Free

Mengamankan Pertumbuhan Dua Digit Sektor ILMATE

Industri logam, mesin, alat transportasi, dan elektronika (ILMATE) kembali mencapai pertumbuhan signifikan pada 2023. Ketersediaan bahan baku menjadi kunci untuk mengokohkan performa sektor ini.

Fatkhul Maskur

21 Feb 2024 - 18.06
A-
A+
Mengamankan Pertumbuhan Dua Digit Sektor ILMATE

Pabrik baja. Industri baja merupakan sektor yang sangat strategis bagi pengembangan sektor industri penting lainnya - Foto BID

Bisnis, JAKARTA-Industri logam, mesin, alat transportasi, dan elektronika (ILMATE) kembali mencapai pertumbuhan signifikan pada 2023. Ketersediaan bahan baku menjadi kunci untuk mengokohkan performa sektor ini.

Kementerian Perindustrian melaporkan, sektor ILMATE kembali mencapai double digit pada 2023, yakni sebesar 10,70% (y-o-y) atau senilai Rp632,51 triliun.

Pertumbuhan sektor ILMATE yang impresif hingga dua digit ini terjadi sejak 2022, termasuk mampu melampaui pertumbuhan ekonomi nasional. Kinerja positif ini juga menunjukkan sektor ILMATE adalah kontributor utama yang signifikan terhadap industri manufaktur maupun ekonomi nasional.

“Kami sangat bangga dengan pertumbuhan ILMATE di 2023 yang masih mampu mempertahankan double digit,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal ILMATE Kemenperin, Sopar Halomoan Sirait di Jakarta, Rabu (21/2/2023).

Sirait mengeklaim, pertumbuhan sektor ILMATE tersebut membuktikan kebijakan Kementerian Perindustrian selama ini sudah sangat efektif dalam mendongkrak pertumbuhan industri.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, sektor ILMATE mampu memberikan kontribusi sebesar 4,27% terhadap PDB nasional, atau 25,48% terhadap PDB industri pengolahan nonmigas sepanjang 2023.

Kontribusi ini ditopang oleh peningkatan laju PDB dari lapangan usaha di sektor ILMATE yang tumbuh dua digit seperti industri logam dasar sebesar 14,17%, serta industri barang logam, komputer, barang elektronik dan optik sebesar 13,67%. Selain itu, ditopang industri alat angkutan yang tumbuh sebesar 7,63%.

Baca Juga:

Penyebab Kinerja Ekspor Industri Manufaktur Melemah

Peluang Tumbuh Kencang Industri Logam Mesin

Industri logam dasar merupakan subsektor ILMATE yang sukses meraih pertumbuhan double digit setiap tahunnya sejak 2021.

Pertumbuhan industri yang berpusat di Provinsi Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara didukung adanya lonjakan kenaikan permintaan produk besi baja dari luar negeri, terutama China, dan adanya peningkatan produksi domestik untuk produk feronikel.

Oleh karena itu, subsektor ini mampu memberikan kontribusi sebesar 5,61 persen terhadap industri pengolahan nonmigas pada 2023.

BAHAN BAKU

Sirait mengakui, bahwa ketersediaan bahan baku atau bahan penolong bagi para pelaku industri dalam negeri, termasuk di sektor ILMATE.

Untuk itu, kami baru menerbitkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 1 Tahun 2024 tentang Tata Cara Penerbitan Pertimbangan Teknis Impor Besi atau Baja, Baja Paduan, dan Produk Turunannya untuk mengokohkan stabilitas industri baja nasional.

Penerbitan regulasi tersebut menandakan bahwa industri baja merupakan sektor yang sangat strategis bagi pengembangan sektor industri penting lainnya seperti konstruksi, alat transportasi, energi, alat pertahanan dan infrastruktur.

“Sektor industri baja sangat berpotensi memberikan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi nasional melalui added value serta menjadi multiplier effect bagi peningkatan daya saing ekonomi bangsa," katanya.

Adapun total nilai ekspor tiga komoditas utama logam dasar, yaitu ferro-alloys, nickel mattes, dan flat-rolled products menembus US$27,60 miliar pada 2023.

Baca Juga: 

Mendorong IKM Komponen Membalik Defisit Otomotif

Memacu Investasi Semikonduktor Menangkap Peluang Pasar Chip

Di sisi lain, subsektor industri barang dari logam, komputer, barang elektronik, optik dan peralatan listrik juga merupakan kontributor terbesar dalam memacu kinerja sektor ILMATE, dengan memberikan andil 9,37% terhadap industri pengolahan nonmigas pada 2023.

Subsektor ini diuntungkan dengan adanya kenaikan permintaan barang logam dari sektor konstruksi, pertumbuhan permintaan global, dan pertumbuhan industri yang berpusat di Jawa Barat, Banten dan Jawa Timur.

Berikutnya, subsektor industri alat angkutan tidak kalah bersaing dengan menunjukkan performa baiknya, yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,63% dan berkontribusi sebesar 8,88% terhadap industri pengolahan nonmigas pada 2023.

Hal ini ditunjukan dengan total tiga ekspor komoditas terbesar, yaitu mobil dan kendaraan bermotor, aksesoris kendaraan bermotor, dan sepeda motor yang mencapai US$9,33 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Ibeth Nurbaiti

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.