itu sekadar melanjutkan dinasti politik atau ‘kartu as’ Prabowo Subianto yang akhirnya menjadikannya sebagai orang nomor satu di Indonesia?

Begitu pula dengan Muhaimin Iskandar yang sebelumnya tidak ada dalam radar, kemudian secara tiba-tiba dipilih Anies Baswedan sebagai pasangannya. Sanggupkah kehadirannya menjadi pelengkap yang disebut-sebut untuk menggaet suara pemilih dari kalangan Nahdlatul Ulama?

Sementara itu, Mahfud MD tidak perlu kaget. Jokowi hampir meminangnya sebagai cawapres pada Pemilu 2019, meski kena ‘tikung’ pada detik-detik akhir. Akan tetapi, begitulah politik. Semuanya bisa terjadi.

Debat cukup penting, karena mampu menggaet warga yang belum mempunyai pilihan atau masih ragu-ragu. Itu sebabnya agenda debat dinantikan sebagai salah satu cara untuk meyakinkan mereka. Jangan sampai blunder membuat para peserta Pilpres ini gagal menarik simpati publik yang belum menentukan pilihan.

Beberapa contohnya adalah saat Prabowo tidak sanggup menampilkan data-data pertahanan, padahal dia adalah Menteri Pertahanan. Muhaimin ingin membangun 40 Jakarta baru. Lalu, Mahfud menyebut belum ada investor di Ibu Kota Nusantara.

Kesalahan-kesalahan itu bisa menjadi santapan empuk lawan untuk disebar ke media sosial. Perlu diingat, mayoritas pemilih pada Pemilu kali ini adalah milenial dan Gen-Z.

Ini terbukti kampanye melalui udara gencar dilakukan para pendukung. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah mencatat terjadi penurunan yang sangat tajam pada pelaku bisnis yang bergerak di bidang konveksi dan sablon untuk alat peraga kampanye.

Oleh karena itu, para peserta Pilpres harus menyiapkan diri sebaik dan sematang mungkin pada agenda debat. Sementara itu, bagi pemilih yang menyaksikan debat, bisa mengamati untuk menentukan pilihan sambil menyantap camilan yang ditemani kopi atau teh hangat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Fatkhul Maskur

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.