Mengantre Bolu Meranti , Oleh-Oleh Khas Medan Sang Tanah Deli

Selain sirup markisa dan kue bika Ambon, Medan juga identik dengan Bolu Meranti. Rasanya belum sah seseorang ke Medan jika tak membawa buah tangan, termasuk Bolu Meranti.

Dany Saputra

21 Sep 2022 - 22.36
A-
A+
Mengantre Bolu Meranti , Oleh-Oleh Khas Medan Sang Tanah Deli

Bolu Meranti ditawarkan dengan beragam rasa., Bersama Lapis Legit dan Bika Ambon, Bolu Meranti menjadi oleh-oleh khas Medan, sang Kota Deli./Bisnis-Dany Saputra

Bisnis.com, MEDAN –  Kota Medan, yang dulu dikenal sebagai Tanah Deli, memiliki sejumlah lokasi kuliner dan menyiapkan oleh-oleh yang memanjakan rasa. Selain sirup markisa dan kue bika Ambon, Medan juga identik dengan Bolu Meranti. Rasanya belum sah seseorang ke Medan jika tak membawa buah tangan, termasuk Bolu Meranti.   

Tidak mengherankan jika Toko Bolu Meranti menjadi salah satu destinasi favorit belanja oleh-oleh bagi para pendatang.

Pagi, Selasa (20/9/2022), pengunjung terlihat sudah ramai memasuki pintu Toko Bolu Meranti yang berlokasi di Jalan Razak No.7C, Medan, Sumatra Utara. Waktu masih menunjukkan pukul 09.00 WIB saat pengunjung sudah berkerumun di depan meja pemesanan.

Mereka memesan sesuai selera masing-masing. Toko menyediakan kue bolu dengan beragam rasa selai rasa, ada rasa cappucino, moka, coklat, keju, dan lain-lain.

Bolu Meranti juga ditawarkan dengan beragam topping maupun isian, mulai dari meses, keju, sampai daging ayam dan tuna.

Berbagai jenis kue lain juga dijual di toko yang memiliki tiga cabang di Kota Medan itu.

Di toko ini juga tersedia bika Ambon dan sirup markisa. Lapis legit juga termasuk daftar oleh-oleh yang tersedia di Toko Bolu Meranti.

Kemashyuran Bolu Meranti tidak hanya terlihat dari meja pemesanan yang dipenuhi banyak pelanggan. Hal tersebut juga terlihat di meja pengambilan pesanan.

Hampir seluruh pesanan yang diambil pelanggan dikemas dalam kardus (box), dari yang berukuran kecil hingga sedang. Pelanggan terlihat membawa pulang hingga berkardus-kardus Bolu Meranti. Boleh jadi oleh-oleh itu dibawa para pemesannya untuk sanak saudara dan handai tolan di kampung halaman.

Para pengepak yang bertugas di meja pengambilan pesanan seakan sudah mengerti apa yang dibutuhkan para pelanggannya. Sesekali  mereka memberikan saran kepada pelanggan tentang kemasan yang paling cocok untuk perjalanan jauh maupun kemasan yang cocok untuk di bagasi pesawat.  

Bolu meranti pun dikemas dalam berbagai ukuran kemasan. Ada yang dibungkus dalam kemasan besar seperti 3 in 1, gift pack (lebih sedikit dari 3 in 1), dan kemasan reguler berbentuk kotak.

Harga bolu meranti pun berbeda tergantung ukuran dan kemasan, serta rasa atau varian kue yang dipesan. Satu bolu meranti ukuran biasa (reguler) yang memiliki satu rasa dihargai Rp70.000 sampai Rp80.000.

Bolu Meranti dalam kemasan 3 in 1 dan memiliki tiga rasa dihargai Rp95.000 sampai Rp100.000.

Kisah popularitas Toko Bolu Meranti yang kini dimotori Rika, Rissa, Kusno, dan Tomy

berawal dari hobi Ai Ling. Sejak muda, Ai Ling membuat cake yang dijual kepada tetangga dan sahabatnya.

Menurut Rika, pada awalnya Ai Ling, sang Ibunda, hanya titip jual cake karyanya ke salah seorang saudaranya. Pada mulanya pesanan tidak begitu banyak, kemasanya pun dibuat sangat sederhana tanpa label, alamat dan nomor telepon. 

"Waktu itu, saya dan Rissa, masih SMA," ujar Rika seperti dikutip dari situs web bolumeranti.co.id.

Seiring berjalannya waktu, respons pembeli melalui telepon terus meningkat. Rissa anak kedua dari pasangan Susanto dan Ai Ling berinisiatif membuat kemasan bertuliskan Meranti. "Lengkap dengan alamat dan nomor telepon," kenang Rissa. 

Saat itu, belum membuka toko. 

"Baru setelah saya, Rissa lulus SMA dan bekerja pada orang lain, Mamah memberi izin untuk meneruskan usaha," ungkap Rika.

Kini, Rika dan saudara-saudaranya berbagi tugas mengelola usaha kuliner ini. Rika bertugas mengelola administrasi dan keuangan. Rissa bertugas di sisi produksi bersama sang bunda. Sedangkan Kusno dan Tomy bertanggung jawab di bagian penerimaan barang serta gudang. 

Di tangan keempat bersaudara itu kelanjutan bisnis Bolu Meranti ke depan dipertaruhkan. Jika bisnis kuliner ini terus berkembang dan berkelanjutan, Bolu Meranti tentu akan selalu menjadi kuliner khas Kota Medan, Sang Tanah Deli.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Saeno

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.