Free

Menghidupkan Industri Hilir Rumput Laut

Indonesia punya potensi raksasa budidaya rumput laut. Namun, yang termanfaatkan sejauh ini hanya secuil saja.

Fatkhul Maskur

24 Mei 2024 - 19.52
A-
A+
Menghidupkan Industri Hilir Rumput Laut

Bisnis, JAKARTA - Pemerintah berencana mereplikasi model budidaya rumput laut ramah lingkungan di perairan Wakatobi ke sejumlah daerah lainnya. Pemodelan ini untuk menopang bertumbuhnya industri hilir.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan bahwa instansinya telah membangun modeling rumput laut ramah lingkungan di perairan Wakatobi, Sulawesi Tenggara, seluas 50 hektare.

"Tahun ini kami berencana mengembangkan pemodelan lagi di dua lokasi tambahan, yakni Rote Ndao dan Maluku Tenggara," kata Trenggono pada acara seminar penghiliran rumput laut terintegrasi yang menjadi rangkaian World Water Forum (WWF) ke-10 di Nusa Dua, Bali, Rabu (22/5/2024).

Menurutnya, masing-masing lokasi pemodelan mencakup areal budidaya 50 hektare, dengan target produksi di setiap lokasi sebesar 2.187 ton rumput laut basah per tahun.

Menteri Trenggono menambahkan, strategi pemodelan budidaya rumput laut untuk meningkatkan produktivitas, meningkatkan pendapatan petani rumput laut, kesempatan kerja, dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Melengkapi pemodelan budidaya rumput laut, pihaknya juga menerapkan strategi revitalisasi untuk meningkatkan produksi budidaya rumput laut yang sudah ada dengan penyediaan bibit dan pembibitan kultur jaringan.

Dia mengatakan bahwa stabilitas dan kualitas produksi rumput laut di hulu menjadi penopang bertumbuhnya industri hilir rumput laut.

Baca juga:

Uji Sakti Sertifikat CPIB di Perikanan Budidaya

Berdasarkan data BPS, sebanyak 25 provinsi tercatat sebagai penghasil rumput laut. Sulawesi Selatan merupakan provinsi dengan produksi terbanyak 2.703.054 ton (37%), disusul Nusa Tenggara Timur sebanyak 1.392.539 ton (19%).

Tiga provinsi dengan produksi terbanyak berikutnya adalah Nusa Tenggara Barat sebanyak 681.684 ton (9%), Jawa Timur sebanyak 669.258 ton (9%), dan Kalimantan Utara sebanyak 627.876 ton (9%).

Pada 2022, produksi rumput laut meningkat 27% menjadi 9,23 juta ton, yang didominasi varian Cottonii sebagai bahan karagenan, disusul jenis rumput laut Sargassum, Gracilaria, Haliminea, dan Gelidium amanzii.

"Penelitian mengungkap peran penting rumput laut untuk membentuk masa depan umat manusia dan memastikan keberlanjutan ekologi. Rumput laut sebagai sumber pangan alternatif, industri biofarmasi dan kosmetik, pengganti plastik yang ramah lingkungan, dan penangkapan karbon," beber Trenggono.

Baca juga:

Uluu Australia Serap Rumput Laut asal Sidoarjo


Berdasarkan Future Market Insights 2023, pasar rumput laut global mencapai US$7,79 miliar, dan diproyeksikan akan terus meningkat menjadi US$19,66 miliar pada 2033, dengan Tingkat Pertumbuhan Tahunan Majemuk (CAGR) sebesar 9,7% pada periode 2023–2033.

Proyeksi itu menghadirkan peluang usaha rumput laut yang cukup besar, baik di hulu maupun hilir. Indonesia disebutkannya memiliki potensi lahan budidaya seluas 12,1 juta haktare, dan yang baru termanfaatkan hanya 0,8%-nya.

Namun dalam mengoptimalkan peluang ekonomi di bidang rumput laut itu diperlukan kolaborasi semua pihak. Hadirnya pusat riset rumput laut tropis yang diluncurkan pada acara seminar itu akan menambah upaya penguatan ekosistem rumput laut di Indonesia.

Ibarat harta karun, pengembangan potensi rumput laut butuh dukungan kolaboratif banyak pihak, termasuk peneliti, dan investor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Ibeth Nurbaiti

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.