Mendongkrak Pertumbuhan Ritel Setelah Lebaran

Penjualan eceran ini terjadi pada hampir seluruh kelompok, terutama kelompok suku cadang dan aksesori, perlengkapan rumah tangga lainnya serta subkelompok sandang.

Rayful Mudassir
May 18, 2022 - 5:35 PM
A-
A+
Mendongkrak Pertumbuhan Ritel Setelah Lebaran

Bisnis, JAKARTA - Industri ritel berusaha bangkit sepanjang 2022 seiring dengan pemulihan ekonomi di sejumlah sektor. Gairah bisnis ini ikut ditopang oleh meningkatnya kinerja penjualan eceran pasca-Idulfitri. 

Bank Indonesia memprakirakan kinerja penjualan eceran pada April meningkat. Proyeksi ini didasari oleh indeks penjualan rill (IPR) bulan lalu sebesar 219,3 poin atau tumbuh 6,8 persen secara bulanan (month-to-month/mtm).

Direktur Bina Usaha dan Pelaku Distribusi Kementerian Perdagangan Nina Mora mengatakan situasi bisnis ritel dapat dilihat dari kinerja penjualan eceran tersebut.

“Peningkatan terjadi pada sebagian besar kelompok, sejalan peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat pada bulan Ramadan dan menjelang HBKN Idulfitri,” katanya, Rabu (18/5/2022).


Gerai Hero Supermarket/JIBI



Hasil survei penjualan eceran (SPE) mengindikasikan kinerja penjualan eceran bergerak positif. Hal tersebut tercermin dari IPR Maret 2022 sebesar 205,3 poin atau tumbuh sebesar 2,6 persen (mtm), lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar -4,5 persen (mtm).

Penjualan eceran ini terjadi pada hampir seluruh kelompok, terutama kelompok suku cadang dan aksesori, perlengkapan rumah tangga lainnya serta subkelompok sandang.

Peningkatan ini juga didorong oleh terbitnya revisi Peraturan Menteri Perdagangan No 23/2021 tentang Peroman Pengembangan, Penataan dan Pembinaan Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan. Perubahan beleid itu tertuang dalam Permendag 18/2022.

Sebelum direvisi, pemerintah membatasi jumlah gerai yang dapat dikelola sendiri hingga 150 toko. Lebih dari itu, pelaku usaha wajib membuka waralaba bagi gerai yang ditambahkan.

Pada regulasi terbaru, pemerintah memberikan opsi lain. Pelaku usaha dapat menambah gerai lebih lanjut melalui usaha patungan (joint venture) atau bagi hasil dengan UMKM apabila penambahan gerainya tidak bisa dilakukan melalui pola waralaba.


Pengunjung berjalan di depan gerai yang ada di pusat perbelanjaan Sumarecon Mal Serpong, Tangerang, Banten, Selasa (22/6/2021). 



“Dengan terbitnya Permendag 18/2022 ini, ekspansi ritel diyakini akan terus berjalan. Pemerintah mendukung dan mendorong ekspansi ritel yang dilakukan dengan melibatkan UMKM atau pelaku usaha lainnya untuk turut berpartisipasi dan menjadi bagian dari perkembangan Toko Swalayan untuk pemerataan ekonomi di sektor ritel.”

Ketua Umum Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah juga membenarkan bahwa bisnis ritel kembali bergeliat sejak Ramadan dan Lebaran.

“Sudah mulai naik. Hanya, untuk restoran yang memang perlu kehadiran tidak bisa take away. Untuk fesyen, aksesoris, baru di 60-70 persen belum balik.” 

Beberapa supermarket juga yang belum bisa online itu masih di 80 persen, terutama super market kelas menengah atas belum sampai pulih seperti 2019,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (18/5/2022).


Jalur Tol

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) memproyeksikan pertumbuhan penjualan ritel modern yang berada di rest area sepanjang jalan tol bakal naik 10 hingga 15 persen secara tahunan seiring dengan relaksasi kebijakan mudik pada tahun ini. 

Kendati demikian, pertumbuhan yang positif itu tidak bakal berdampak signifikan secara keseluruhan untuk kinerja ritel di tengah inflasi domestik yang diprediksi memangkas pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini.

Ketua Umum Aprindo Roy N Mandey mengatakan asosiasinya masih mengkhawatirkan sejumlah paket kebijakan seperti kenaikan pajak pertambahan nilai atau PPN sebesar 11 persen, fluktuasi harga energi hingga barang kebutuhan pokok bakal mengurangi tingkat konsumsi masyarakat di tengah momentum mudik tahun ini.

Secara keseluruhan, kata Roy, kinerja penjualan ritel modern relatif menyusut jika dibandingkan dengan torehan tahun lalu. Alasannya otoritas fiskal memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua tahun ini hanya di angka 5 persen. Proyeksi itu terpaut jauh dari torehan pada periode yang sama di 2021 sebesar 7,07 persen.

Kepala Pusat Industri, Perdagangan dan Investasi Indef Andry Satrio Nugroho mengatakan kinerja penjualan ritel yang terletak di rest area sepanjang jalan tol bakal tumbuh positif pada tahun ini.

“Kita memprediksi juga mobilitas masyarakat jauh lebih tinggi ke depannya ini juga akan memberikan peluang bagi bisnis ritel yang ada di rest area terutama jalan tol,” kata Andry melalui pesan suara, Selasa (12/4/2022).

Menurut Andry, investasi ritel pada kawasan jalan tol itu juga bakal ikut bergerak positif seiring dengan rencana pemerintah untuk menyiapkan fase endemi setelah tren pelandaian pandemi awal 2022.

“Tentu akan menguntungkan ke depan, saya rasa aktivitas perpindahan masyarakat ini juga akan terus meningkat seiring dari perubahan status dari pandemi ke endemi sesuai prospek di rest area ini,” kata dia. (Indra Gunawan & Nyoman Ary Wahyudi)

Editor: Rayful Mudassir
company-logo

Lanjutkan Membaca

Mendongkrak Pertumbuhan Ritel Setelah Lebaran

Dengan paket langganan dibawah ini :

Tidak memerlukan komitmen. Batalkan kapan saja.

Penawaran terbatas. Ini adalah penawaran untuk Langganan Akses Digital Dasar. Metode pembayaran Anda secara otomatis akan ditagih di muka setiap empat minggu. Anda akan dikenai tarif penawaran perkenalan setiap empat minggu untuk periode perkenalan selama satu tahun, dan setelah itu akan dikenakan tarif standar setiap empat minggu hingga Anda membatalkan. Semua langganan diperpanjang secara otomatis. Anda bisa membatalkannya kapan saja. Pembatalan mulai berlaku pada awal siklus penagihan Anda berikutnya. Langganan Akses Digital Dasar tidak termasuk edisi. Pembatasan dan pajak lain mungkin berlaku. Penawaran dan harga dapat berubah tanpa pemberitahuan.

Copyright © Bisnis Indonesia Butuh Bantuan ?FAQ