Mengejar Ketertinggalan Proyek Gas Tangguh Train 3 di Bintuni

Proyek Tangguh Train 3 dalam jangka panjang akan memberikan kontribusi yang besar dalam upaya mencapai target 2030, terutama untuk pencapaian target produksi gas sebesar 12 Bscfd atau meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan produksi gas nasional saat ini di kisaran 5.900 MMscfd.

Ibeth Nurbaiti
Jul 12, 2022 - 5:12 AM
A-
A+
Mengejar Ketertinggalan Proyek Gas Tangguh Train 3 di Bintuni

Pekerja di Teluk Bintuni Papua memeriksa pasokan pengapalan LNG dari Blok Tangguh./Antara

Bisnis, JAKARTA — Berkali-kali molor, proyek fasilitas pemrosesan gas alam Train 3 Kilang LNG Tangguh di Teluk Bintuni, Papua Barat dipastikan rampung pada Maret 2023. Pengerjaan fasilitas pengolahan (train) unit 3 gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) itu terus dikebut.

Saat ini, pembangunan proyek Kilang LNG Tangguh Train 3 sudah mencapai 90 persen, meskipun masih terdapat dua kendala yang harus segera diselesaikan, yakni di area degreasing di unit guru dan di kompresor. 

Kedua area tersebut menjadi prioritas untuk diselesaikan segera dengan menambah jumlah tenaga kerja. “Kedua area ini membutuhkan pekerja tambahan, dan itu yang kami harapkan kepada EPC Contractor untuk menyiapkan pekerja lebih banyak dan memprioritaskan untuk bisa segera diselesaikan,” kata Kepala Satuan Kerja Hulu Minyak Dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soecipto dalam keterangan pers, Rabu (22/6/2022).

Baca juga: Percaya Diri Pemerintah Kian Tinggi Tersulut BP dan Petronas

Editor: Ibeth Nurbaiti
Anda belum memiliki akses untuk melihat konten

Untuk melanjutkannya, silahkan Login Di Sini