Menepis Tantangan Klasik Penghambat Produksi Hulu Migas

Pemerintah mempunyai ambisi untuk mewujudkan visi lifting 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari pada 2030. Namun, dengan masih adanya berbagai tantangan klasik tersebut, membuat target peningkatan produksi migas nasional bakal kian sulit dicapai.

Stepanus I Nyoman A. Wahyudi

23 Nov 2023 - 19.46
A-
A+
Menepis Tantangan Klasik Penghambat Produksi Hulu Migas

Mundurnya kegiatan produksi serta tidak terlaksananya sejumlah proyek strategis di sektor hulu minyak dan gas bumi sesuai rencana, membuat target peningkatan produksi migas nasional bakal kian sulit dicapai. Bisnis-SKK Migas

Bisnis, JAKARTA — Kondisi sumur dan fasilitas produksi yang sudah berumur tua hingga ketersediaan rig yang berdampak terhadap pengeboran masih saja menjadi persoalan klasik yang menyandera industri hulu minyak dan gas bumi Tanah Air.

Kondisi ini tidak saja berpengaruhnya terhadap investasi yang dibutuhkan untuk perawatan maupun penggantian, tetapi juga membuat produksi migas nasional menjadi kian sulit terangkat.

Belum lagi masalah keekonomian lapangan yang tidak menarik bagi kontraktor, membuat rencana pengembangan (plan of development/PoD) sejumlah lapangan tidak berjalan.

Tak heran bila Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) memproyeksikan lifting migas pada akhir tahun ini hanya berada di kisaran 607.500 barel per hari (bopd) untuk minyak, dan 5.400 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd) untuk gas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Ibeth Nurbaiti
Anda belum memiliki akses untuk melihat konten

Untuk melanjutkannya, silahkan Login Di Sini

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.