Free

Mendorong Lebih Banyak Perempuan di Bisnis UMKM

Kementerian Koperasi dan UKM tengah berupaya agar keterwakilan perempuan sebagai pemilik bisnis UMKM dapat lebih tinggi. Tak hanya perkara kesetaraan, tetapi perempuan dianggap juga lebih kreatif dan produktif.

Redaksi

19 Feb 2024 - 11.15
A-
A+
Mendorong Lebih Banyak Perempuan di Bisnis UMKM

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki./BISNIS

Bisnis, JAKARTA - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) terus berupaya meningkatkan kapasitas UMKM perempuan, seiring peran perempuan terutama pada UMKM terbukti cukup signifikan.

Data Global Entrepreneurship Monitor 2022, menyatakan bahwa Indonesia termasuk di antara empat negara dengan tingkat total aktivitas kewirausahaan perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki. MenKopUKM menegaskan, sektor UMKM dapat menjadi pintu masuk perempuan agar lebih berdaya. Tercatat dari laporan UN Women 2023, 1 dari 3 UMKM di dunia dimiliki oleh perempuan dimana 64% pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menerangkan sebenarnya perempuan jauh lebih kreatif dan produktif dibandingkan dengan laki-laki. Namun, data Bank Dunia 2021 menerangkan yang menjadi tantangan adalah usaha milik perempuan dinyatakan memperoleh keuntungan yang masih lebih rendah dibandingkan dengan usaha milik laki- laki.

“Survei kami bersama Google dan Grab menunjukan bahwa tingkat produktivitas perempuan lebih tinggi dari laki-laki. Sayangnya, rata-rata usaha perempuan lebih rendah dibandingkan dengan milik laki-laki. Karena itu, perempuan masuk di wilayah tidak produktif atau skala perumahan. Perempuan diharapkan semakin banyak yang berkecimpung di  sektor produktif nasional,” ungkap Teten, dikutip Senin (19/2/2024). 

Teten berharap dapat mendorong sektor UMKM yang 64% dikuasai perempuan. “Jangan lupa The power of emak- emak ya ini. Memberdayakan UMKM dalam bersamaaan selain pemberdayaan ekonomi juga pemberdayaan perempuan," katanya.

Di sisi lain, Kemenkop UKM fokus meningkatkan akses pembiayaan terhadap UMKM. Alasannya, penyerapan akses pembiayaan melalui perbankan di Indonesia cukup rendah di angka 4,9% dan 4,29% di koperasi simpan pinjam (KSP), dibandingkan dengan China dan Jepang yang di atas 60% dan Korea Selatan di atas 80%. 

Baca Juga : Negara yang Menerapkan 4 Hari Kerja dalam Sepekan 

Teten menerangkan pembiayaan di Indonesia mayoritas fokus di investasi yang tidak aksesibel ke semua UMKM. Hal ini karena sulitnya birokrasi akses pinjaman yang rata-rata membutuhkan jaminan/collateral dan credit scoring yang sulit diakses oleh pemilik UMKM untuk memastikan NPL (non performing loan) yang baik untuk bank.

Upaya Teten, di antaranya dengan memperkuat pengembangan wirausaha di Indonesia melalui afirmasi 40 persen belanja pemerintah untuk menyerap produk-produk UMKM, penyediaan 30 persen infrastruktur publik untuk penjualan produk UMKM, dan kemitraan usaha besar dan BUMN dengan UMKM. 

Terkait akses pembiayaan, Teten sedang melakukan kajian credit scoring dalam rangka mempercepat penyaluran kredit kepada UMKM termasuk optimalisasi program KUR Klaster Berbasis Rantai Pasok, tanpa dimintai agunan.

Baca Juga : Marcella Zalianty Bicara Arah Industri Perfilman Nasional 

Deputi Direktur PWI Pusat Amy Atmanto menilai perlu tercipta kolaborasi antar pihak dan pemangku kepentingan dalam rangka Kebangkitan Ekonomi Nasional yang akan memberi kontribusi lebih pada perempuan dalam pemberdayaan UKM. 

Banyak peluang terbuka lebar bagi perempuan termasuk dapat berperan dalam mengembangkan inovasi-inovasi ramah lingkungan, memimpin usaha-usaha yang berkelanjutan, dan turut serta dalam membangun masyarakat yang berwawasan lingkungan. 

Namun masih banyak tantangan yang dihadapi termasuk akses terhadap sumber daya dan pendanaan, serta kurangnya representasi perempuan dalam posisi kepemimpinan di sektor UKM maupun ekonomi hijau. “Untuk itu diperlukan upaya untuk memberdayakan perempuan melalui pelatihan, pendampingan, akses terhadap modal, dan kebijakan yang mendukung kesetaraan gender dalam dunia bisnis," jelas Amy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rinaldi Azka

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.