Menerka Prospek Pasar Apartemen di Tengah Tekanan Pemilu 2024

Menjelang tahun pemilu 2024 mendatang, pasar apartemen belum 100% recovery atau pulih usai badai pandemi Covid-19. Pasar apartemen akan kembali pulih pada 2025 mendatang dan kembali booming di tahun 2027.

Yanita Petriella

17 Okt 2023 - 11.34
A-
A+
Menerka Prospek Pasar Apartemen di Tengah Tekanan Pemilu 2024

Konstruksi proyek apartemen Elevee besutan PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI)

Bisnis, JAKARTA – Pasar apartemen diproyeksikan akan pulih stabil pada 2025 dan bakal kembali booming di tahun 2027. Adapun kondisi pasar apartemen saat ini tengah lesu akibat rendahnya permintaan. 

Siklus kinerja pasar apartemen selama 10 tahun. Pasar apartemen sempat mengalami kejayaan pada 2012 hingga 2013. Namun demikian, terjadinya pandemi Covid-19 pada 2020 hingga 2022 berdampak pada pemulihan kinerja apartemen. 

Berdasarkan data Colliers Indonesia, rerata pasokan apartemen sejak 2015 hingga 2019 atau sebelum pandemi di kawasan Jabodetabek mencapai 13.750 unit. Angka ini mengalami penurunan bila dibandingkan tahun 2020 hingga 2022 yang hanya 4.033 unit. Penurunan pasokan unit apartemen ini karena para developer mengerem jualan produk apartemen. 

Head of Research Colliers Indonesia Ferry Salanto mengatakan untuk mencapai pemulihan industri apartemen pada 2025 mendatang, para pengembang dapat memulai kembali pembangunan apartemen. Menurutnya, market pasar apartemen harus berasal dari developer. 

“Market pasar apartemen bukan dari pembeli. Selama developer keliatan optimis ini sesuatu yang positif. Ini harus menjadi modal untuk bergerak dahulu,” ujarnya Senin (16/10/2023). 

Terlebih, saat ini ada kecenderungan konsumen membeli unit apartemen yang sudah jadi. Hal ini dikarenakan banyak proyek apartemen yang mangkrak sehingga menurunkan kepercayaan konsumen dalam membeli properti. 

“Saat ini residensial kondisinya berada di jam 07.00 sedang bergerak menuju recovery jam 09.00 pada 2025 dan siap booming menuju jam 12.00 di tahun 2027. Ini juga seiring kondisi pertumbuhan ekonomi yang bagus selepas 2025. Proyek yang sudah berprogres pembangunannya akan lebih bagus, siap menyambut pasar. Artinya saat pasar bergerak maka timingnya pas,” katanya. 

Baca Juga: Relaksasi Aturan Properti WNA Belum Pacu Permintaan Apartemen


Ferry menuturkan pasar apartemen di Jabodetabek mengalami pergeseran tren mengenai kategori pembeli unit antara investor dengan penghuni atau end user. Sebelum tahun 2023, investor menjadi pihak yang mendominasi pembelian unit apartemen di Jakarta. Adapun komposisi pembeli apartemen yang berasal dari investor mencapai 60 persen, sedangkan end user sebesar 40 persen. 

Namun, sejak awal tahun 2023 komposisi pembeli apartemen mulai berubah yakni investor memegang 58 persen, sedangkan end user mencapai 42 persen. Kemudian, tren pembeli apartemen kembali bergeser di kuartal II tahun ini dimana konsumen penghuni mencapai 54 persen, sedangkan investor memegang 46 persen. 

“Jadi kebanyakan orang beli apartemen itu untuk investasi, bukan untuk dihuni atau end user. Sebelumnya investor yang membeli apartemen sebanyak 58 persen kini berkurang menjadi 46 persen. Konsumen akhir dari 42 persen bertambah menjadi 54 persen. Saat ini lebih banyak end user yang beli apartemen,” ujarnya, Kamis (20/7/2023). 

Menurutnya, terdapat sejumlah penyebab yang membuat konsumen akhir mulai mendominasi pembelian apartemen di Jakarta dibandingkan dengan investor. Penyebabnya selain adanya kebutuhan dari sisi konsumen, kini developer juga menahan meluncurkan produk hunian vertikal baru karena memang harus berhati-hati. Hal ini berbeda kondisi 5 hingga 7 tahun lalu dimana pembangunan apartemen cukup masif. 

“Developer fokus menghabiskan stok eksisting dengan promosi dan penawaran unit-unit yang lebih menarik. Ini membuat end user lebih tertarik membeli apartemen, mereka lebih confident membeli produk sudah jadi atau dengan program pembangunan yang terlihat,” katanya. 

Selain karena developer tidak meluncurkan produk baru, saat ini unit yang tersedia merupakan ready stock. Hal ini menjadi dambaan para konsumen akhir. Apalagi pengembang memberikan sejumlah promo menarik agar unit ready stock ini dapat laku terjual. 

“Investor itu karakteristiknya mencari yield yang saat ini jumlahnya berkurang sejak 2022. Investor bermainnya pada produk-produk yang masih under construction, tujuannya untuk mendapatkan capital gain yang baik,” ucapnya. 

Untuk menarik pembelian apartemen, sejumlah stakeholder harus mengedukasi masyarakat untuk mau tinggal di apartemen. Selain itu, pemerintah juga dapat memberikan kembali insentif Pajak Pertambahan Nilai yang Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) kepada produk apartemen sehingga bisa memacu penjualan.  

“Data OJK (Otoritas Jasa Keuangan), di mana pada akhir tahun lalu saving dana masyarakat di bank meningkat, dan cukup besar, ini peluang, bagaimana bisa mengedukasi mereka untuk berinvestasi di properti dan meyakinkan mereka memindahkan dana, salah satunya ke apartemen sebagai investasi yang menguntungkan,” jelas Ferry.

Baca Juga: Titik Balik kebangkitan Pasar Apartemen Kembali Menggeliat  


Optimisme Tahun Politik

Mendekati tahun pemilu pada 2024 mendatang, Ferry meyakini kondisi secara keseluruhan dapat bertahan dan terus mengalami kinerja positif. Hal ini karena industri properti dapat bertahan selama pandemic Covid-19. Selain itu, merujuk histori Pemilu tahun 2009, 2014 dan 2019, kondisi properti tetap stabil. 

Ditambah lagi, Dana Moneter Internasional atau IMF/International Monetary Fund memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2024 sebesar 5 persen year-on-year (YoY) atau sama dengan perkiraan tahun 2023. Artinya peluang bertumbuh tetap ada di tahun tahun politik karena merupakan kondisi berpola musiman sehingga bukan berarti kinerja investasi akan berhenti. 

“Saat ini apartemen dan landed house didominasi end user sehingga mereka tetap beli properti karena kebutuhan, beda dengan investor properti mempunyai kecenderungan untuk mengambil sikap wait and see atau menunda keputusan investasi,” tuturnya.

Menurut Ferry, saat ini menjadi waktu yang tepat dalam membeli properti. Hal ini karena pengembang masih menahan kenaikan harga properti. 
Baca Juga: Ketika Pengembang Papan Atas Absen Bangun Proyek Baru Apartemen


Chief Marketing Officer (CMO) Elevee Condominum Alvin Andricus optimistis hajatan Pemilu Indonesia 5 tahun sekali di tahun depan tak akan berdampak pada permintaan apartemen. Adapun hingga saat ini penjualan kondominium Elevee besutan PT Alam Sutera Tbk (ASRI) pada tahap pertama mencapai 80 persen dari total 533 unit dengan nilai Rp1 trilun. 

Dia menargetkan penjualan kondominium bisa naik 20 persen atau mencapai 100 persen hingga akhir tahun Keoptimisan tersebut dikarenakan pasar properti yang sudah mulai bergerak khususnya apartemen. Adapun konsumen yang telah membeli unit proyek ini berasal dari kalangan profesional dan keluarga muda yang sebelumnya telah lama tinggal di Alam Sutera. Selain itu juga sebanyak 7 warga negara asing (WNA) membeli hunian di Elevee.

Saat ini pembangunan 2 tower Elevee tengah dikebut yang ditargetkan dapat topping off atau penutupan atap pada pertengahan tahun depan.

“Serah terima tahap pertama kami jadwalkan awal 2025,” ujarnya.

Dia menuturkan dalam memasarkan hunian vertikal seperti apartemen perlu dilakukan dengan hal yang berbeda. Di samping memanfaatkan sosial media sebagai alat pemasaran, juga perlu dilakukan secara berkala meng-update informasi terkini terkait progres pembangunan dua tower-nya yang sedang dibangun melalui beragam media. 

Pihaknya tak memungkiri banyak proyek apartemen yang mangkrak akibat pandemi berdampak pada menurunnya kepercayaan konsumen untuk membeli produk apartemen sehingga berpengaruh pada pasar yang lesu. Oleh karena itu, informasi progress pembangunan proyek apartemen kepada konsumen ini menjadi penting. 

“Kami terus edukasi agar konsumen mau beli produk apartemen dan juga tinggal di apartemen. Saat ini pasar properti apartemen memang mulai bergerak dan bersama perbankan bekerja keras untuk menggeliatkan kembali pasar,” kata Alvin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Asteria Desi Kartikasari

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.