Menggarap Ceruk Pasar Hunian Segitiga Emas Baru Dekat Tol Cimaci

Potensi segitiga emas baru pasar hunian yang berada di 3 pusat pertumbuhan utama yakni Bekasi, Cikarang, dan Cileungsi. Adapun potensi terbesar berada di sekitar exit tol Cimanggis – Cibitung (Cimaci) di Kecamatan Setu, Bekasi. Kawasan tersebut digadang-gadang sebagai sunrise properti.

Yanita Petriella

11 Jan 2024 - 22.48
A-
A+
Menggarap Ceruk Pasar Hunian Segitiga Emas Baru Dekat Tol Cimaci

Salah satu rumah contoh Mustika Garden Tamansari yang dikembangkan Mustika Land.

Bisnis, JAKARTA – Pembangunan infrastruktur jalan tol yang masif di Jabodetabek rupanya sangat berdampak besar pengembangan properti kawasan. Salah satunya, kawasan Cileungsi di kabupaten Bogor dan Setu kabupaten Bekasi yang berbatasan langsung dengan Cibubur yang disebut sunrise properti. 

Mulai bergeliatnya properti di area Cileungsi dan Setu ini merupakan sebuah dampak dari pembangunan ruas jalan Tol Cimanggis – Cibitung yang merupakan bagian dari Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2. 

CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengatakan perkembangan properti di kawasan Timur dan Selatan Jakarta memang lebih lambat jika dibandingkan dengan koridor barat Jakarta. Hal ini dikarenakan wilayah barat Jakarta telah lebih dahulu mempunyai konektivitas jaringan jalan tol yang lebih baik.

Namun, masifnya pemerintah mengkoneksikan jalan tol dari timur menuju ke utara dan selatan Jakarta ini membuat properti yang berada di area tersebut turut berkembang. 

“Salah satu yang menyimpan potensi timur Jakarta adalah konektivitas dari timur ke utara dan selatan yang segera akan terhubung. JORR 2 ini akan terkoneksi sepenuhnya pada Maret mendatang,” ujarnya, Kamis (11/1/2024). 

Penyelesaian dan pengoperasian penuh ruas tol Cimanggis – Cibitung (Cimaci) sangat ditunggu-tunggu. Pasalnya, ruas tol ini memang berdampak signifikan untuk mengurai kemacetan di sepanjang jalur Transyogi Cibubur sehingga akan meningkatkan minat pasar hunian. Selain itu, aksesibilitas lebih tinggi Jakarta – Bekasi yang saat ini belum terhubung di sisi selatan. 

“Perkembangan wilayah yang sekitar tol akan semakin melebar yang saat ini berkembang terbatas,” ucapnya. 

Ali menuturkan terdapat potensi segitiga emas baru pasar hunian yang berada di 3 pusat pertumbuhan utama yakni Bekasi, Cikarang, dan Cileungsi. Adapun potensi terbesar berada di sekitar exit tol Cimanggis – Cibitung di Kecamatan Setu, Bekasi. 

Pertumbuhan kawasan Cileungsi dan Setu tersebut juga akan didukung dengan pembangunan infrastruktus Jalan Tol Jakarta Cikampek II Selatan. Hal ini akan membuat aksesibilitas di timur Jakarta semakin tinggi dan terbuka. 

Adapun saat ini rerata harga rumah di kawasan Bekasi berada dikisaran Rp5,8 juta per meter persegi hingga Rp7,9 juta per meter persegi. Kemudian, harga rumah di Cikarang berada direntang Rp7,1 juta per meter persegi hingga Rp11,3 juta per meter persegi. Selanjutnya, harga hunian di Cibubur berada dikisaran Rp6,7 juta per meter persegi hingga Rp8,7 per meter persegi. Harga rumah di Setu dan Cileungsi sekitar Rp3,8 juta per meter persegi hingga Rp6,5 juta per meter persegi. 

“Wilayah Setu dan Cileungsi relatif memiliki harga tanah yang masih lebih rendah dibandingkan dengan pusat pertumbuhan lainnya. Namun dengan potensinya, didukung dengan konektivitas jalan tol, diproyeksikan akan mengalami kenaikan harga hunian lebih tinggi nantinya,” tuturnya. 

Kondisi pasar hunian di Setu dan sekitarnya termasuk Cileungsi terdapat 30 proyek perumahan yang didominasi pasokan rumah 1 lantai dengan desain standar. Hunian dengan 1 lantai ditawarkan dengan harga rerata Rp354 juta hingga Rp641 juta, sedangkan rumah memiliki 2 lantai mencapai Rp680 juta hingga Rp1,1 miliar. 

Dari sisi permintaan, pasar hunian untuk 1 lantai direntang harga Rp300 juta hingga Rp500 juta, sedangkan rumah 2 lantai seharga Rp500 juta hingga Rp800 juta. 

“Permintaan pasar rumah 2 lantai akan tumbuh sehingga harus diimbangi supply dengan harga yang lebih terjangkau dan desain yang menarik,” kata Ali. 

Baca Juga: Tren Township dengan Akses Jalan Tol Jadi Incaran Para Pencari Rumah

Baca Juga: Mengejar Target Operasi Penuh Tol JORR 2 di Paruh Pertama 2024


Gandeng Pengembang Asing

Kawasan Setu dan Cileungsi yang prospektif ini menarik minat Mustika Land Group mengembangkan Mustika Garden Tamansari seluas 25 hektare di Bekasi, Jawa Barat. Mustika Land Group menggandeng pengembang asing asal Malaysia Scientex Berhad dan perusahaan investasi real estat Jepang Creed Group dalam mengembangkan portofolio proyek anyar ke-19 tersebut.

Kolaborasi tersebut dengan membentuk joint venture untuk mengembangkan Mustika Garden Tamansari dimana posisi Mustika Land sebagai pemegang saham mayoritas. 

Chief Executive Officer PT Mustika Land Development David Sudjana mengatakan kerja sama ini akan menggabungkan pengetahuan dan keahlian pasar lokal dari Mustika Land Group, pengalaman pengembangan properti dan teknologi konstruksi dari Scientex Berhad, dan keahlian investasi dan branding real estate dari Creed Group.

“Kami dapat bersinergi dengan Scientex dan Creed karena memiliki visi dan pasion yang sama, membangun ruang hunian dengan konsep smart premium house, di mana setiap rumah dibangun untuk memastikan tidak hanya kualitas tapi juga harga yang terjangkau. Saya yakin konsumen sangat diuntungkan,” ucapnya. 

Kolaborasi dengan kedua perusahaan asing tersebut bagian dari strategi Mustika Land untuk menghadirkan hunian berkualitas namun dengan harga yang tetap terjangkau.

“Dalam kolaborasi di proyek ini, kami akan menggabungkan pengetahuan dan keahlian pasar lokal dari Mustika Land Group, pengalaman pengembangan properti dan teknologi konstruksi dari Scientex Berhad, dan keahlian investasi dan branding real estat dari Creed Group,” ujarnya. 

Sinergi antara Mustika Land Group dengan Scientex dan Creed merupakan jawaban atas kesamaan visi dan pasion dalam melihat potensi kebutuhan produk hunian berkualitas dengan harga 15% hingga 20% lebih rendah dari harga pasar.

David optimistis proyek anyarnya ini akan sukses meski dipasarkan dipuncak tahun politik. Pasalnya, lokasi Mustika Garden Tamansari, sangat strategis berada di wilayah sunrise properti yang nilai tanah dan bangunan terus meningkat seiring pembangunan infrastuktur terutama jalan Tol Cimanggis – Cibitung.

Lokasi Mustika Garden Tamansari hanya 3 kilometer dari Gerbang Tol Setu Selatan, yang merupakan interchange dua jalur tol yaitu Tol Japek 2 dan Tol JORR 2.

“Kami optimistis kenaikan nilai investasi tanah dan bangunan di Mustika Garden Tamansari hingga 25 persen. Hal ini sudah terbukti di beberapa perumahan yang lokasinya dekat dengan akses tol,” katanya. 

Adapun perumahan Mustika Garden Taman Sari akan dibangun  4 klaster dengan total sebanyak 2.000 unit rumah. Pembangunan tersebut dilakukan dalam beberapa fase dimana pada fase pertama akan dibangun sebanyak 413 unit rumah dan 23 ruko beserta infrastruktur dasar kawasan. 

Rencananya, pembangunan fase pertama akan dimulai pada kuartal II tahun 2024 dan ditargetkan dapat serah terima atau handover unit dalam 2 tahun mendatang pada 2026. 

Pada fase pertama ini pembangunan perumahan Mustika Garden Tamansari, Mustika Land merogoh gross development value mencapai Rp250 miliar. Adapun pengembang membidik marketing sales atau prapenjualan rumah fase pertama sebanyak Rp247,8 miliar. 

“Saat ini sedang dalam tahap land clearing. Harga rumah fase pertama Rp600 jutaan termasuk PPN dan ruko senilai Rp900 jutaan. Kami sudah memecah sertifikat lahan di perumahan ini,” tutur David. 

Baca Juga: Harga Properti di Jakarta Makin Berkibar Meski Tak Lagi Ibu Kota

Baca Juga: Di Balik Legitnya Bisnis Hunian RI Jadi Incaran Pengembang Asing


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Ibeth Nurbaiti
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.