Mengintip Kompetisi Inovasi Baru Dunia Ritel Premium Outlets Mal

Ruang ritel mengalami perubahan tren yang lebih terbuka pascapandemi. Pandemi Covid-19 membuat perspektif baru dimana bergesernya paradigma perilaku dan kebutuhan.

Yanita Petriella

2 Jan 2024 - 21.34
A-
A+
Mengintip Kompetisi Inovasi Baru Dunia Ritel Premium Outlets Mal

Keramaian pengunjung berbelanja di Summarecon Villaggio Outlets Karawang pada Minggu (5/11/2023)/Yanita Petriella

Bisnis, JAKARTA – Membeli barang branded rupanya tak perlu lagi jauh-jauh pergi ke luar negeri. Indonesia sendiri telah memiliki pusat perbelanjaan berkonsep premium dan luxury outlets mal. 

Pada 5 Oktober 2023, PT Summarecon Agung Tbk mulai mengoperasikan outlet autentik pertama di Indonesia. Perusahaan membenamkan investasi senilai Rp500 miliar pada fase pertama proyek Summarecon Villaggio Outlets di Summarecon Emerlad Karawang.

Summarecon Villaggio Outlets mengusung konsep ruang terbuka dan berarsitektur Eropa yang merupakan outlet otentik pertama di Indonesia. Outlets mal ini berdiri di atas lahan seluas 88.120 meter persegi dengan fase pertama gross leasing area (GLA) seluas 14.600 meter persegi dari total area penyewaan mencapai 28.000 meter persegi. 

Konsep Villaggio dibuat seperti luxury outlet di luar negeri seperti Johor Premium Outlets Malaysia, Siam Premium Outlets Thailand, Gotemba Premium Outlets Jepang, Hyundai Premium Outlets Korea Selatan, dan lainnya.
Villaggio menghadirkan lebih dari 100 tenant yang menyediakan produk fesyen orisinal dengan harga spesial atau di bawah harga butik sehingga konsumen tak perlu pergi ke luar negeri untuk berbelanja barang branded.

Kemudian, PT Karawang Outlet Mall mulai soft launching pada awal Desember 2023 The Grand Outlet East Jakarta di Karawang yang mulai dibangun sejak kuartal II tahun 2022. Outlets mal ini menghadirkan merek-merek ritel mewah kelas dunia dengan nilai investasi pembangunan yang mencapai 90 juta dollar Singapura atau setara Rp953 miliar.

Outlets mal ini dibangun di atas lahan seluas 9 hektare yang mencakup luas area sewa sekitar 26.000 meter persegi dan memiliki 180 gerai dengan berbagai variasi penawaran ritel dan restoran. Adapun PT Karawang Outlet Mall adalah perusahaan joint venture 50:50 oleh Tuan Sing Holdings Limited (Tuan Sing Grup) dan Mitsubishi Estate Group.

MEC merupakan pengembang real estat terbesar di Jepang yang mendirikan Mitsubishi Estate Asia (MEA) di Singapura pada tahun 2008 dengan berbagai proyek di Asia Tenggara dan Oceania. Tuan Sing merupakan induk perusahaan investasi regional dengan fokus utama pembangunan dan investasi real estat dan hospitality. Selama bertahun-tahun, grup perusahaan ini telah membangun portfolio sejumlah aset di Singapura, China, Indonesia, maupun Australia.

Selain itu, Mitsubishi Estate Group dan Grand Outlet Bali Investama (GOBI) anak perusahaan PT Bali Turtle Island Development (BTID) mengembangkan sebuah pusat perbelanjaan bernama The Grand Outlet Bali di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali. Proyek ini akan dibangun di atas lahan seluas 4,7 hektare dengan total investasi sekitar US$100 juta atau setara Rp1,5 triliun.

Selanjutnya, Genting Simon Group, perusahaan joint venture antara Genting Plantations Berhad dan Simon Property Group mulai membangun Jakarta Premium Outlets, di kawasan Alam Sutera, Tangerang, Banten pada akhir Juli 2023. Jakarta Premium Outlets yang dirancang dengan luas gross build up area (GBA) 80.600 meter persegi dan GLA 28.500 meter persegi ini diproyeksikan menelan investasi senilai US$100 juta atau ekuivalen Rp1,5 triliun.

Nantinya, sebanyak 150 tenants akan bergabung di Jakarta Premium Outlets seperti Adidas, Nike, Aigner, Armani, Coach, Fossil, Furla, Guess, Karl Lagerfeld, food and beverages, dan lain sebagainya.

Konsep outlet mall ini memang terbilang baru di Indonesia dan diproyeksikan akan menjadi tren di masa mendatang. 

Baca Juga: Geliat Antusiasme Berburu Produk Branded di Outlets Mall Pertama


CEO PT Leads Property Services Indonesia Hendra Hartono mengatakan adanya premium outlet di Indonesia akan mengambil captive market masyarakat Indonesia yang kerap keluar negeri untuk berbelanja barang branded.

Adapun merujuk data Bank Indonesia, total pelawat atau wisatawan nasional yang pergi ke luar negeri (outbond) hingga kuartal III tahun 2023 mencapai 2,22 juta orang, naik dari periode yang sama tahun 2023 yang mencapai 1,57 juta jiwa. 

“Ada pasarnya, ini orang Indonesia yang pergi keluar negeri untuk beli barang branded seperti ke Johor, jadi bukan orang luar ke Indonesia bukan beli barang branded tetapi beli pakaian tradisional seperti batik,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (2/1/2023).

Menurutnya, premium outlets mal yang telah beroperasi di Indonesia ini berbeda seperti di luar negeri. Pasalnya, produk barang yang didistribusikan di outlets mal di Indonesia ini masih menjadi satu atau sama dengan produk branded yang ada di mal kelas atas. Bedanya, barang branded di outlets mal cenderung musim yang lama dan telah lewat atau old season sehingga diberikan diskon.

“Beda seperti di Singapura dan Malaysia dimana distribusinya ini beda dengan barang outlet dan barang store counter di mal kelas atas. Di Indonesia cenderung season yang lewat sehingga barang diskon,” kata Hendra. 

Senior Director of Capital Markets JLL Indonesia Herully Suherman berpendapat premium outlets mal ini memang sudah direncanakan oleh pengembang dari 10 tahun lalu. 

Outlets mal ini memang ditunggu oleh para shoppers yang menyukai barang branded. Keberadaan outlets mal ini memang akan sedikit berdampak pada mal konvensional yang memiliki brand yang sama. 
Outlets mal ini membidik masyarakat Indonesia yang gemar melancong ke luar negeri untuk berbelanja barang branded.

Di Indonesia, keberadaan outlets mal sendiri memang diatur jarak dengan keberadaan mal konvensional. Hal ini membuat outlets mal ini tidak berada di pusat kota melainkan di pinggiran Jakarta.

Selain itu, jarak outlets mal dengan konvensional ini dilakukan agar tidak terjadi kanibalisme terhadap brand yang sama di mal konvensional. Oleh karena itu, jarak lokasi outlets mal ini berada di suburban atau sekitar 50 kilometer dari mal-mal high end yang menjual brand yang sama. 

“Kalau di outlets mal memang orang ke sana pasti berbelanja karena jarak jauh. Kami lihat akan ada dampak pada penjualan produk brand yang sama antara di outlets mal dengan yang ada di mal menengah atas. Tentu ini akan kami lihat ke depannya seperti apa dampaknya,” ucapnya. 

Namun demikian, Herully meyakini keberadaan outlets mal ini tidak akan menggerus kunjungan ke mal konvensional. Hal ini dikarenakan mal konvensional memiliki fungsi berbeda selain sebagai tempat berbelanja yakni interaksi sosial dan rekreasi.  

“Jadi memang produk di outlets mal ini kebanyakan last season berbeda dengan produk brand yang sama di mal konvensional. Jaraknya pun jauh jadi mal konvensional pun tetap akan ramai dikunjungi,” tuturnya. 

Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia Syarifah Syaukat menuturkan ruang ritel mengalami perubahan tren yang lebih terbuka pascapandemi. Menurutnya, pandemi Covid-19 membuat perspektif baru dimana bergesernya paradigma perilaku dan kebutuhan.

Adapun di dunia ritel terdapat tren baru outlets mal dimana belum banyak pengembang yang bermain di ranah ini. Hal ini pun menjadi peluang destinasi belanja pilihan.

“Pemain masih sedikit. Persaingan belum ketat. Jadi, prospeknya sangat bagus ke depan,” ujarnya. 

Menurutnya, outlets mal terletak di pinggiran kota dengan catchment area lebih luas karena dikunjungi oleh wisatawan yang bisa mendapatkan produk mewah dengan harga miring. Di Indonesia, pengembangan pertama konsep seperti ini dibuat di Karawang yang jauh dari pusat bisnis dan pemerintahan.

“Ini seperti di luar negeri yaitu di kota pinggiran dengan konsep satu ruang terbuka atau open space untuk sirkulasinya,” kata Syarifah.

Baca Juga: Duet Mitsubishi & BTID Bangun The Grand Outlet Mall di Bali


Tren Baru

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menilai lahirnya berbagai konsep baru pusat perbelanjaan merupakan upaya merespons perubahan gaya hidup yang terjadi sepanjang waktu. 

Menurutnya, sudah sejak lama fungsi utama pusat perbelanjaan di kota-kota besar bukan lagi hanya sebagai tempat berbelanja tetapi juga memberikan pengalaman lebih kepada pelanggan. 

Pengalaman itu dapat diciptakan dari konsep gedung dan juga konsep tenant campuran dengan berbagai inovasi dan kreativitas.

“Saat ini, pusat perbelanjaan harus dapat menambahkan fungsi lain dari sekadar sebagai tempat berbelanja. Pusat perbelanjaan yang terus-menerus hanya mengedepankan fungsi belanja akan langsung berhadapan dan bersaing dengan e-dagang dan e-commerce,” ucapnya.

Dia menilai fungsi lain dari pusat perbelanjaan cenderung akan selalu berubah dari waktu ke waktu karena sangat erat dengan gaya hidup yang cepat sekali berubah. Terlebih, peritel terus mengembangkan konsep toko di mal atau pun toko berdiri sendiri atau stand alone karena faktor fleksibilitas dan kemudahan.

“Pengembangan konsep stand alone diyakini tidak akan menggerus pusat perbelanjaan yang memiliki keberagaman penyewa ritel, tutur Alphonzus.

Baca Juga: Duet Tuan Sing & Mitsubishi Operasikan Outlet Mal Mewah Karawang

Terpisah, Founder Irresistible Bazaar and Irress Urban Bazaar Marisa Tumbuan menuturkan milenial dan gen Z menjadi pasar merek dan peritel mewah. Diproyeksikan kalangan milenial akan menguasai 50% dari penjualan barang mewah pada 2025.

“Saat ini pembeli gen Z sudah menguasai hampir 10% pasar. Dengan kata lain, lebih dari separuh pembeli barang mewah adalah orang dewasa muda,” tuturnya. 

Menurut Marisa, preferensi milenial dan gen Z terhadap barang branded dipengaruhi oleh lingkungan sosial sekitarnya. Kebanyakan dari generasi muda mengkonsumsi barang mewah untuk dapat menyesuaikan diri atau diterima oleh lingkungan pergaulan mereka.

Selain itu, konsumen muda juga semakin paham bahwa sebagian tas mewah bisa dijadikan sebagai instrumen investasi. Hal ini seperti emas atau properti, barang branded nilainya bisa tinggi saat dijual kembali terutama untuk produk yang sudah tidak diproduksi lagi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Nindya Aldila

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.