Mengatur Ulang Strategi Pembatasan BBM Subsidi Pertalite

Revisi Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 yang diharapkan dapat dengan tegas menetapkan kelompok masyarakat yang berhak menggunakan Jenis BBM Tertentu (JBT) Solar dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite tak kunjung terbit.

Stepanus I Nyoman A. Wahyudi & Ibeth Nurbaiti

10 Jan 2024 - 09.15
A-
A+
Mengatur Ulang Strategi Pembatasan BBM Subsidi Pertalite

Pengendara mengisi bahan bakar di SPBU, di Jakarta. Pemerintah menetapkan kuota BBM Pertalite untuk tahun anggaran 2024 sebesar 31,7 juta kiloliter, lebih sedikit dibandingkan dengan kuota 2023 sebesar 32,56 juta kiloliter./ JIBI-Dwi Prasetya.

Bisnis, JAKARTA — Rencana pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite tak kunjung terealisasi pada tahun ini bahkan berpotensi menguap begitu saja, meskipun wacana tersebut sudah digaungkan sejak pertengahan 2022 lalu.

Alih-alih akan melakukan pengaturan pembelian Pertalite secara lebih terperinci berdasarkan klasifikasi konsumen pengguna seperti yang diterapkan pada Solar, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) hanya bisa menguatkan pengawasan penyediaan dan pendistribusian bensin dengan nilai oktan (RON) 90 tersebut.

Hal itu dikarenakan revisi Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 yang diharapkan dapat dengan tegas menetapkan kelompok masyarakat yang berhak menggunakan Jenis BBM Tertentu (JBT) Solar dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite tak kunjung terbit.

Padahal, jelas-jelas revisi Perpres 191/2014 itu diperlukan agar penyaluran Pertalite dan Solar menjadi lebih tepat sasaran. Selama ini, pemerintah hanya mengatur pendistribusian untuk Solar, sedangkan Pertalite dilepas ke mekanisme pasar layaknya BBM nonsubsidi lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Ibeth Nurbaiti
company-logo

Lanjutkan Membaca

Mengatur Ulang Strategi Pembatasan BBM Subsidi Pertalite

Dengan paket langganan dibawah ini :

Tidak memerlukan komitmen. Batalkan kapan saja.

Penawaran terbatas. Ini adalah penawaran untuk Langganan Akses Digital Dasar. Metode pembayaran Anda secara otomatis akan ditagih di muka setiap empat minggu. Anda akan dikenai tarif penawaran perkenalan setiap empat minggu untuk periode perkenalan selama satu tahun, dan setelah itu akan dikenakan tarif standar setiap empat minggu hingga Anda membatalkan. Semua langganan diperpanjang secara otomatis. Anda bisa membatalkannya kapan saja. Pembatalan mulai berlaku pada awal siklus penagihan Anda berikutnya. Langganan Akses Digital Dasar tidak termasuk edisi. Pembatasan dan pajak lain mungkin berlaku. Penawaran dan harga dapat berubah tanpa pemberitahuan.

Copyright © Bisnis Indonesia Butuh Bantuan ?FAQ
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.