Menanti Jalan Tengah Mekanisme Subsidi BBM

Dengan kata lain, apapun keputusan pemerintah terkait dengan BBM bersubsidi sebenarnya tidak akan sulit diterima oleh masyarakat, asalkan tidak dilakukan secara mendadak.

Ibeth Nurbaiti
Apr 24, 2022 - 5:00 PM
A-
A+
Menanti Jalan Tengah Mekanisme Subsidi BBM

Petugas memasukkan data konsumen yang menggunakan kartu kendali saat mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) solar subsidi di SPBU 64.761.10 Jalan Soekarno Hatta Km 14, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (18/4/2022). Dalam upaya antisipasi penyelewengan BBM subsidi PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menerapkan sistem kartu kendali (Fuel Card) untuk pengisian BBM jenis solar di SPBU Kalimantan Timur. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

Bisnis, JAKARTA — Bicara tentang bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak lepas dari isu kelangkaan dan kelebihan kuota. Jika terjadi kenaikan harga pada BBM nonsubsidi, bayangan kelangkaan BBM subsidi bisa terjadi di mana-mana, yang kemudian diikuti pula dengan potensi kelebihan kuota, dan ujung-ujungnya mengancam ketahanan keuangan negara.

Sebagaimana diketahui, Indonesia memiliki dua jenis BBM yang disalurkan ke masyarakat, yakni BBM subsidi dan BBM nonsubsidi. Untuk BBM subsidi terdiri dari minyak tanah; Premium; dan Solar, sedangkan BBM nonsubsidi terdiri dari Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite.

Belakangan, pemerintah menetapkan Pertalite sebagai jenis BBM khusus penugasan atau JBKP menggantikan Premium. Itu artinya, selisih antara biaya produksi dan harga jual penetapan Pertalite sepenuhnya akan disubsidi oleh pemerintah, sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM Nomor 37.K/HK.02/MEM.M/2022 tanggal 10 Maret 2022 tentang JBKP.

Baca juga: Menyingkap Fakta di Balik Harga BBM Indonesia yang Kian Mahal

Editor: Ibeth Nurbaiti
company-logo

Lanjutkan Membaca

Menanti Jalan Tengah Mekanisme Subsidi BBM

Dengan paket langganan dibawah ini :

Tidak memerlukan komitmen. Batalkan kapan saja.

Penawaran terbatas. Ini adalah penawaran untuk Langganan Akses Digital Dasar. Metode pembayaran Anda secara otomatis akan ditagih di muka setiap empat minggu. Anda akan dikenai tarif penawaran perkenalan setiap empat minggu untuk periode perkenalan selama satu tahun, dan setelah itu akan dikenakan tarif standar setiap empat minggu hingga Anda membatalkan. Semua langganan diperpanjang secara otomatis. Anda bisa membatalkannya kapan saja. Pembatalan mulai berlaku pada awal siklus penagihan Anda berikutnya. Langganan Akses Digital Dasar tidak termasuk edisi. Pembatasan dan pajak lain mungkin berlaku. Penawaran dan harga dapat berubah tanpa pemberitahuan.

Copyright © Bisnis Indonesia Butuh Bantuan ?FAQ