Menanti Ekspansi Lucy in The Sky Usai Melantai di Bursa Saham

PT Lima Dua Lima Tiga Tbk yang memiliki dan mengelola restoran Lucy in the Sky berhasil mengantongi dana segar Rp 33,75 miliar dalam IPO pada Rabu (5/5/2021). Dana itu akan digunakan perseroan untuk ekspansi bisnis di sejumlah kota.

5 Mei 2021 - 08.07
A-
A+
Menanti Ekspansi Lucy in The Sky Usai Melantai di Bursa Saham

Lucy in the Sky di SCBD/infojakarta.net

Bisnis, JAKARTA - PT Lima Dua Lima Tiga Tbk akhirnya melantai juga di bursa saham. Pada hari pertamannya, saham perusahaan pemilik dan pengelola Lucy in the Sky langsung auto reject atas alias ARA.

Antusias investor pasar modal memang langsung terlihat dengan kenaikkan harga saham emiten berkode LUCY itu sesaat setelah perdagangan dimulai pada Rabu (5/5/2021). Harga LUCY yang diperdagangkan Rp 100 per lembar naik 10 persen menjadi Rp 110.

Adapun LUCY melepas 337,50 juta saham dalam penawaran umum perdana (initial public offering/IPO). Jumlah saham itu mewakili 32,61 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Dengan jumlah saham yang dilego ke pasar itu, perseroan bakal mengantongi dana hingga Rp 33,75 miliar. Selain itu, LUCY juga menerbitkan 236,25 juta Waran Seri I yang setara dengan 33,87 persen dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh. 

Adapun  Waran Seri I akan diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada tanggal penjatahan. Setiap pemegang 10 saham baru LUCY berhak memperoleh 7 Waran Seri I. Setiap waran Seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru LUCY yang dikeluarkan dalam portepel.

Adapun seluruh dana yang didapatkan dalam IPO setelah dikurangi biaya emis akan digunakan untuk modal kerja, pembayaran sewa gerai, operasional gerai, proses rekrutmen, pengembangan sistem terintegrasi untuk pengelolaan gerai, hingga renovasi gerai di SCBD. Sedangkan dana dari hasil pelaksanaan Waran Seri I seluruhnya akan digunakan untuk modal kerja. 


Komisaris dan Direksi Lima Dua Tiga Lima Direktur Randy Suherman, Komisaris Utama Felly Imransyah, Direktur Utama Andaru Tahir, Komisaris Sri Wulandari, dan Komisaris Calvin Lutvi (ki/ka) setelah penawaran umum saham perdana LUCY.


Direktur Utama Lucy in the Sky Andaru Tahir mengatakan dari hasil IPO, perseroan berencana membuka tujuh gerai dengan konsep baru. Beberapa gerai yang akan dioperasikan ialah Lucy in The Sky - Reooftop Garden (Glass House), Lucy by The Beach, dan Park by Lucy in the Sky.

Untuk mewujudkan rencana tersebut, LUCY dalam proses negosiasi dengan pemilik tempat di Senopati, Little Tokyo Blok M, PIK 2, dan Sarinah. Selain membuka gerai baru di Jakarta, Lucy akan ekspansi ke Surabaya, Bandung , dan Bali.

Perseroan menargetkan gerai-gerai tersebut bakal beroperasi pada semester II/2022. Saat ini perseroan tengah melaksanakan perencanaan desain dan studi pasar.

Komisaris LUCY in the Sky, Wulan Guritno, menjelaskan bahwa perseroan bakal mengedepankan konsep restoran yang memiliki ruang terbuka dan semi-terbuka. Ada beragam tema yang akan diterapkan pada gerai-gerai tersebut.

Salah satunya tema tropical bohemian. Tema tersebut bakal diterapkan pada gerai Lucy by the Beach yang memiliki konsep bar dan restoran. Dengan tema tersebut, perseroan ingin menciptakan suasana restoran yang lebih semarak dan meriah.

Selain itu, ada Park by Lucy in the Sky yang memiliki konsep terbuka dan semi terbuka. Sehingga pengunjung bisa bercengkrama dan makan dikelilingi suasana taman yang indah. Konsep tersebut diharapkan mampu menggaet konsumen dari komunitas. 

Selain desain restoran, perseroan juga menggandeng merek burger terkenal di kalangan milenial, yaitu Lawless Burger dan Pizza Dealer. Wulan menyebut kerja sama itu merupakan bagian dari strategi perusahana untuk menghadirkan beragam pilihan makanan. 

"Pelanggan akan disambut pilihan makanan yang lebih banyak denga suasan ornamen bergaya tropical bohemian," ujarnya Selasa (4/5/2021).

Adapun perseroan berencana untuk terus bertumbuh menambah gerai di masa depan. Hal itu bisa terwujud seiring meningkatnya permintaan masyarakat akan hiburan di tengah kota yang aman dan nyaman.


Wulan Guritno/Instagram.


Sosok di Balik Lucy in the Sky

Lucy in the Sky menjadi perhatian tak kala berencana melantai di bursa saham. Adapun Lucy in the Sky merupakan bagian dari Syah Estabishment yang terkenal mengelola hotel, kompleks perumahan, dan tempat lifestyle lainnya.

Beberapa tempat yang dikelola grup perusahaan itu ialah Sofia at The Gunawarman, Csaba at The Gunawarman, dan The Gunawarman Hotel. Kemudian, Bloom at Hotel Monopoli, The Moon at Hotel Monopoli, The Room at Hotel Monopoli, dan Hotel Monopoli.

Adapun Lucy in the Sky dikelola oleh PT Lima Dua Lima Tiga Tbk. Di balik perusahaan itu terdapat pemilik saham individu, yaitu Felly Imranshyah dan Surya Andarrurachman Putra.

Felly tercatat pernah menjabat sebagai direktur PT Mahaka Media Group, perusahaan yang dibangun oleh Menteri BUMN Erick Thohir. Felly menjabat di Mahaka Group sejak 2002 hingga 2006.

Adapun posisi Felly saat ini sebagai komisaris utama perseroan. Sebagai komisaris, Felly dibantu oleh Sri Wulandari alias Wulan Guritno yang menjabat sebagai komisaris independen.

Wulan merupakan aktris dan produser sekaligus entrepreneur. Dia membintangi sejumlah film di antaranya Nagabonar Jadi 2 dan I Am Hope.

Dia juga memiliki sejumlah bisnis makanan dan minuman seperti isopro23g dan nutribelly.id yang menargetkan konsumen dengan gaya hidup sehat.

(Reporter: Dwi Nicken Tari)

  

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.