Mengenal Tiga Kawasan Industri Halal

Pengembangan KIH merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memenuhi kebutuhan sektor riil ekonomi syariah seperti tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Fatkhul Maskur

10 Feb 2023 - 00.30
A-
A+
Mengenal Tiga Kawasan Industri Halal

Safe n Lock Halal Industrial Park. - Foto Safe n Lock

Bisnis, JAKARTA - Pengembangan Kawasan Industri Halal (KIH) menjadi salah satu pendekatan untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat produsen halal dunia. Saat ini ada tiga KIH yang berdiri.

Pengembangan KIH merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memenuhi kebutuhan sektor riil ekonomi syariah seperti tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. 

Pembangunan kawasan industri halal mulai digencarkan melalui Peraturan Menteri Perindustrian nomor 17 tahun 2020 tentang Tata Cara Memperoleh Surat Keterangan dalam Rangka Pembentukan Kawasan Industri Halal.

Pada awalnya, pemerintah menyebut ada enam kawasan industri halal yang sedang dipersiapkan. Keenam, antara lain, Halal Modern Valley di Serang, Safe n Lock Halal Industrial Park di Sidoarjo, dan Bintan Inti Halal Food Hub di Kepri.

Tiga lainnya adalah Kawasan Industri Batamindo di Batam, Kawasan Industri Jakarta Pulogadung, dan Kawasan Industri Surya Borneo di Kalimantan Tengah. Apabila ketiga kawasan pertama itu telah ditetapkan sebagai KIH pada 2021, tiga kawasan terakhir ini masih dalam proses.

Berikut ketiga kawasan yang ditetapkan sebagai KIH.

1. Halal Modern Valley

Halal Modern Valley berada di kawasan industri Modern Cikande Industrial Estate di Serang Banten. Kawasan industri yang dikelola oleh PT Modern Industrial Estate dengan cakupan areal seluas 3.175,00 hektare. 

Modern Halal Valley memiliki luas 500 hektare dan merupakan kawasan pertama di Indonesia yang telah menerima sertifikat zona industri halal dari Kementerian Perindustrian pada 2 September 2020. 

Modern Halal Valley memiliki sejumlah fasilitas pendukung, antara lain pusat penelitian dan pengembangan, politeknik pangan, sistem manajemen mutu halal, lembaga pembiayaan syariat, serta pelabuhan. Selain itu, akan tersedia fasilitas kepabeanan.

Halal Modern Valley telah bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM MUI) untuk pengembangan dan desain integrasi industri halal.

Selain itu, kawasan industri halal ini juga menjalin kerja sama jaringan halal global dengan Cordoba Halal Park Spanyol, Iskandar Halal Park Johor, dan International Halal Hub Penang.

PT Charoen Phoekpand Indonesia adalah salah satu tenan. Perusahaan multinasional asal Thailand ini menempati area 94 hektare untuk pembibitan ayam ras, rumah potong, pengepakan, serta pengolahan dan pengawetan daging.

Ada juga PT Paragon Technology dan Innovation, perusahaan yang bergerak di bidang kosmetik, dengan merek Wardah Cosmetics, Make Over, dan Emina Cosmetics. 

2. Safe n Lock Halal Industrial Park

Safe n Lock Industrial Park berlokasi di Sidoarjo, Jawa Timur. Kawasan industri dan pergudangan ini dibangun dengan konsep desain minimalis modern, yang dirancang di atas masterplan seluas 307 hektare.

Dikembangkan oleh PT Makmur Berkah Amanda, Safe n Lock Halal Industrial Park mencakup area luas 148 hektare. Pada tahap pertama, seluas 10 hektare areal telah siap ditempati pelaku usaha. Adapun pembangunan pada tahap kedua akan mencakup 138 hektare.

Safe n Lock membagi kuota penggunaan areal untuk industri kecil menengah sekitar 30 persen, dan sebanyak 70 persen bagi UMKM.

Safe n Lock Halal memiliki beberapa tenan, seperti PT Ekosjaya Abadi Lestari, CV Cipshof Makmur, PT Adibanuwa Konsolindo, PT Surya Inti Beton, dan CV Printerindonesia.

3. Bintan Inti Halal Food Hub

Bintan Inti Halal Food Hub berada di Kawasan Industri Bintan Inti di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Mencakup areal 320 hektare, kawasan ini sangatlah strategis, menjadi tapak terdepan dan persimpangan langsung dengan Singapura. 

Adapun Bintan Inti Halal Food Hub di kawasan ini dikembangkan di areal 106 hektare. Proses industri di kawasan ini di antaranya pemrosesan makanan dengan bahan baku yang halal, mulai dari memperhatikan bahan bakunya baik dari pertanian, perkebunan, dan peternakan. Selain itu, mereka juga bersedia mendukung jasa pengemasan, cold chain, dan juga logistik.

Pembangunan KIH Bintan dikelola oleh PT Bintan Inti Industrial Estate (PT BIIE), yang juga berperan sebagai penyedia bantuan untuk tenan yang ingin mendapat sertifikasi halal untuk produknya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Fatkhul Maskur

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.