Menanti Peran Aktif Perbankan Mendukung Investasi Sektor Manufaktur

Selama perbankan nasional tidak merespons peluang hilirisasi sebagai kesempatan untuk meningkatkan kredit pinjaman industri, investasi manufaktur akan tetap didominasi investor asing.

Afiffah Rahmah Nurdifa

29 Apr 2024 - 23.34
A-
A+
Menanti Peran Aktif Perbankan Mendukung Investasi Sektor Manufaktur

Bisnis, JAKARTA  Realisasi investasi di sektor manufaktur tercatat sebesar Rp161,1 triliun pada kuartal I/2024. Nilainya turun dibandingkan kuartal IV/2023 Rp162,3 triliun dan melanjutkan tren penurunan investasi dari kuartal III/2023 senilai Rp163,7 triliun.

Menteri Investasi/Kepala Berdasarkan data Kementerian Investasi/Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa investasi manufaktur yang juga memacu aktivitas hiliriasi masih didominasi oleh penanaman modal asing (PMA).

"Kalau kita lihat dari PMA dan PMDN [penanaman modal dalam negeri], ini manufaktur di kuartal I/2024 PMA itu lebih banyak kepada manufaktur. Sementara PMDN-nya itu lebih banyak kepada sektor jasa. Jadi memang, sektor hilirisasi ini lebih banyak didorong oleh PMA kita," ujar Bahlil, Senin (29/4/2024).

Baca juga: Mengungkit Pemanfaatan Potensi Aset Indikasi Geografis

Dia merinci, PMA di sektor manufaktur memiliki porsi 55,1% pada periode ini. Sedangkan, PMDN lebih banyak menyasar sektor jasa dengan porsi 53%.

Melihat kondisi ini, Bahli tak menampik ada banyak pertanyaan terkait investasi asing yang menguasai bidang hilirisasi di Tanah Air.

"Jadi kalau pakar ekonomi mengatakan kenapa hilirsasi hanya dimanfaatkan oleh asing, ini pekerjaan rumah kita, di mana pertama perbankan kita harus terbuka kepada sektor hilirisasi," ujarnya.

Menurut Bahlil, selama perbankan nasional tidak merespons peluang hilirisasi sebagai kesempatan untuk meningkatkan kredit pinjaman industri, investasi manufaktur akan tetap didominasi investor asing.

 

 

Untuk itu, dia mendorong perbangkan lebih terbuka kepada nasabah industri yang berniat untuk meningkatkan aktivitas manufaktur dalam negeri.

"Saya pastikan kalau kreditnya di luar pasti mereka dana hasil ekspor dari komoditasnya akan menyelesaikan cicilan pokok tanpa bunga dari pinjaman asal dimana negara itu ada," tuturnya.

Data BKPM menunjukkan realisasi investasi berdasarkan sektor pada triwulan I/2024 paling banyak di sektor primer senilai Rp169,2 triliun atau 42,1% dari total realisasi investasi triwulan ini Rp401,5 triliun.

Baca juga: Investasi Manufaktur Kuartal I/2024 Kendor, Bahlil Minta Perbankan Lebih Aktif

Disusul oleh investasi manufaktur senilai Rp161,1 triliun atau 40,2% dari total investasi periode yang sama. Adapun, investasi manufaktur terdiri dari Rp112,5 triliun (55%) dan PMDN Rp48,6 triliun (24,7%).

Selanjutnya, investasi infrastruktur dan jasa sebesar Rp71,2 triliun atau 17,7% dari total investasi kuartal pertama tahun ini. Komposisinya sumber investasinya yakni PMA Rp27,2 triliun dan PMDN Rp48,6 triliun.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.