Menelusuri Celah Kebocoran Ekspor Bijih Nikel Indonesia ke China

Berdasarkan data Administrasi Umum Kepabeanan China (GACC), ekspor bijih nikel dari Indonesia ke China hampir terjadi setiap bulannya sepanjang Januari 2020, kecuali pada April 2021, Februari 2022, September 2022, November 2022, dan Februari 2023.

Ibeth Nurbaiti

5 Jul 2023 - 17.45
A-
A+
Menelusuri Celah Kebocoran Ekspor Bijih Nikel Indonesia ke China

Pemerintah mengeluarkan kebijakan larangan ekspor bijih nikel sejak 1 Januari 2020, dengan harapan mineral mentah itu dapat diolah di dalam negeri menjadi produk yang bernilai tambah. Sumber: tbpnickel.com

Bisnis, JAKARTA — Terkuaknya dugaan praktik ekspor ilegal bijih nikel atau nikel ore dari Indonesia ke China sepanjang Januari 2020—Juni 2022 menunjukkan betapa masih lemahnya tata kelola mineral logam itu di Tanah Air.

Kendati pemerintah melalui Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No. 11/2019 telah memberlakukan larangan ekspor bijih nikel sejak 1 Januari 2020, nyatanya sebanyak lebih kurang 5,3 juta ton bijih nikel Indonesia bisa dikirim ke China.

Berdasarkan dataindonesia.id, ekspor bijih nikel dari Indonesia ke China hampir terjadi setiap bulannya sepanjang Januari 2020, kecuali pada April 2021, Februari 2022, September 2022, November 2022, dan Februari 2023. Tren ekspor bijih nikel tersebut berfluktuasi setiap bulannya.

Baca juga: Mencari Dalang di Balik Ekspor Bijih Nikel Ilegal

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Ibeth Nurbaiti
Anda belum memiliki akses untuk melihat konten

Untuk melanjutkannya, silahkan login terlebih dahulu

BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.