Menanti Evaluasi Penanganan Arus Mudik dan Balik Usai Lebaran

Rest area masih menjadi momok kemacetan lalu lintas masa arus mudik dan balik lebaran. Pemisahan zona parkir dan zona aktivitas perlu dilakukan, supaya arus kendaraan di dalam rest area lebih lancar.

Rayful Mudassir
May 9, 2022 - 4:50 PM
A-
A+
Menanti Evaluasi Penanganan Arus Mudik dan Balik Usai Lebaran

Bisnis, JAKARTA - Setelah melewati masa arus mudik dan arus balik, Kementerian Perhubungan mulai mengevaluasi sejumlah kebijakan yang telah diterbitkan selama musim mudik. 

Dalam kalender pemerintah, arus mudik dimulai sejak 25 April 2022 atau H-7 Lebaran. Sedangkan puncak arus mudik terjadi pada Minggu (8/5/2022) malam. Kementerian Perhubungan termasuk Korlantas berkoordinasi berjibaku mengamankan musim mudik tahun ini. 

“Berbagai masukan telah kami terima dan Alhamdulillah pada umumnya menyampaikan bahwa mudik pada tahun ini berjalan dengan baik,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Senin (9/5/2022). 

Musim mudik kali ini memang berbeda dibandingkan dengan dua tahun terakhir. Setelah meniadakan mudik sejak 2020, pemerintah membuka kesempatan mudik bagi masyarakat pada tahun ini. Survei Kementerian perhubungan memperkirakan pemudik 2022 mencapai 85,5 juta orang. 

Sejumlah survei, simulasi, diskusi, telah dilakukan secara sistematis sehingga menghasilkan rekomendasi yang dieksekusi oleh para penanggung jawab di lapangan. Meski telah menyusul ragam rencana, Menhub mengakui bahwa pelayanan yang diberikan pemerintah belum maksimal. 

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan) saat memantau arus mudik Lebaran 2022./Bisnis


Dalam keterangannya, Budi Karya menyampaikan permohonan maaf lantaran belum dapat memenuhi harapan semua pihak dalam pelaksanaan arus mudik dan balik kali ini.

“Kami akan lakukan evaluasi agar kegiatan mudik dan juga kegiatan di mana akan ada pergerakan yang masif di masa yang akan datang, dapat diantisipasi dengan lebih baik.”

Berdasarkan data sementara yang dihimpun dari Posko Angkutan Lebaran Terpadu tahun 2022, jumlah pergerakan penumpang angkutan umum hingga Minggu atau H+5  mulai menurun. 

Kementerian Perhubungan mencatat sebanyak 1.024.818 penumpang menggunakan angkutan umum. Jumlah ini sedikit menurun dibandingkan dengan Sabtu (7/5/2022 atau H+4 yang mencapai 1.072.390 penumpang.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati menyebutkan bahwa pemantauan pergerakan penumpang mudik dilakukan di 111 terminal bus, 16 pelabuhan penyeberangan, 50 bandar udara, 110 pelabuhan laut, dan 13 Daop/Divre.

BACA JUGA: Perpanjang WFH Pasca Lebaran Demi Urai Kemacetan

“Sejauh ini, puncak tertinggi pergerakan penumpang angkutan umum pada masa arus balik adalah pada Sabtu atau H+4 Lebaran. Sementara pada Minggu kemarin atau H+5 jumlahnya menurun sedikit, tetapi masih di atas satu juta orang,” terangnya. 

Selama arus balik, setidaknya pemerintah telah menerapkan antisipasi kepadatan selama arus balik. Rencana tersebut menghubungkan kondisi jalan arteri dengan jalan tol. 

Menhub menjelaskan bahwa pihaknya melarang masuk kendaraan dari jalan arteri masuk ke jalur tol ataupun kendaraan di jalan tol bakal dikeluarkan ke jalan arteri saat terjadi kemacetan padat. 

Kemudian rekayasa jalur searah atau one way diterapkan pada di jalur arteri sepanjang Pantura seperti di Karawang – Indramayu – Cirebon – Brebes – Tegal – Pekalongan – Batang, sampai Semarang.

Sementara itu, kementerian memperkirakan sekitar 47 persen kendaraan belum kembali ke Jabodetabek hingga Minggu. Tidak ada penjelasan lebih jauh terkait hal ini. Namun begitu, pemerintah menyebut kepadatan arus balik meningkat pada Minggu kemarin.

Sejumlah Catatan

Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat Sjoko Setiwarjono memberikan sejumlah catatan dalam arus mudik kali ini. Menurutnya, pemerintah terlalu fokus pada pengaturan atau rekayasa lalu lintas di jalan tol. 

Hal ini terlihat dari pilihan jalur yang dilalui Tol Trans Jawa 24,1 persen. Sementara pemudik yang memilih jalur lintas Tengah Jawa 9,7 persen, Tol Cipularang 9,2 persen, jalur lintas Pantura Jawa 8,2 persen dan Trans Sumatera non tol 4,7 persen.

Meski demikian, upaya manajemen prioritas dengan rekayasa lalu lintas yang dilakukan di jalan Tol Trans Jawa berupa ganjil genap, arus searah alias one way dan arus berlawaan arah (contra flow) sudah maksimal. 

“Sebelum terhubung jalan Tol Trans Sumatera, waktu perjalanan di kala mudik untuk mencapai wilayah perbatasan Jatim-Jateng kisaran 30 -35 jam. Sekarang, setelah terhubung lama perjalanan kisaran 12 - 15 jam,” ujarnya. 

Menurutnya, rest area masih menjadi momok kemacetan lalu lintas masa arus mudik dan balik lebaran. Pemisahan zona parkir dan zona aktivitas perlu dilakukan, supaya arus kendaraan di dalam rest area lebih lancar. 


Selain itu, terdapat sejumlah penyebab lain kemacetan lalu lintas di jalan tol seperti perilaku beristirahat di bahu jalan tol, berkendara zig zag, saldo uang elektronik tidak mencukupi, penyempitan ruas jalan, melintas jalur tanpa kendali petugas hingga kecelakaan lalu lintas.

Berdasarkan data PT Jasa Raharja, jumlah kecelakaan lalu lintas tahun 2022 menurun dibandingkan tahun 2019. Pada periode 25 April 2022 sampai 5 Mei 2022 tercatat ada 4.107 kecelakaan lalu lintas dan 568 korban di antaranya wafat. 

Periode yang sama di tahun 2019 terdata 5.713 kecelakaan lalu lintas dan 1.123 orang wafat. Dengan kata lain, jumlah kasus kecelakaan lalu lintas menurun 28 persen. Kasus warga yang wafat turun 49 persen.

“Kedisplinan dan ketaatan pemudik pada aturan lalu lintas masih rendah. Itu semua tergambar begitu jelas baik di sepanjang jalan tol maupun arteri.”

Dia menerangkan bahwa masih ada pengendara yang didorong faktor kelelahan menggunakan bahu jalan untuk beristirahat, mobil barang digunakan untuk mengangkut orang, dan sepeda motor dinaiki lebih dari dua orang. 

Adapula pengemudi melintas median jalan tanpa sepengatahuan petugas saat jalur one way diberlakukan. “Ironisnya, tidak ada penindakan dari aparat hukum karena konsentrasi petugas semata-mata terfokus pada kelancaran arus mudik dan arus balik. Tentunya, fenomena pelanggaran-pelanggaran lalu lintas itu sangat mengancam keselamatan dan dapat membahayakan orang lain.”

Aturan WFH

Di sisi lain, Kementerian Dalam Negeri menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang Penyesuaian Sistem Kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemendagri Selama Masa Arus Balik Idul Fitri 1443 H. 

Langkah tersebut diambil pemerintah sebagai upaya mengurangi kepadatan arus balik pada perayaan Idulfitri, sekaligus mencegah terjadinya pertambahan penyebaran Covid-19.

“Menetapkan 50 persen ASN melaksanakan tugas kedinasan dari rumah [working from home/WFH] dan 50 persen melaksanakan tugas kedinasan dari kantor [working from office/WFO] mulai tanggal 9 Mei 2022 sampai dengan 13 Mei 2022,” demikian bunyi poin 1 huruf a dalam SE Nomor 440/2420/SJ tanggal 8 Mei 2022 tersebut.

Lebih jauh, SE yang ditandatangani Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri Suhajar Diantoro atas nama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian itu menekankan agar pelaksanaan WFH tetap memperhatikan dan tidak mengganggu kelancaran tugas-tugas kedinasan dan penyelenggaraan pelayanan pemerintahan.

Setali tiga uang, Kemendikbudristek telah berkoordinasi dengan Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten untuk memberi penambahan masa libur sekolah selama tiga hari hingga 12 Mei 2022. 


Pemudik antre menunggu giliran untuk naik ke atas KMP Port Link III di Dermaga Eksekutif, Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Lampung, Rabu (28/4/2022). Memasuki H-4 Hari Raya Idul Fitri 1443 H pelabuhan Bakauheni, Lampung mulai dipadati pemudik yang akan menyebrang ke pulau Jawa maupun ke pulau Sumatera dan diperkirakan puncaknya pada H-3 Lebaran./Antara



Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhajid Effendy menyebutkan bahwa keputusan tersebut merupakan langkah yang tepat. Penambahan masa libur sekolah ini ditujukan untuk menghindari kemacetan parah saat puncak arus balik. 

“Perubahan tanggal masuk sekolah setelah libur lebaran ini diharapkan mengurangi kepadatan lalu lintas pada saat arus balik Lebaran 2022,” ujarnya, Kamis (5/5/2022). 

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tiga provinsi tersebut juga telah mengeluarkan surat edaran terkait jadwal sekolah menjadi 12 Mei 2022 sesuai arahan pemerintah. 

Di sisi lain, Menhub Budi Karya berharap kegiatan mudik tahun ini menjadi awal dari kebangkitan ekonomi dan juga menjadi tanda dimulainya masa endemi. 

“Kami selalu menekankan agar protokol kesehatan dijalankan dengan baik, sehingga diharapkan tidak terjadi kenaikan kasus usai masa mudik,” ujarnya.

Menhub menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kolaborasi dan komunikasi yang baik, yang telah dilakukan antar Kementerian/Lembaga, Polri, operator sarana dan prasarana transportasi dan unsur terkait lainnya. (Dany Saputra & Anitana Widya Puspa)

Editor: Rayful Mudassir
company-logo

Lanjutkan Membaca

Menanti Evaluasi Penanganan Arus Mudik dan Balik Usai Lebaran

Dengan paket langganan dibawah ini :

Tidak memerlukan komitmen. Batalkan kapan saja.

Penawaran terbatas. Ini adalah penawaran untuk Langganan Akses Digital Dasar. Metode pembayaran Anda secara otomatis akan ditagih di muka setiap empat minggu. Anda akan dikenai tarif penawaran perkenalan setiap empat minggu untuk periode perkenalan selama satu tahun, dan setelah itu akan dikenakan tarif standar setiap empat minggu hingga Anda membatalkan. Semua langganan diperpanjang secara otomatis. Anda bisa membatalkannya kapan saja. Pembatalan mulai berlaku pada awal siklus penagihan Anda berikutnya. Langganan Akses Digital Dasar tidak termasuk edisi. Pembatasan dan pajak lain mungkin berlaku. Penawaran dan harga dapat berubah tanpa pemberitahuan.

Copyright © Bisnis Indonesia Butuh Bantuan ?FAQ