Free

Mendorong Ekspansi Dunia Usaha

Pemerintah punya tugas urgen untuk mendorong geliat ekspansi dunia usaha. Maklum, selama pemilu pelaku usaha cenderung menahan diri.

Redaksi

21 Feb 2024 - 07.04
A-
A+
Mendorong Ekspansi Dunia Usaha

Pekerja membawa kain di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Minggu (5/12/2021)./Bisnis-Himawan L Nugraha

Pemerintah punya tugas urgen untuk mendorong geliat ekspansi dunia usaha. Maklum, selama periode penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu) pelaku usaha cenderung menahan diri sembari menanti situasi politik yang lebih stabil kala pemerintahan baru terbentuk.

Hal itu wajar saja, karena stabilitas politik dan keamanan menjadi kunci penting dalam menentukan arah bisnis. Namun, hal itu tak boleh dibiarkan berlarut-larut lantaran peran dunia usaha yang besar bagi perekonomian nasional.

Apalagi, secara umum penyelenggaraan pemilu tergolong aman, walaupun masih ada peluang terjadi sengketa pemilu yang bisa saja kembali memanaskan suhu politik.

Jika gairah ekspansi tak kembali muncul, kinerja ekonomi menjadi pertaruhan. Celakanya, gelagat itu masih terlihat saat ini. Contohnya bisa kita lihat di sektor manufaktur. Ada risiko produktivitas manufaktur tersendat karena permintaan bahan baku yang tak sekencang sebelumnya.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), pada Januari 2024 terjadi penurunan nilai impor, terutama bahan baku/penolong yang menyusut 2,96% secara tahunan menjadi US$13,48 miliar. Padahal selama ini, bahan baku/penolong menyumbang 72,81% dari total impor.

Secara bulanan, impor bahan baku/penolong pada Januari 2024, yang tercatat sebesar US$13,48 miliar, juga turun 2,25% jika dibandingkan dengan Desember 2023 senilai US$13,79 miliar.

Hal itu bukan kali pertama terjadi. Penurunan impor bahan baku/penolong bahkan sudah berlangsung sejak Januari 2023. Bila dihitung Januari 2023—Januari 2024, total nilai impor bahan baku/penolong telah anjlok 10,51% menjadi US$174,63 miliar.

Situasi tersebut perlu direspons pemerintah dengan menganalisis berbagai faktor yang memengaruhi dan lantas mengambil langkah strategis untuk mengakselerasinya. Mulai dari situasi industri domestik, perangkat kebijakan, serta perkembangan ekonomi dalam negeri, khususnya sektor konsumsi.

Jika dilihat dari perspektif konsumsi, sejatinya optimisme konsumen masih relatif terjaga. Buktinya, Survei Konsumen yang dilakukan Bank Indonesia menunjukkan bahwa pada Januari 2024 keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi meningkat ketimbang bulan sebelumnya. Hal itu tecermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Januari 2024 yang mencapai 125,0, lebih tinggi jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tercatat 123,8.

Kenaikan itu didorong oleh menguatnya keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun ekspektasi terhadap kondisi ekonomi ke depan. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) Januari 2024 masing-masing tercatat 115,6 dan 134,5.

Hal itu mestinya dapat menjadi momentum bagi pelaku usaha untuk berekspansi lantaran ada peluang permintaan konsumen ke depan bakal meningkat. Toh selama ini, upaya menjaga daya beli masyarakat juga dilakukan, salah satunya melalui bantuan sosial bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Selaras dengan hal itu, pemerintah juga perlu menyiapkan katalis melalui serangkaian insentif bagi industri. Contohnya adalah dengan mendorong efisiensi dunia usaha, terutama dalam hal memangkas beban usaha yang bersifat universal seperti biaya logistik, energi, suku bunga, maupun pembiayaan adopsi teknologi.

Tentu saja dibutuhkan kebijakan lintas sektor untuk menciptakan kondisi tersebut. Contohnya, peran pelaku sektor keuangan yang juga penting untuk menunjang ekspansi sektor riil. Faktanya, selama ini pelaku usaha jasa keuangan, utamanya bank, berjibaku dengan tersendatnya permintaan pembiayaan lantaran suku bunga yang tergolong mahal.

Dus, dibutuhkan konsolidasi kebijakan yang saling mendukung di lintas instansi, agar akselerasi ekspansi dunia usaha benar-benar terjadi. Demikian pula dengan koordinasi yang baik untuk menyelaraskan kebijakan fiskal dan moneter.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rinaldi Azka
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.