Menanti Manuver BI Merespons The Fed

Harian ini menilai kebijakan akhir tahun The Fed harus direspons cepat oleh Bank Indonesia (BI) dengan kebijakan serupa. Harapannya, sektor moneter nasional bisa memiliki daya dorong lebih kuat dalam memacu ekonomi dan menciptakan stabilitas di pasar keuangan, baik di pasar saham maupun surat utang.

Redaksi

15 Des 2023 - 07.08
A-
A+
Menanti Manuver BI Merespons The Fed

Kabar baik berembus setelah bank sentral Amerika Serikat (AS) menuntaskan pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang digelar pada 12—13 Desember 2023. Ini merupakan pertemuan terakhir yang digelar pada 2023.

FOMC, yang merupakan badan pembuat kebijakan The Fed, memutuskan dengan suara bulat untuk mempertahankan suku bunga acuan federal fund rate (FFR) berkisar 5,25%—5,50%. Keputusan mempertahankan FFR ini merupakan yang ketiga kalinya dilakukan The Fed, sekaligus menjadi level yang tertinggi sejak 2021.

Dengan demikian, hampir pasti bahwa rezim moneter ketat akan berakhir pada pengujung 2023. Ini juga sudah dinyatakan oleh Kepala Dewan Gubernur The Fed Jerome Powell dalam konferensi pers seusai pertemuan FOMC terakhir pada tahun ini.

Powell menyatakan The Fed kemungkinan bisa menurunkan FFR sebesar 75 basis poin (bps) pada 2024. Dengan begitu, proyeksi median suku bunga pada akhir 2024 menjadi sekitar 4,625% dari posisi September 2023 sebesar 5,125%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Ibeth Nurbaiti
Anda belum memiliki akses untuk melihat konten

Untuk melanjutkannya, silahkan Login Di Sini

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.