Menanti Kehadiran Negara Stimulasi Mobil Hybrid Lebih Terjangkau

Indonesia dinilai perlu berkaca dari Thailand untuk segi kebijakan mobil listrik termasuk teknologi hybrid. Nantinya, Tanah Air pun bisa menjadi basis produksi untuk mobil hybrid dengan harga menengah ke bawah.

Nuhansa Mikrefin Yoedo Putra

17 Feb 2024 - 20.39
A-
A+
Menanti Kehadiran Negara Stimulasi Mobil Hybrid Lebih Terjangkau

Peluncuran Suzuki New XL7 Hybrid di Jakarta. /Dok. Suzuki Indomobil Sales

Bisnis, JAKARTA — Toyota Indonesia menilai mobil hybrid dengan harga lebih terjangkau bisa direalisasikan apabila pemerintah memberikan dukungan kebijakan yang ideal.

Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam mengatakan salah satu insentif yang bisa diberikan oleh pemerintah adalah terkait pajak mobil hybrid supaya harga lebih terjangkau.

“Ya tarif [pajak] diturunkan sehingga nanti [produk] lebih terjangkau,” katanya di JIExpo Kemayoran, dikutip Sabtu (17/2/2024).

Baca juga: Menyambut Pertarungan Baru Mobil Niaga Ringan Blind Van

Lebih lanjut, dia mengatakan insentif berupa potongan pajak yang diberikan konsumen akan membuat daya beli terhadap mobil hybrid menjadi lebih bergairah. Hal ini lantaran terdapat unsur penghematan lebih jauh di luar bahan bakar.

Menurutnya, Indonesia harus berkaca dari Thailand untuk segi kebijakan mobil listrik termasuk teknologi hybrid. Nantinya, Tanah Air pun bisa menjadi basis produksi untuk mobil hybrid dengan harga menengah ke bawah.

“Prospeknya besar sekali dan tidak hanya domestik, tapi juga ekspor,” tuturnya.

 

 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya mengatakan pemerintah sudah menjalin komunikasi dengan para pabrikan otomotif terkait dengan insentif untuk jenis hybrid.

Mantan Menteri Perindustrian itu bahkan menyebut sudah ada pembicaraan antara industri dengan Presiden Joko Widodo yang meminta adanya insentif hybrid.

"Kalau kita lihat penjualan hybrid sekarang lebih tinggi dari EV sehingga hybrid [bisa] menjadi solusi menengah," katanya.

Baca juga: Produksi Mobil Hybrid Harga Terjangkau, Toyota Tunggu Arah Pemerintah

Sebagai informasi, PP 74/2021 mobil full hybrid 3.000 cc dengan motor bakar cetus api dan konsumsi BBM 23 kilometer per liter atau tingkat emisi CO2 kurang dari 100 gram per kilometer dikenakan tarif 15% dengan DPP sebesar 40%. Alhasil PPnBM untuk hybrid dengan motor bakar cetus tersebut sebanyak 6%.

Selanjutnya, untuk mobil full hybrid 3.000 cc dengan motor bakar cetus api dengan konsumsi BBM lebih dari 18,4 kilometer sampai 23 kilometer per liter atau tingkat emisi CO2 mulai dari 100-125 gram per kilometer dikenakan tarif 15% dengan DPP 46 ⅔%. Hal ini berarti PPnBM yang dikenakan sebesar 7%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.