Mencetak 10 Juta Petani Digital Hingga 2024

Ketua Umum HKTI Moeldoko mendukung pengembangan 10 juta petani digital oleh Gerakan Maju Tani.

Hafiyyan

12 Sep 2023 - 13.23
A-
A+
Mencetak 10 Juta Petani Digital Hingga 2024

Petani menyalakan mesin air untuk menyiram tanaman dengan menggunakan metode irigasi kabut di Bantul, Jawa Tengah. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis, JAKARTA – Gerakan Maju Tani menargetkan pengembangan 10 juta petani digital untuk memanfaatkan keterbatasan lahan dan berkurangnya jumlah petani.

Gerakan Maju Tani melakukan kunjungan ke Kepala Staf Kepresidenan yang juga Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Moeldoko di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, pada Senin (11/9/2023).

Salah satu inisiator Gerakan Maju Tani Indonesia, Erwin Gunawan mengungkapkan, tujuan utama dari Gerakan ini adalah mencetak 10 juta petani digital sebelum akhir 2024.

Gerakan Maju Tani bertekad memajukan pertanian dengan teknologi dan inovasi, memberdayakan generasi muda di dunia pertanian, serta melestarikan pertanian yang berkelanjutan. Gerakan ini juga mencanangkan Hari Maju Tani pada 8 Oktober 2023 sebagai Hari Kebangkitan dan Transformasi Petani Muda Indonesia.

Baca juga: Menangkap Peluang dengan Layanan Same Day Delivery

“Gerakan ini berawal dari kekhawatiran kami terkait krisis pangan yang terjadi di banyak negara termasuk Indonesia. Saat ini, Indonesia sudah menjadi negara importir bahan pangan. Belum lagi jumlah petani yang semakin berkurang. Karena itu, kami ingin berupaya agar anak muda tertarik untuk menjadi petani,” kata Erwin dalam acara konferensi pers Gerakan Maju Tani di kantor staf kepresidenan, Senin, (11/9/2023).

Erwin menambahkan, Gerakan Maju Tani mengusung konsep metafarming yang memungkinkan anak muda untuk  bisa menjadi petani secara digital.

Meta Farming adalah platform online di mana semua orang bisa terlibat dalam pertanian. Melalui aplikasi ini, mereka yang tertarik untuk bertani bisa bercocok tanam di lahan yang sudah disiapkan oleh Meta Farming.


Ketua Umum HKTI Moeldoko mendukung pengembangan 10 juta petani digital oleh Gerakan Maju Tani.


“Kami meminta dukungan dari Bapak Moeldoko sebagai Kepala Staf Kepresidenan yang juga Ketua Umum HKTI untuk menjalankan konsep ini secara massal tidak hanya di kota-kota besar tetapi juga di seluruh wilayah di Indonesia. Kami juga akan meminta bantuan dari Kementerian Pertanian agar target 10 juta petani digital bisa tercapai pada akhir 2024," lanjut Erwin.

Erwin menambahkan, konsep metafarming ini akan disosialisasikan ke sejumlah pihak agar target 10 juta petani digital pada akhir 2024 bisa tercapai. Pada acara tersebut, Gerakan Maju Tani juga menobatkan Ketua Umum HKTI Moeldoko sebagai Bapak Gerakan Maju Tani Indonesia.

Moeldoko menyambut baik Gerakan Maju Tani yang diusung oleh sekelompok anak muda. Dia menyebut gerakan ini sebagai Neo Marhaen.

Baca juga: Jalan Panjang Jokowi Amankan Beras Impor hingga 2024

“Dulu Bung Karno bertemu dengan seorang petani bernama Marhaen yang tekun menjalankan pekerjaannya sebagai petani namun jauh dari sejahtera. Karena itu, Bung Karno mengenalkan gerakan Marhaen yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Kini, dengan lahan subur yang semakin berkurang, sejumlah anak muda menawarkan konsep metafarming untuk membuat petani lebih sejahtera. Gerakan ini  saya sebut sebagai neomarhaein,” kata Moeldoko.

Moeldoko menambahkan, metafarming ini merupakan bentuk transformasi di sektor pertanian. Konsep ini memanfaatkan teknologi yang bisa digunakan untuk menginspirasi anak muda untuk mau menjadi petani.

Menurut Moeldoko, cita-cita Soekarno tentang kesejahteraan petani sekarang jadi kenyataan dengan konsep metafarming yang melahirkan petani muda digital.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.